
Selama ditinggal Abi menginap di rumah orang tuanya, Reno menyibukkan dirinya dengan pekerjaan kantor. bahkan di hari pertama Abi tidak di rumah, Reno memilih pulang lebih lembat dari biasanya. Sesampainya rumah dia juga kembali disibukkan dengan pekerjaan.
Sebenarnya bisa saja Reno istirahat sejenak. Namun semua itu dia lakukan demi mengatasi kegalauannya karena tidak ada Abi.
Di kegelapan malam seperti ini, Reno baru menyadari kalau keberadaan Abi telah memberi pengaruh besar terhadap hatinya. Namun entahlah, sampai saat ini pria itu tak kunjung mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya pada Abi.
Reno berdiri di balkon kamarnya sambil menatap langit malam. tangannya menggenggam sebuah kalung.
“Dimanapun kamu berada, aku masih berharap suatu saat bisa bertemu denganmu. Walau sangat kecil kemungkinannya. Niatku hanya ingin meminta maaf dan mengucapkan terima kasih karena kamu pernah menyelamatkan nyawaku.” Gumam Reno sambil memandang kalung itu.
Entah kejadian masa lalu seperti apa yang pernah Reno alami, hingga sampai saat ini dia terus berusaha mencari sosok gadis yang dulu pernah menyelamatkan nyawanya. Mungkin karena itulah yang membuat Reno tak kunjung mengungkapkan perasaannya terhadap Abi, yang benar-benar sangat pedulu padanya. Padahal belum tentu juga gadis kecilnya itu masih hidup atau sudah tidak tinggal di negara ini.
Sedangkan dulu saat menjalin kasih dengan mantannya, Reno tak sepenuhnya memberikan hatinya pada wanita itu. Terlebih setelah mengetahui bahwa kekasihnya telah menghianatinya, membuat Reno hilang kepercayaan dengan yang namanya cinta.
Cukup lama berdiri di balkon kamarnya, membuat Reno semakin kedinginan. Setelah itu dia memilih masuk kamar dan beristirahat.
Keesokan harinya, Reno berangkat ke kantor dengan menyiapkan baju kerjanya sendiri. Bahkan pagi ini dia tidak sarapan. Bagaimana bisa sarapan, karena si koki saja sedang cuti pulang ke rumah orang tuanya.
Reno sampai di kantornya dan kembali melakukan aktivitasnya. Selama Abi tinggal di rumah orang tuanya, Reno sama sekali tidak menghubungi perempuan itu. Karena dia memang sengaja ingin memberi waktu buat Abi bersama keluarganya. Selain itu dia juga tidak mau semakin merindukan Abi yang jelas mengganggu konsentrasi kerjanya.
Saat sedang sibuk dengan beberapa dokumen di tangannya, tiba-tiba saja Yoga datang dengan menyampaikan beberapa hal penting untuk Reno.
“Weekend nanti anda mendapat undangan dari Tuan Alteza untuk datang ke acara pesta ulang tahun pernikahannya.” Ucap Yoga.
__ADS_1
Memang sejak dulu hubungan Reno dengan Tuan Alteza sangat baik. Meskipun dulu pernah gagal bekerjasama dengannya karena insiden ditabrak Abi. Dan saat mendengar nama Tuan Alteza, terlebih anaknya yang bernama Keano, mendadak Reno sangat kesal. Tapi dia mencoba untuk tenang dan bersikap biasa saja.
“Baiklah. Aku akan datang. Apa ada hal penting lagi?” Jawab Reno kemudian.
“Ada, Tuan. Bulan depan anda akan ada jadwal kunjungan ke kantor cabang yang ada di luar negeri. selain itu, di sana anda akan meeting penting dengan klien yang akan mengajukan kerjasama dengan perusahaan.” Lanjut Yoga.
“Ya sudah. Kamu bisa kembali ke tempat kerjamu!”
Reno memang tahu kalau bulan depan adalah jadwalnya melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan canangnya yang ada di luar negeri. Namun saat Yoga mengatakan kalai akan ada meeting penting juga, otomastis dia akan berada di sana dalam waktu yang lumayan lama. Dan dia tidak bisa meninggalkan Abi sendirian di rumah.
“Lebih baik aku ajak Vibi.” Gumamnya setelah menimbang-nimbang.
***
Pukul tujuh malam mobil Reno baru sampai di rumah mertuanya. Di saat itu Sean beserta istri dan anak-anaknya hendak makan malam.
Abi yang sedang berada di teras rumah tampak terkejut saat melihat mobil Reno masuk. Entahlah, dia juga merasa rindu dengan pria itu. Dia segera menyambut pria itu dengan senyuman manis. Reno hanya mengusap lembut kepala Abi. Setelahnya mengajak masuk untuk makan malam bersama.
“Sudah lega, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga?” celetuk Lidia saat melihat anak dan menantunya memasuki ruang makan.
Abi benar-benar malu dengan ucapan Mamanya. Sedangkan Reno tampak bingung dan tidak mengerti maksud dari ucapan mama mertuanya.
“Viana sejak tadi murung, Nak Reno. Tak tahunya memang sedang menantikan kedatangan Nak Reno.” Ucap Lidia menjawab kebingungan Reno.
__ADS_1
Sementara Reno hanya mengangguk dna tersenyum sambil melirik Abi yang sedang menundukkan kepalanya.
Setelah itu mereka semua makan malam bersama. Suasana meja makan tampak ramai. Apalagi dengan adanya dua adik laki-laki Abi yang selalu membuat suasana menjadi ramai.
Dalam hati Reno iri melihat kebersamaan dalam keluarga Abi. Selama hidupnya dia tidak pernah sekalipun merasakan berkumpul dalam keluarga yang utuh seperti ini. semenjak kepergian Mommynya saat dia masih kecil, setelah itu dia hanya tinggal bersama dengan Daddynya. Terlebih beberapa tahun terakhir hubungannya dengan sang Daddy juga sedang tidak baik-baik saja. dan Reno lebih memilih sibuk dengan perusahaan.
Abi mengusap lembut lengan Reno saat melihat pria itu melamun. Abi mengerti apa yang sedang Reno rasakan. Pria itu sepertinya merindukan kebersamaan bersama keluarga. Namun keadaan yang tidak memungkinkan.
Usai makan malam, Reno dan Abi berpamitan pulang. Lidia dan Sean tampak bahagia melihat hubungan anak dan menantunya tampak akur seperti ini.
“Mama tunggu kehadiran si kecil.” Celetuk Lidia saat mengantar Reno dan Abi keluar.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1