
“Kamu nggak apa-apa?” tanya Reno khawatir.
Abi menjawab pertanyaan Reno dengan gelengan kepala. Dia masih mengatur nafasnya yang tersengal. Bahkan wajahnya masih tampak memerah.
“Maaf, Tuan!” ucap Abi setelah sadar kalau posisinya sangat dekat dengan Reno.
Perlahan Abi menjauh dari Reno. Namun tiba-tiba kakinya yang kram masih terasa sakit. Abi pun meringis kesakitan sambil memegangi kakinya.
Reno pun dengan sigap menggendong Abi dan merebahkannya di atas kursi yang ia pakai tidur tadi. pria itu mulai memijit kaki Abi yang kram.
“Sakiiitttt…..” ringis Abi sambil menahan tangis.
Sebenarnya Abi bisa berenang. Hanya saja keadaannya yang tidak siap lalu tercebur ke kolam, jadinya seperti sekarang ini. kakinya kram dan rasanya sangat menyakitkan.
“Sudah, Tuan!! Ini sangat sakit.” Ucap Abi berusaha menjauhkan tangan Reno yang masih memijitnya.
“Biar nggak sakit lagi. menurutlah!” ucap Reno dengan nada tinggi. Menurutnya Abi sangat keras kepala. Namun saat melihat mata Abi yang sudah berembun menahan kesakitannya, Reno pun menghentikan pijitannya.
Abi menggeleng pelan sebagai tanda agar Reno tidak memijitnya lagi. lalu dia mencoba berdiri. Lebih baik keluar dari tempat itu daripada membuat dugupan jantungnya kembali menggila saat berdekatan dengan Reno.
“Kamu mau kemana, Bi? Kakimu masih sakit.” Cegah Reno.
“Saya permisi dulu, Tuan. Saya mau ke kamar.” jawab Abi dengan mencoba berjalan tertatih-tatih.
Reno juga tak sampai hati membiarkan Abi berjalan dalam kondisi kaki masih sakit. Ditambah harus menuruni tangga. Lalu Reno dengan sigap menggendong Abi dan membawanya masuk ke kamar.
Reno tidak membawa Abi turun ke lantai dasar. Namun dia merebahkannya di atas tempat tidur miliknya. Karena baju Abi yang sudah basah dan itu membuat Reno sangat tidak nyaman.
__ADS_1
“Jangan banyak bergerak!” ucap Reno lalu masuk ke ruang ganti untuk berganti baju. Setelah selesai dia membawa sebuah kaos oblong miliknya dan diberikan kepada Abi.
“Untuk sementara pakailah ini dulu. Jangan turun dulu kalau kaki kamu masih sakit. Aku akan ke ruang kerja dulu.” Ucap Reno dan berlalu pergi keluar dari kamarnya.
Abi masih terdiam di tempat. Tepatnya di tempat tidur Reno. Perempuan itu masih tidak percaya dengan perhatian yang Reno tunjukan baru saja. apakah itu benar Reno. Ataukah Abi sedang bermimpi.
Tak ingin terlalu lama memikirkan sikap Reno yang tiba-tiba baik, Abi segera mengganti bajunya yang basah dengan kaos kebesaran milik Reno. Bahkan Abi sama sekali tidak berpindah tempat. Ia mengganti bajunya di atas tempat tidur dan meletakkan baju basahnya di lantai.
Entah karena kasur yang ia tempati sangat nyaman atau memang dirinya terbius oleh aroma maskulin di ruangan itu, hingga membuat Abi tanpa sadar menutup matanya.
Reno yang ada di ruang kerjanya kini sedang memeriksa pekerjaan Abi yang hampir selesai. dia bisa melihat kalau ada beberapa data yang salah. Dan dia sudah menduga kalau sepertinya Abi tadi ingin menanyakan hal itu.
Akhirnya Reno melanjutkan pekerjaan Abi dan membiarkan perempuan iitu istirahat di dalam kamarnya. Karena tidak mungkin Abi turun dalam kondisi kaki masih sakit.
***
Pria itu berbicara cukup serius. Bahkan sesekali keningnya berkerut. Dan wajahnya juga terlihat kesal dengan lawan bicaranya.
“Satu kali kamu gagal membunuhnya masih aku beri kesempatan. Dan dua kali kamu masih gagal. Bahkan dengan alasan tidak masuk akal, yaitu ada seseorang yang mendorongnya. Kalau kamu masih belum berhasil, aku akan tarik semua sahamku di perusahaan kamu.” Pungkasnya dengan suara tegas lalu menutup ponselnya.
Tak lama kemudian pria itu mendapat pesan dari orang suruhannya yang ia tugaskan mencari kekasihnya yang hilang. Menurut laporan anak buahnya, keberadaan kekasihnya sampai saat ini belum ditemukan.
Arghhhh
Tian berteriak kesal. Rasanya ia ingin sekali membanting semua benda yang dalam ruang kerjanya. Pasalnya usahanya melenyapkan musuh bebuyutannya lagi-lagi gagal. Bahkan ia sudah menyuruh orang terdekat Reno. Tapi masih saja gagal.
Selain itu sampai saat ini Tian tak kunjung mendapat kabar keberadaan Abi. Setelah pertemuannya yang terakhir di apartemen Abi dulu, sampai saat ini Tian tidak lagi bisa menemui Abi. Perempuan itu juga tidak lagi kembali ke apartemennya.
__ADS_1
Menurut informasi yang Tian terima, Abi benar-benar sudah menikah. Namun dengan siapa dia menikah, Tian tidak tahu. Dan pernikahan itu juga dilaksanakan secara tertutup.
Semua itu memang sudah direncanakan Reno dari awal. Dia sudah memberitahu Sean sebelum menikahi Abi dulu, untuk merahasiakan identitasnya dan juga menutup semua informasi tentang kabar pernikahan itu.
Saat itu Reno beralasan pada mertuanya demi keamanan dan kenyamanan saja. karena dia seorang pengusaha sukses yang pastinya banyak orang yang tidak suka dengannya. Padahal itu hanya alibi Reno saja yang tidak ingin rencananya terhadap Abi diketahui orang tuanya.
Dan ternyata rencana Reno itu sangat berguna. Hingga Tian kesulitan menemukan keberadaan mantan kekasihnya itu.
“Sampai kapan pun aku akan tetap mencarimu, Bi! Karena aku sangat mencintaimu.” Gumam Tian.
Cklek
Tiba-tiba saja pintu ruangan Tian terbuka dan masuklah seoraang wanita dnegan pakaian seksinya berjalan dengan menggoda Tian.
“Sayang, aku sangat merindukanmu. Kenapa semalam kamu mengabaikan panggilanku di saat aku baru saja pulang dari luar negeri.” rengek wanita berparas cantik nan seksii itu.
“Sorry! Aku benar-benar sibuk.” Jawab Tian sambil mengendurkan dasinya saat melihat aksi wanita itu yang mulai menggodanya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1