Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 137 Keluarlah!


__ADS_3

Abi benar-benar merasa seperti sedang melakukan malam pertama. pasalnya ini adalah pertama kalinya ia kembali melakukan hubungan suami istri pasca melahirkan. Dan rasanya benar-benar seperti perawan.


Awalnya memang terasa sangat sakit. Mungkin si junior milik Reno sedikit tidak sabar hingga mengenai bekas luka jahitan di **** ***** Abi.


“Sayang, maafkan aku jika menyakiti. Aku akan berhenti jika kamu benar-benar tidak ingin melanjutkannya.” Bisik Reno saat merasakan hembusan nafas kasar istrinya.


“Aku nggak apa-apa.” Jawab Abi berusaha tenang.


Setelah kegiatan mereka berdua sempat terjeda, Reno kembali melanjutkannya. Abi juga kembali rileks saat Reno memberikan ciuman lembut pada bibir sang istri. Hingga akhirnya mereka berdua bekerja bersama-sama untuk mencapai satu tujuan yang sama.


Peluh keringat malam itu membasahi tubuh masing-masing dan menjadi saksi perjalanan cinta mereka berdua setelah badai besar menghantam rumah tangganya.


Suara lenguhan panjang yang keluar dari bibir masing-masing menandakan akhir dari petualangan indah malam ini. keduanya sama-sama puas. Bahkan Abi sudah tidak merasa takut, apalagi kesakitan lagi.


“Ayo kita tidur, Sayang! Ini sudah larut. Ternyata Raffael malam ini sangat pintar. Dan semoga malam-malam selanjutnya bayi itu akan terus pengertian terhadap orang tuanya.” Ucap Reno diakhiri gurauan.


Abi tak menimpali ucapan sang suami. dia merapatkan tubuhnya untuk mencari tempat ternyaman yang akan mengantarnya menuju alam mimpi. Dan tidak menunggu lama, Abi lebih dulu terlelap. Kemudian disusul oleh Reno.


***


Hari berganti hari. Kehidupan rumah tangga Reno dan Abi sangat bahagia setelah kehadiran sosok bayi tampan bernama Raffael itu.


Karena keseharian Abi merawat Raffael seorang diri, Reno tidak tega untuk membuat istrinya kelelahan dalam merawat anaknya. akhirnya ia memutuskan untuk mencari baby sitter yang akan membantu istrinya merawat Raffael. Abi pun tidak menolak. Walau sebenarnya ia mampu meerawatnya sendiri, tapi dalam hati kecilnya merasa bahwa sang suami merasa terabaikan, jika ia hanya fokus dengan Raffael.


Abi juga sangat cocok dengan baby sitter yang sudah dipilihkan suaminya, karena Raffael juga sangat nyaman bersama wanita paruh baya yang berusia sekitar sempat puluh lima tahun itu.


*

__ADS_1


Siang nanti Abi akan pergi ke kantor suaminya untuk mengantar makan siang sesuai dengan permintaan Reno. Abi juga sudah memberitahu Bu Mira, baby sitter Raffael.


Saat jam sudah menujukkan pukul sebelas siang, Abi sudah menyiapkan bekal makan yang akan dibawa ke kantor.


“Bu, Abi pergi dulu ya? Titip Raffael! Nanti kalau dia menangis, Bu Mira hubungi saja ke ponsel Abi.” ucap Abi memberi pesan pada Bu Mira.


“Baik, Nyonya!” jawab wanita itu.


Tak lama kemudian Abi berangkat menujun kantor suaminya dengan diantar sopir pribadi. Meskipun Abi bisa mengendarai mobil sendiri, rupanya Reno tak membiarkan istrinya pergi dengan menyetir seorang diri.


Sesampainya di kantor, Abi mendapat sambutan hangat dari karyawan suaminya. mereka menunduk hormat pada Abi. setelah itu ia segera menuju ruang kerja Reno.


“Nyonya maaf, Tuan Reno masih ada meeting. Tadi beliau berpesan pada saya agar anda menunggunya di dalam saja.” ucap Yoga dengan sopan.


Abi hanya mengangguk setelah itu dia masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


Buru-buru Abi bersembunyi di balik pintu, setelah selesai menyiapkan makan siangnya. Mungkin dalam waktu lima menit, pintu itu akan terbuka dan muncullah orang yang sejak tadi ditunggunya.


Abi berdiri dengan perasaan gugup. Dia yang mau mengerjai sang suami, tapi dia yang gugup. Lalu perlahan dia menarik nafas sebelum akhirnya melihat handel pintu bergerak.


Cklek


Grep


“Surprise!!!”


Ucap Abi sambil memeluk sosok pria yang baru saja masuk ruang kerja itu. Satu detik, dua detik, tiga detik, Abi mengira suaminya akan terkejut, tapi kenapa tidak ada reaksi apa-apa. Bahkan dia semakin mengeratkan pelukannya pun Reno masih diam saja.

__ADS_1


“Apa-apaan kamu, Bi?” sentak suara seseorang yang sejak tadi ditunggunya. Namun tunggu dulu, kenapa suara itu terdengar dari belakang. Lalu siapa pria yang sedang ia peluk saat ini.


“Astaga!” pekik Abi terkejut ternyata pria yang dipeluk adalah Yoga.


Sedangkan Yoga sendiri sejak tadi diam karena selain terkejut mendapat pelukan dari istri bosnya, dia juga takut kalau sebentar lagi akan mendapat amukan dari Reno.


“Ma.. maaf!” ucap Abi dengan lirih setelah menyadari kesalahannya.


“Yoga, keluar dari ruanganku sekarang juga!” suara tajam Reno seketika merontokkan hati Yoga dan juga Abi.


Yoga keluar begitu saja tanpa berani menatap wajah bosnya yang sangat menyeramkan. Setelah pintu tertutup, Reno mengabaikan istrinya dan berjalan menuju kursi kerjanya. Abi yang tahu dengan kemarahan sang suami, dia terus berusaha meminta maaf.


“Maafkan aku, Ren! Aku benar-benar tidak sengaj-“


Reno mengangkat tangannya pertanda agar istrinya tidak bicara lagi. moodnya benar-benar hancur. Setelah beberapa jam di ruang meeting yang menguras banyak tenaga dan emosi, kini moodnya semakin hancur dengan perbuatan istrinya yang salah peluk pria lain.


Abi masih tetap berdiri di hadapan suaminya. dia benar-benar takut dan bersalah atas sikap cerobohnya tadi.


“Keluarlah!”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2