Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 93 Perdebatan Sengit


__ADS_3

Cukup lama Lidia dan Sean berada dalam kamar Abi untuk menenangkan putrinya. Baik Lidia maupun Seaan adalah orang tua yang bijaksana. Meskipun tahu bagaimana kondisi rumah tangga anaknya saat ini, namun mereka sama sekali tidak setuju dengan ide Abi yang ingin menggugurkan kandungannya.


“Kalau sampai kamu nekat dan menggugurkan janin tak berdosa ini, kamu bukan lagi anak Mama dan Ayah.” Lidia terpaksa mengancam Abi karena sejak tadi dia terus menangis karena tidak mau mengandung anak itu.


“Besarkan dia dengan kasih sayang, walau kamu membenci Papanya. Ingat, anak itu sama sekali tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa. Nanti jika dia sudah lahir ke dunia, biarkan Mama yang merawatnya. Terserah kamu kalu mau mengakhiri hubungan kamu dengan Reno. Mama hanya berharap yang terbaik saja, dan semoga kamu tidak menyesal jika nanti akhirnya kamu memilih berpisah.”


Kini ucapan Lidia sangat tegas. Meskipun keadaan anaknya sedang bersedih. Tapi Lidia juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada Reno. Harusnya masalah itu diselesaikan berdua dan dibicarakan baik-baik. Tapi sayangnya Abi yang terlanjur sakit hati, dia sama sekali tidak ingin bertemu dengan suaminya itu.


Begitu juga dengan Sean. Dia juga sependapat dengan ucapan istrinya. Yang terpenting saat ini menguatkan Abi dan memberikannya semangat dalam kehamilannya itu. Dan akhirnya Abi patuh dengan ucapan kedua orang tuanya. Asal tidak dipertemukan dengan Reno.


“Lalu mau sampai kapan kamu akan bersembunyi darinya?” tanya Lidia.


“Setidaknya sampai bayi ini lahir, Ma.” Jawab Abi dengan lemah, karena badannya memang kurang fit.


“Ya sudah tenangkan hati kamu dulu. Kamu istirahatlah, Mama akan menemani kamu di sini.” ucap Lidia dan Abi mengangguk.


Sementara Sean memilih keluar dari kamar Abi dan menemui Xander yang sedang berada di ruang tengah, tak jauh dari kamar Abi.


“Biarkan Viana tetap tinggal di sini.” ucap Xander tiba-tiba.

__ADS_1


“Kenapa? Justru kedatanganku kesini untuk menjemput Viana agar ikut pulang bersamaku.” Tanya Sean tidak terima.


“Aku tidak akan membiarkan Viana bertemu dengan baj***an itu sebelum anaknya lahir.”


“Aku peringatkan padamu, Xander! Jangan terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga Viana dan Reno. Aku mengajaknya pulang justru membiarkan mereka membicarakan masalah itu baik-baik. Meskipun nantinya Viana masih menolak bertemu dengan Reno, biarkan dia berada dalam pantauanku.” Sean berdiri, berucap sambil menunjuk Xander.


“Tapi aku tidak mengijinkannya. Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan Viana bertemu dengan dia. Biarkan mereka berpisah tanpa harus bertemu.”


Sean semakin tersulut emosinya. Sikap Xander baginya sudah keterlaluan. Bahkan dirinya yang sebagai orang tua yang ingin mendamaikan anaknya, seperti dihalangi oleh Xander.


“Ingat posisimu, Xander! Kamu tidak lebih dari aku yang sebagai orang tuanya. Meskipun aku bukan ayah kandung Viana. setidaknya aku ingin yang terbaik untuk mereka.” Ucap Sean barpi-api.


“Tidak akan! Karena setelah Viana bercerai, aku akan menjodohkannya dengan Reza. Pria baik hati dan penyayang. Tidak seperti baj***an itu, yang telah menorehkan luka pada Viana.”


“Oh sudah lancang kamu sekarang! sejak dulu aku tidak pernah menuntut anak-anakku harus menjalin kasih dengan siapa. Aku membebaskan mereka, meskipun sekarang Viana sedang mempunyai masalah dengan Reno.” Ucap Sean sambil menarik kerah baju Xander.


Kedua pria paruh baya yang sejak dulu bersahabat baik itu kini tengah melakukan perdebatan sengit memperebutkan Abi. Sean sangat tidak setuju dengan keinginan Xander, walau Reza memang pria baik.


“Memangnya kenapa? Apa kamu masih mengharapkan Viana bersatu dengan suaminya yang jelas-jelas menyakitinya? Atau karena baj***an itu telah menyelamatkan perusahaan kamu?” tanya Xander tak kalah sengit.

__ADS_1


“Cukup!!!” pekik Lidia terkejut saat melihat suaminya sedang berseteru dengan sahabatnya sendiri. Kemudian wanita itu mendekat dan melerai pertengkaran itu.


“Kalian ini apa-apaan? Nggak ingat umur?” Lidia benar-benar geram.


“Memang benar yang kamu ucapkan kalau diam-diam Reno lah telah menyelamatkan perusahaanku. Dan itu dia lakukan jauh sebelum masalah rumah tangganya dengan Viana bermasalah. Lalu apa salahnya kalau aku masih mengharapkan rumah tangga anakku selamat? Aku yakin itu hanya kesalah pahaman.” Ucap Sean dengan tegas.


Lidia terkejut setelah tahu bahwa Reno lah yang menyelamatkan perusahaan suaminya. Sean bahkan belum lama ini mengetahuinya. Reno diam-diam menyuru seseorang datang sebagai investor yang akan menanamkan saham di perusahaan Sean setelah mundurnya Tuan Alteza. Dan karena bantuan dari Reno lah perusahaan Sean bisa kembali normal seperti semula. Jadi Sean sangat yakin kalau Reno memang pria baik.


“Ck, demi materi kamu mengorbankan anak kamu.” Cibir Xander.


“Xander cukup! Lebih baik kalian sekarang bubar. Kalau masih terus berdebat seperti ini, aku akan mengajak Viana pergi dari sini.” pungkas Lidia yang begitu pusing mendengar perdebatan suaminya dan Xander.


Tanpa mereka bertiga ketahui, ternyata sejak tadi Abi menguping pembicaraan itu. Dia beranjak dari tempat tidurnya setelah Mamanya keluar dari kamarnya karena mendengar suara orang sedang ribut. Kini perasaan Abi semakin gamang setelah mendengar semuanya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2