
Dua kali Xander merasa ada kejanggalan. Pertama dari ucapan Reno. Dan yang kedua dari kakak iparnya. Tidak ingin semakin terhasut oleh pikiran buruknya, Xander segera mengalihkan topik pembicaraan. Dia juga tidak ingin melihat raut kesedihan di wajah kakak iparnya. Karena seharusnya pria itu sedang bahagia dengan kehadiran cucu pertamanya yang baru saja lahir.
Seharian penuh Xander berada di rumah Reno hanya untuk menemani kakaknya. Banyak hal yang ia ceritakan tentang kehidupannya semenjak tinggal di negara ini. Tuan Hadiata menyimak semua cerita Xander dengan berbagai macam ekspresi. Bahkan pria itu tertawa lepas saat Xander menceritakan perjalanan cintanya bersama sang istri.
“Watak kamu itu sama seperti kakak kamu, Sonia. Dan watak Sonia diturunkan pada Reno. Jadi kalian berdua sama saja saat menghadapi wanita pujaan kalian.” gurau Tuan Hadiata.
“Ya mungkin seperti itu. Bahkan dulu aku sangat membenci Reno, karena menurutku dia terlalu tua untuk Viana.” lanjut Xander diiringi gelak tawa.
***
Beberapa hari berlalu. Reno masih disibukkan dengan urusan pekerjaan. Bahkan hampir setiap hari ia selalu lembur. Namun rasa lelahnya lenyap begitu saja saat melihat wajah tampan bayi mungilnya itu. Walau saat pulang dari kantor, Rafael selalu tidur.
“Ren, lebih baik kamu segera istirahat. Tubuh kamu butuh istirahat.” Ucap Abi yang sudah berdiri di samping suaminya yang sedang melihat Rafael tertidur pulas.
Reno menengok ke arah istrinya lalu menyunggingkan senyum. Setelah itu dia menarik Abi ke dalam pelukannya.
“Terima kasih, Sayang. Terima kasih kamu selalu mengerti dan memahami aku. aku sangat beruntung memiliki istri seperti kamu.” Ucap Reno dengan mengeratkan pelukannya.
Abi mengurai pelukannya setelah itu mengulas senyum termanisnya pada Reno.
Cup
Reno mendaratkan kecupan lembut di bibir Abi. wanita itu terkejut takut jika Reno akan meminta lebih. Namun belum hilang keterkejutannya, Reno kembali mendaratkan ciuman lembut di bibir Abi. pria itu memagut lembut bibir istrinya yang telah lama ia rindukan. Karena selama ini dia tidak punya banyak waktu untuk sekadar bermesraan dengan Abi.
Malam ini, Reno menumpahkan segala perasaan rindunya terhadap sang istri. Tidak ada napsu yang menggebu dalam pagutan itu selain rasa rindu yang mendalam. Abi juga merasakan hal yang sama.
“Aku sangat mencintaimu, Bi.” Ucap Reno setelah melepas pagutannya lalu menempelkan keningnya dengan kening Abi.
__ADS_1
“Aku lebih mencintaimu, Ren.” Jawabnya sambil menatap dalam netra Reno.
“Berjanjilah untuk selalu menjaga cinta kita ini. sampai kapan pun dan apa pun yang terjadi nanti.” Lanjut Reno.
Abi hanya menganggukkan kepala. Namun air matanya mengalir begitu deras saat mendengar ucapan mendalam yang keluar dari bibir suaminya.
“Ini sudah malam. lebih baik kita segera istirahat.” Ajak Reno kemudian.
*
Keesokan paginya semua orang sudah berkumpul di ruang makan. Termasuk Xander. Sedangkan istri dan anak-anak Xander sudah pulang lebih dulu ke kota B. sedangkan Xander masih berada di rumah Sean karena permintaan Sean. Hanya saja Xander tidak mengatakan pada Reno kalau sebenarnya dia ikut memantau perkembangan perusahaan Reno yang sedang mengalami masalah.
“Ma, Yah, Om lusa Reno akan keluar kota karena ada proyek yang perlu ditinjau.” Ucap Reno memberitahu semua orang yang ada di ruang makan.
Abi hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya. Karena tadi pagi Reno sudah lebih ddulu memberitahunya. Meskipun Abi merasa berat jika harus berjauhan dengan sang suami, namun ia tidak bisa mencegahnya.
“Apa kamu butuh bantuan, Om? Maksud Om selama Om masih berada di kota ini.” Xander mencoba menawarkan bantuan.
Sean dan Xander saling lirik kemudian menganggukkan kepalanya. Mereka berdua tidak lagi berdebat dan memaksa Reno. Cukup ikut bekerja dari belakang saja.
**
Hari keberangkatan Reno ke luar kota tiba. Sehari sebelumnya ia sudah menyerahkan semua pekerjaannya pada Chiko dan juga Yoga. Reno memang sangat percaya pada sahabatnya, termasuk mengenai rencananya yang tidak diketahui oleh siapapun.
Pagi tadi Reno sudah berpamitan pada istri dan semua keluarganya kalau siag nanti ia akan berangkat keluar kota. Termasuk Daddy-nya juga.
Kini Reno sudah siap dengan koper bawaanya. Dia menyuruh seseorang untuk memasukkan kopernya ke dalam mobil. Karena Reno akan melakukan kunjungan proyek barunya kurang lebih selama empat hari.
__ADS_1
“Ren, kamu yakin berangkat sendiri?” tanya Chiko sedikit ragu.
Ada kegelisahan dalam hati Chiko melihat sahabatnya yang akan bepergian jauh. Namun ia juga tidak bisa menceegah kepergian Reno.
“Aku sangat yakin. Tolong kamu lakukan semua tugas yang aku perntahkan, Ko!”
“Baiklah. Kamu hati-hati, Ren!”
Reno mengagguk dan tersenyum. Setelah itu ia keluar dari ruangannya dan berjalan menuju basement.
Reno berjalan santai. Bahkan ia yang jarang tersenyum pada beberapa karyawannya, kini ia membalas sapaan karyawannya yang kebetulan lewat berpapasan dengannya.
“Selamat jalan, Reno!” gumam salah satu karyawan tanpa ada yang mendengarnya.
**
Abi yang sedang berada di rumah menggendong Rafael, perasaannya sejak tadi tampak cemas. Meskipun suaminya sudah berpamitan tadi pagi, namun sampai siang ini pesan yang kirim pada Reno tak kunjung mendapat balasan. Mencoba untuk melakukan panggilan, justru ponsel Reno berada di luar jangkauan.
Untuk menghilangkan rasa cemasnya, akhirnya Abi memilih duduk di sofa ruang tengah sambil menonton acara tv. Namun tiba-tiba saja denyut jantung Abi serasa berhenti saat menonton acara Breaking News yang mengabarkan berita tentang kejadian sebuah kecelakaan. Kecelakaan tunggal sebuah mobil hingga masuk ke jurang. Dan mobil itu, Abi sangat mengenalinya meskipun keadaannya sudah hancur.
“Tidak! Tidak mungkin!!!!” Teriak Abi histeris saat melihat mobil suaminya yang terlibat kecelakaan tunggal itu.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️