Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 43 Hukuman


__ADS_3

Akhirnya Chiko keluar dari ruangan Reno, karena sangat malas berdebat dengan pria itu. Apalagi waktu masih pagi.


Sedangkan Reno mulai membuka box nasi pemberian Abi tadi. baaru saja membuka penutupnya, Reno sudah bisa mencium harum aroma masakan Abi. Katakanlah dia sedang kesal dengan orangnya, tapi tidak dengan masakannya.


Setelah menghabiskan makanan itu hingga tandas, perut Reno terasa kenyang. Barulah ia mulai memimpin meeting pagi ini dengan tenang.


***


Sementara itu saat ini Abi sedang duduk sendiri di balkon kamarnya. Tatapannya menerawang jauh. Perempuan itu sedang dilanda kegunadahan. Tapi tidak tahu apa penyebabnya.


Abi merasa bosan dengan hidupnya akhir-akhir ini. terlebih mengenai hatinya. Dia lelah. Dia merindukan kebebasannya seperti dulu. Saat masih menjalani pemotretan, bisa berkumpul dengan teman-teman sesama model, atau bahkan bisa bertemu dengan orang tuanya kalau sedang merasa kesepian di apartemen. Namun semenjak menjadi istri Reno, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat.


Apakah benar pria itu sudah menganggapnya istri? Menyatakan cinta saja tidak pernah keluar dari mulut Reno. Bukan Abi ingin pembuktian, tapi lebih tepatnya dia menginginkan kepastian. Apalagi selama ini dia selalu terkurung dalam penjara Reno.


Perlahan Abi mengusap sudut matanya yang berair. Dia sangat merindukan Mamanya. Kabarnya saja dia tidak tahu sampai saat ini.


Tanpa terasa Abi duduk seharian di balkon kamar sampai waktu menjelang sore. Dia sampai melupakan makan siangnya. Bahkan menyiapkan kebutuhan Reno saja dia tidak ingat sama sekali.


Cklek


Reno yang sudah pulang dari kantor membuka kamarnya masih sama seperti saat dia meninggalkannya tadi pagi. biasanya di atas ranjangnya sudah ada baju ganti yang disiapkan oleh Abi. Tapi hari ini tidak. Reno mencoba bersabar. Dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu sebelum menemui Abi.


“Air hangat untukku mandi saja sampai tidak kamu siapkan. Apa perasaan kamu sudah mulai berubah, Bi?” Gumam Reno.


Tidak lama Reno menghabiskan waktu di kamar mandi. pria itu segera keluar kamar setelah badannya terlihat segar. Lalu ia memasuki kamar sebelah, yakni kamar Abi.

__ADS_1


Suasana kamar Abi tampak gelap. Reno sedikit was-was jika Abi melarikan diri darinya. Namun setelah itu dia melihat pintu balkon yang terbuka. Dia mendekat dan melihat Abi sedang duduk di atas kursi sambil menelungkupkan kepalanya di antara pa-ha dan lutut.


“Mau sampai kapan kamu duduk di situ?” tanya Reno dengan nada datar.


Abi mendongak dengan mata yang terlihat sembab. Dia terkejut saat melihat langit sudah hampir gelap, dan Reno sudah berganti pakaian dengan baju santai.


“Maaf. Aku akan menyiapkan makan malam. aku lupa belum memasak.” Ucap Abi mengabaikan pertanyaan Reno.


Reno menghadang langkah Abi. Dia sungguh kesal dengan Abi yang seperti sedang menghindarinya.


“Begitukah kamu menyambut kedatanganku dari kantor?” tanya Reno tanpa menatap wajah Abi.


“Maaf. Aku seharian ini aku terlalu asyik dengan kesendirianku hingga lupa waktu.” Jawab Abi disertai sindiran.


“Aku tidak menerima maafmu.” Jawab Reno dengan dingin.


Mereka berdua terdiam cukup lama dengan posisi yang sama. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang memulai berbicara. hingga akhirnya Abi yang mengalah. Menekan kuat ego dalam hatinya.


“Aku lelah, Ren! Tolong lepaskan aku!” ucap Abi lirih.


“Apa kamu bilang? Katakan sekali lagi!” bentak Reno, namun tak sedikitpun membuat Abi terkejut.


“Lepaskan aku! aku lelah dengan semua ini.” jawab Abi dengan terisak pilu. Akhirnya dia tidak mampu menahan kesedihannya sendiri. Biarkan Reno kembali memakinya. Atau berbuat kasar lagi seperti sebelumnya.


Grep

__ADS_1


Tiba-tiba saja Reno memeluk Abi dengan erat. Dia merasakan tubuh bergetar Abi yang sedang menahan tangis. Dia tahu apa yang sedang dirasakan perempuan itu. Tapi Reno melakukan itu semua demi kebaikan Abi juga.


“Aku rindu Mama.” Ucap Abi sambil terisak.


Tak lama kemudian Reno mengurai pelukannya. Mungkin tidak ada salahnya jika membiarkan Abi bertemu dengan keluarganya. Tapi untuk mengajaknya keluar, sepertinya tidak untuk saat ini.


“Maafkan aku, Bi! Baiklah. Kapan kamu mau pulang? aku akan mengijinkan kamu bertemu dengan kedua orang tua kamu.” Ucap Reno sambil mengusap pipi Abi yang basah.


“Apa benar kamu memperbolehkan aku bertemu dengan kedua orang tuaku?” tanya Abi memastikan, dan dijawab Reno dengan anggukan kepala.


“Aku akan memberikanmu waktu dua hari untuk pulang. dan aku sendiri yang akan mengantarmu. Tapi maaf, aku tidak bisa ikut tinggal di sana.”


Abi awalnya senag mendengar Reno mengijinkan pulang, tapi saat pria itu mengatakan hanya mengantarnya saja, Abi merasa ada sesuatu yang janggal dengan Reno.


“Kamu jangan berpikiran buruk. Pekerjaanku sangat banyak di kantor. atau kamu tidak jadi pulang?” ucap Reno dengan memberi sedikit ancaman.


“Baiklah. Aku mau. Dan bisakah malam ini kamu antar aku pulang?”


“Tidak, Vibi! Besok pagi. malam ini kamu harus menjalani hukuman karena seharian ini telah mengacuhkanku.” Jawab Reno dengan enteng tanpa mempedulikan perubahan wajah Abi.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2