Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 49 Hari Lahir


__ADS_3

Abi bingung dengan sikap aneh Reno. Namun dia berusaha untuk tetap biasa saja.


Setelah meletakkan semua nasi goreng hasil masakannya ke dalam satu piring, Abi menuangkan air putih ke dalam dua gelas kosong. Dan lagi-lagi Reno mengambil salah satu gelas tadi. Abi hanya mendengus.


Kini Reno membawa sepiring nasi goreng dan segelas air ke ruang tengah.


“Kita makan sambil nonton TV saja, Bi!” ajak Reno sambil berlalu.


Abi hanya mengikuti saja. Reno yang sudah duduk di sofa terlebih dulu, dia meraih remote TV untuk mencari acara yang menarik. Sedangkan Abi memilih duduk tak jauh dari Reno.


“Kesinilah, Bi! Bukannya tadi kamu juga lapar? Ayo kita makan bersama!” ajak Reno.


Abi tampak semakin bingung. Bagaimana bisa Reno mengajaknya makan kalau dalam piring itu hanya ada satu sendok. Yang benar saja kalau Reno mau bergntian memakai sendoknya. Karena terlalu lama sibuk dengan pikirannya, tanpa sadar Reno menarik tubuh Abi hingga duduk bersebelahan dengannya. Setelah itu Reno mulai menyendok nasi goreng dan disuapkan ke Abi.


“Aaa….!” Reno menyodorkan nasi goreng tepat di depan mulut Abi.


Abi pun seperti terhipnotis. Dia membuka mulutnya dan menerima suapan itu. Setelahnya Reno menyuapkan nasi untuk dirinya sendiri. Abi pun mengunyah makanan sambil terus menatap wajah Reno yang juga sibuk mengunyah sambil nonton TV.


“Kamu sehat kan, Ren?” tanya Abi sambil menempelkan tangannya di kening Reno.


“Nasi goreng buatan kamu sangat enak, Bi. Ayo buka mulutmu lagi.” ucapp Reno mengabaikan sikap kebingungan Abi.


Akhirnya Abi tak lagi mempermasalahkan sikap aneh Reno itu. Mungkin karena perutnya yang lapar jadi tadi pikirannya tidak begitu jernih. Apalagi sudah malam seperti ini.


Mereka berdua menghabiskan satu porsi besar nasi goreng tanpa sisa dengan Reno yang menyuapi Abi. Bahkan mereka juga meminum dalam gelas yang sama. Usai makan, Abi segera membawa piring dan gelas itu ke dapur.


Dalam benak Abi mungkin Reno sudah langsung tidur setelah perutnya kenyang. Ternyata pria itu masih berada di ruang tengah seperti sedang menunggu dirinya.

__ADS_1


“Bi, kemarilah!”


“Aku ngantuk, Ren. Ini juga sudah malam.” tolak Abi namun masih melangkah mendekati Reno.


Reno berdiri lalu menuntun Abi agar duduk di sampingnya. Setelah itu Reno menyenderkan badannya ke sofa, sedangkan posisi badan Abi masih tegap.


“Aku sangat lelah, Bi!” keluh Reno dengan suara lirih.


Abi menoleh menatap Reno yang sedang menutup matanya. perlahan dia ikut bersandar seperti Reno. Abi melihat wajah Reno dari samping kalau pria itu terlihat sedang banyak masalah. Meskipun Abi sudah berusaha untuk tidak membiarkan hatinya jatuh terlalu dalam pada pesona Reno, nyatanya hatinya tidak bisa berbohong kalau dia masih memikirkan dan mengkhawatirkan Reno.


“Lebih baik kamu istirahat saja, Ren kalau lelah.” Ucap Abi dengan sedikit memiringkan badannya menghadap Reno.


Tanpa membuka matanya, Reno menarik tubuh Abi ke dalam pelukannya. Abi tidak menolaknya dan juga tidak membalas pelukan Reno. Dia hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan Reno selanjutnya.


“Hanya memelukmu seperti ini saja membuatku nyaman, Bi. Aku nggak bisa membayangkan jika suatu saat kamu pergi meninggalkan aku.” ucap Reno yang semakin mempererat pelukannya.


Akhirnya malam itu mereka berdua tidur di sofa ruang tamu dengan saling memeluk. Lebih tepatnya tertidur. Karena memang salah satu diantaranya tidak ada yang berniat mengajak masuk kamar masing-masing.


***


Hari berganti hari. Sikap Reno terhadap Abi sudah kembali menghangat. Dia juga sering memberikan perhatian kecil pada perempuan itu.


Keseharian Reno selain disibukkan dengan pekerjaan kantor, dia juga sedang berusaha menyingkirkan Keano. Reno sudah memerintahkan orang untuk membuat Keano terlibat dalam skandal besar yang menyebabkan kedua orang tuanya malu hingga mengakibatkan Keano harus pergi dan diasingkan dari negara ini.


Tanpa menunggu lama, tugas yang diberikan Reno pada orang suruhannya telah berhasil. Dalam hitungan hari saja Keano sudah mencoreng nama baik keluaraga. Dan tak lama setelahnya terdengar kabar bahwa Keano diasingkan ke negara terpencil oleh kedua orang tuanya.


“Itulah hukuman yang pantas buat orang yang hendak merebut milikku.” Gumam Reno penuh kemenangan.

__ADS_1


**


Hari keberangkatan Reno ke luar negeri tinggal beberapa hari lagi. dia yang berencana akan mengajak serta Abi, sampai saat ini belum mengatakan langsung pada perempuan itu. Reno ingin memberi kejutan pada Abi, karena di sana nanti dia akan berencana mengajak Abi jalan-jalan, selain melakukan kunjungan ke perusahaan tentunya.


Kini Reno baru saja masuk rumah setelah beberapa jam yang lalu waktunya dihabiskan di kantor. Reno berjalan menaiki tangga menuju kamarnya untuk segera membersihkan ddiri sebelum makan malam dan beristirahat.


“Ren!” Panggil Abi yang menghentikan langkah Reno.


“Ada apa?” tanya Reno heran karena melihat raut wajah Abi yang bahagia.


“Cepatlah mandi, setelah itu aku tunggu di meja makan.” Jawab Abi dengan senyuman.


Karena sangat penasaran, akhirnya Reno mengangguk dan segera masuk ke dalam kamarnya.


Kini Reno sudah berada di ruang makan. Reno menatap heran pada meja makan yang tersaji begitu banyak olahan makanan.


“Kenapa kamu memasak banyak sekali, Bi?” tanya Reno heran.


“Aku hanya ingin merayakan hari lahirku, Ren. Ya walaupun hanya bisa menyajikan makanan seperti ini.” ucap Abi dengan binar mata bahagia.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2