Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 79 Mencengangkan


__ADS_3

Cukup lama Tian melamun, hingga tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dia menyuruh orang itu masuk, dna ternyata yang datang adalah Gavin.


Tian menatap jengah Gavin. Pasalnya pria itu sejak dulu pekerjaannya tidak membuahkan hasil.


“Ada apa lagi?” tanya Tian.


“Setidaknya suruh aku duduk dulu lah, sebelum aku memberikan informasi penting.” Jawab Gavin dan langsung duduk di depan Tian tanpa disuruh.


Tian semakin malas. Namun dia masih berusaha sabar menghadapi Gavin.


“Informasi apa lagi yang ingin kamu berikan setelah berulang kali gagal mendekati baj***an itu?” tanya Tian dengan datar.


“Kemarin aku bertemu dengan Reno di restaurant seafood. Dan sikap Reno padaku tampak aneh tidak seperti biasa yang sangat akrab.”


“Bahkan aku langsung diusir saat hendak ikut bergabung dengannya. Dia kemarin juga tidak sendiri, melainkan bersama seorang model yang pernah aku lihat melakukan pemotretan di perusahaan Reno.” Lanjut Gavin.


Tian terdiam mendengar penjelasan Gavin. Bukankah kemarin dirinya juga berada di restaurant itu saat bertemu dengan Abi. Tapi dia juga tidak bertemu dengan Reno. Mungkin pria itu sudah pergi saat dirinya datang.


“Apa baj***an tahu rencanamu?” tanya Tian dan Gavin hanya mengendikkan bahunya.


“Tapi aku merasa ada yang aneh dengan Reno dan model itu. Sepertinya mereka ada hubungan khusus.”


“Apa kamu tahu siapa model itu?” tanya Tian penasaran.


“Aku lupa siapa namanya. Tapi  setahuku Reno banyak mengontrak model untuk iklan kosmetik di perusahaannya. Tapi yang buat aku heran, sepertinya Reno sedang menutupi sesuatu.”


Tian sejenak berpikir tapi setelah itu menyangkal pikiran buruknya yang menghubungkan Reno dengan Abi. Tidak mungkin mereka berdua saling kenal dan terlibat hubungan khusus. Karena setahu Tian, status Reno masih sendiri semenjak hubungannya dengan Eliza kandas akibat ulahnya.

__ADS_1


“Ya sudah, yang terpenting kamu harus tetap waspada agar baj***an itu tidak mengetahui rencana kamu.”


***


Hari berlalu. Hubungan Reno dan Abi juga seperti biasa. Selalu mesra dalam setiap kesempatan. Reno sangat bersyukur bisa mempunyai istri seperti Abi. Meskipun terkadang sifatnya seperti anak kecil yang masih suka manja, namun Abi adalah sosok istri yang sangat perhatian.


Pagi ini badan Abi terasa sangat lemas. Mau melakukan aktivitas pun rasanya tidak bersemangat. Apakah ini efek dari percintaannya semalam. Tapi biasanya setelah melakukan kegiatan panas itu dia langsung tidur dan badannya akan kembali sehat seperti semula. Namun kali ini sangat berbeda.


Reno yang biasanya bangun paling akhir melihat istrinya masih berbaring di sebelahnya. Tapi matanya sudah terbuka.


“Ren, boleh nggak hari ini aku ijin tidak menjadi istri baik?” Tanya Abi nyeleneh.


“Maksud kamu apa sih, Bi?” Reno bertanya balik sambil mengucek matanya.


“Ya, karena pagi ini aku ingin bermalas-malasan di kamar saja dan tidak bisa menyiapkan semua kebutuhan kamu. Boleh, nggak?”


Bukannya Abi takut dengan ucapan Reno lalu menurutinya, perempuan itu justru terlihat semkain kesal dengan suaminya. dan Abi memilih menutup tubuhnya dengan selimut.


“Kalau aku bilang nggak apa-apa ya jangan dipaksa. Sudahlah, bikin tambah badmood aja pagi-pagi.” gerutu Abi sambil membelakangi Reno.


Reno hanya menghela nafasnya pelan. Kalau sudah begini, alamat istrinya sedang ngambek. Mau tak mau Reno memilih diam dan tidak memaksanya lagi. setelah itu Reno bangun dan masuk kamar mandi untuk bersiap berangkat ke kantor.


Pagi ini Reno pun akhirnya menyiapkan kebutuhannya sendiri. Dia juga hanya makan roti dan segelas susu. Tak lupa Reno juga menyiapkan roti dan susu hangat untuk Abi sebelum pergi ke kantor.


“Sayang, aku berangkat dulu, ya?” pamit Reno sambil mengusap kepala Abi.


Abi mengerjapkan matanya lalu meraih tangan suaminya untuk dicium. Setelah itu dia kembali tidur dengan menutup tubuhnya.

__ADS_1


“Ini sudah aku bawakan roti dan segelas susu hangat. Makan dan minumlah dulu agar badan kamu lebih baik.” Ucap Reno dan dijawab Abi dengan gumaman pelan.


***


Weekend ini Reno mendapatkan undangan dari salah satu rekan bisnisnya untuk datang di acara pesta pertunangan anaknya. dan ini adalah pertama kalinya Reno mengajak Abi pergi ke acara seperti ini. mungkin ini saatnya Reno mengenalkan Abi sebagai istrinya di depan rekan bisnisnya. Abi pun sangat senang. Walau sebelum berangkat sempat drama karena perutnya mual-mual.


“Sayang, lebih baik kamu istirahat saja di rumah. aku akan batalkan saja tidak jadi pergi ke pesta itu.” Ucap Reno khawatir.


“Kamu lihat sendiri, aku sudah baikan bukan? Tenang saja. nanti pulang dari pesta aku mau periksa ke rumah sakit.” Ucap Abi meyakinkan.


Abi sepertinya sedang merencanakan sesuatu, tapi entah itu apa. Namun yang pasti dia sangat bahagia. Dia akan tetap memaksa Reno untuk datang ke pesta, walau itu bukan tujuan utamanya.


“Ya sudah, baiklah kalau mau kamu begitu. Janji ya kita ke rumah sakit? Nanti kita ke pestanya sebentar saja, asal terlihat oleh si tuan rumah kalau aku sudah bersedia datang.” Ucap Reno dan diangguki oleh Abi.


Beberapa saat kemudian Reno dan Abi sudah tiba di salah satu hotel termegah di kota. Reno berjalan sambil merengkuh pinggang Abi dengan mesra. Sontak saja pemandangan itu tak luput dari sorot mata orang-orang yang mengenal Reno. Mereka semua tampak terkejut melihat kehadiran Reno dengan seorang wanita cantik yang mereka tahu seorang model terkenal.


Namun ada seseorang yang melihat kemesraan Reno dan Abi dengan tatapan penuh amarah. Hatinya panas setelah mengetahui fakta yang mencengangkan.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2