
Chiko benar-benar heran dengan perempuan yang sedang duduk di sampingnya dengan menutup matanya rapat. Pasalnya mobil Chiko sudah hampir sampai dan sampai saat ini Chelsea masih belum sadar.
“Gila! Dia pingsan atau memang sedang tidur.” Gumam Chiko dengan keheranan.
Sesampainya di basement apartemen, Chiko kembali membangunkan Chelsea. Dan lagi-lagi Chelsea masih setia menutup matanya.
“Menyusahkan saja!” gumam Chiko lalu menggendong Chelsea dan membawanya masuk ke unit apartemennya.
Chiko menggendong Chelsea di punggungnya seperti mengangkat karung beras. Untung saja perempuan itu memiliki tubuh langsing, hingga membuatnya tak terlalu capek.
Sesampainya di unit apartemen, Chiko merebahkan Chelsea di atas tempat tidurnya. Lalu ia memutuskan untuk mandi dulu. Siapa tahu setelah mandi Chelsea sudah siuman.
Kebiasaan Chelsea yang tidak diketahui banyak orang memang seperti itu. Kalau pingsan akan lama sadarnya. Ditambah lagi badannya yang lelah. Mungkin saja dia sudah sadar dari pingsannya. Namun karena lelah, sekalian saja dia tidur. Sungguh kebiasaan yang sangat aneh.
Cukup lama Chiko menghabiskan waktunya di kamar mandi. setelah itu dia keluar dengan hanya menggunakan handuk yang sebatas pinggangnya. Dan di saat yang bersamaa, Chelsea baru saja terbangun dari tidurnya.
Chiko masih diam melihat Chelsea yang sedang mengucek matanya sambil melihat sekeliling yang tampak asing baginya.
“Sudah bangun kamu, Nona?” tanya Chiko yang sudah berdiri tepat di samping tempat tidur.
Arrgghhhhh
Chelsea berteriak ketakutan dan segera turun dari ranjang Chiko barusaha keluar dari kamar. chiko pun dengan cepat mengejarnya.
“Mau kemana kamu, hah?” cegah Chiko sambil menari tubuh Chelsea mendekat.
“Lepas! Apa mau kamu? Aku tidak kenal denganmu.” Ucap Chelsea ketakutan.
“Kamu tidak bisa pergi seenaknya saja, Nona. Aku butuh sesuatu darimu.” Jawab Chiko.
__ADS_1
Chelese pun semakin ketakutan. Dia takut jika Chiko akan berbuat asusila padanya. Apalagi saat ini penampilan Chiko hanya mengenakan handuk saja. dengan mengumpulkan segenap keberaniannya, Chelsea menendangkan kakinya ke belakang hingga mengenai aset berharga milik Chiko. Tidak hanya itu, handuk Chiko pun terlepas begitu saja.
Argghhhh
Chiko berteriak kesakitan sambil memegangi miliknya yang berdenyut setelah mendapatkan tendangan maut dari Chelsea.
Brakkk
Terdengar suara pintu ditutup dengan keras, menandakan Chelsea telah berhasil kabur.
“Tunggu saja pembalasanku!” gumam Chiko penuh amarah.
***
Sementara itu malam ini tampak terlihat dua insan manusia tengah duduk berdua di sebuah kursi panjang yang ada di taman. Di depannya ada dua cangkir minuman yang menemani keduanya menikmati indahnya langit yang bertabur bintang.
Ada perasaan saling nyaman setelah kedekatan yang terjalin antara Reno dan Abi. Namun mereka berdua juga masih awam untuk menyimpulkan tentang arti perasaan ini. jika Reno masih ragu dengan hatinya, namun untuk Abi, dia tidak mau banyak berharap pada sosok pria yang usia terpaut jauh dengannya. Apalagi yang Abi tahu Reno sudah mempunyai kekasih dan dia juga seorang pengusaha besar dan sukses. Pastinya akan memiliki selera tinggi untuk urusan wanita.
“Kamu kedinginan?” tanya Reno saat menoleh dan melihat Abi menggosok telapak tangannya.
“Nggak apa-apa kok, Tuan.” Jawabnya dengan suara bergetar.
Bukannya mengajak Abi masuk ke dalam dan beristirahat, Reno justru menarik Abi ke dalam pelukannya dan memberikan kehangatan.
Jantung Abi semakin tak terkondisikan. Memang dia sudah tidak merasa kedinginan lagi. namun jantungnya dan hatinya sekarang yang tidak aman.
“Sepertinya kamu sangat suka aku peluk, Bi.” Ucap Reno tiba-tiba, dan membuat Abi melotot tajam.
“Nyatanya kamu terlihat sangat nyaman dan betah dalam pelukanku. Apalagi aku bisa merasakan degupan jantungmu saat ini.”
__ADS_1
Abi pun semakin malu mendapat tuduhanh seperti itu. Bisa-bisanya Reno bicara sesuai fakta. Lalu Abi berusaha lepas dari pelukan Reno.
“Saya mau tidur, Tuan. Saya sangat ngantuk.” Ucapnya berusaha melepaskan diri.
“Jangan kemana-mana! Di sini saja.” tolak Reno dengan semakin mengeratkan pelukannya.
Abi mendongak menatap Reno. Dia tidak tahan dengan sikap Reno yang seperti ini terus. Ya, walaupun statusnya sebagai suami istri yang sah. Tapi tetap saja Abi masih ingat dengan perjanjian awal dulu kalau dirinya hanyalah seorang pelayan.
“Tuan, maaf. Jangan seperti ini.” ucap Abi dengan lirih.
“Kenapa? apa kamu tidak suka, hem?” tanya Reno dengan menatap inten mata Abi.
Abi menggelengkan kepalanya pelan, lalu memberanikan diri untuk berbicara. “Tuan, bukankah anda menganggap saya ini hanya pelayan anda? Jadi jangan bersika-“
“Stttt…. Jangan teruskan ucapanmu itu, Bi! Aku tahu apa yang aku ucapkan dulu. Tapi seiring berjalannya waktu, aku sangat nyaman dengan kehadiranmu. Jadi biarkan hubungan ini mengalir.” Ucap Reno.
Abi masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Reno baru saja. apakah itu tandanya Reno akan mencoba membangun hubungan suami istri yang sesungguhnya. apakah benar pria itu sudah mencintainya?
“Lihat aku, Vibi!” pinta Reno.
Abi pun seperti terhipnotis dengan ucapan Reno. Kedua pasang mata itu menatap dalam dengan jarak yang sangat dekat. Sepertinya taburan bintang di langit malam ini akan menjadi saksi keromantisan dua insan yang sedang bercengkrama itu. Tak lama kemudian Reno mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Abi. Mengecupnya berulang kali hingga akhirnya memberikan lumatann yang begitu lembut dan memabukkan.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️