Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 133 Menemani Chiko


__ADS_3

Sontak saja ketiga pria itu melotot tajam setelah mendengar ucapan Reno. Namun sayangnya mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Dan hanya bisa pasrah menanti ajal menjemputnya.


Sean dan Xander menyunggingkan senyum puas setelah tahu kandungan dai cairan itu. Mereka berdua juga salut terhadap cara kerja Reno. Entah dari mana Reno mendapatkan obat-obatan itu, yang Sean tahu bahwa menantunya itu bukanlah orang sembarangan.


“Ayah, Om, Reno pergi ke rumah sakit dulu. Reno ingin memastikan kalau keadaan Chiko baik-baik saja.” pamit Reno lalu bergegas pergi dari markas itu.


Sementara Reno meminta dua anak buahnya tetap berjaga di markas untuk memantau perkembangan kondisi ketiga pria yang sedang menanti ajalnya itu.


Sepeninggal Reno, Sean memutuskan untuk kembali ke kantor. sedangkan Xander pulang ke rumah Sean untuk mengambil sesuatu, dan berlanjut pergi ke rumah kakak iparnya.


**


Abi tampak terkejut saat mendengar kabar dari Xander kalau saat ini suaminya sedang berada di rumah sakit karena menemani Chiko yang sedang terluka parah. kebetulan di sana juga ada Chelsea yang sedang berkunjung setelah mendengar kembalinya suami sahabatnya yang sempat dikabarkan meninggal.


Bagaimanapun juga Chiko ikut membantu suaminya. Abi pun ikut kasihan mendengar kabar buruk tentang Chiko. Akhirnya ia meminta ijin pada Mamanya untuk pergi ke rumah sakit.


“Baiklah. Biarkan Raffael Mama yang jaga. Tapi kamu harus pergi diatar oleh sopir, Vi!” ucap Lidia, dan disetujui oleh Abi.


“Vi, tunggu! Aku ikut!” ucap Chelsea menghentikan langkah Abi.


“Baiklah, ayo!”


**

__ADS_1


Abi berjalan tergesa menuju ruangan dimana saat ini Chiko tengah menjalani operasi. Tadi dalam perjalanan, Abi diberitahu oleh suaminya tentang kondisi Chiko yang sedang menjalani operasi setelah mendapat luka tusuk yang cukup dalam di bagian bahunya.


Sedangkan Chelsea yang berjalan di belakang Abi juga tak kalah cemas setelah tahu bagaimana keadaan Chiko. Entahlah, bagaimana perasaan Chelsea sebenarnya pada Chiko. Meskipun pria itu telah berulang kali menyakiti hatinya dengan kalimat kasarnya, tapi tidak memungkiri kalau hatinya sudah jatuh pada pria yang berstatus dud aitu. Tapi sayangnya Chelsea ingat dengan statusnya sendiri kalau sudah mempunyai kekasih.


“Reno! Bagaimana keadaan Om Chiko?” tanya Abi menghampiri suaminya yang sedang duduk di depan ruang operasi.


“Sayang, harusnya kamu tidak perlu datang kesini. Chiko akan baik-baik saja.” jawab Reno sambil memeluk istrinya.


“Tapi aku sangat khawatir dengan keadaan Om Chiko. Apalagi dia.” Ucap Abi sambil melirik Chelsea yang sejak tadi terdiam. Sedangkan yang dilirik hanya membuang muka.


Akhirnya mereka bertiga memutuskan duduk di kursi tunggu depan ruang operasi. Sementara beberapa anak buah Reno yang terluka tadi sudah mendapatkan perawatan.


Selama kurang lebih empat jam menunggu, akhirnya operasi selesai. dokter keluar dari ruangan operasi dan mengatakan kalau operasi berjalan dengan lancar. Hanya saja pasien masih belum sadarkan diri akibat reaksi obat bius.


Tampak beberapa perawat mendorong brankar Chiko untuk memindahkannya menuju ruang perawatan. Pria itu terlihat sangat pucat dengan mata yang masih terpejam.


“Sayang, tenanglah! Chiko itu pria yang kuat. Aku yakin dia baik-baik saja, dan akan cepat pulih.” Ucap Reno menenangkan istrinya.


Ketiga orang itu sudah masuk ke dalam ruang perawatan Chiko. Sepertinya reaksi obat bius itu masih lama membuat Chiko bangun. Dan Abi juga tidak bisa berlama-lama di sana, mengingat anaknya juga masih membutuhkannya.


“Lebih baik kita pulang saja, nanti akan ada orang yang menjaga Chiko.” Ajak Reno pada istrinya dan juga Chelsea.


“Ehm, kalian berdua saja yang pulang. aku pulang nanti saja.” ucap Chelsea yang membuat Reno dan Abi cukup tercengang.

__ADS_1


Tak ingin terlalu mau tahu tentang perasaan sahabatnya terhadap Chiko, akhirnya Abi menyetujui ucapan Chelsea. Dia pun segera menggandeng suaminya untuk keluar dari ruangan itu. Biarlah Chelsea berdua dengan Chiko. Lagi pula mereka berdua juga tidak anak berbuat macam-macam.


“Sayang, memangnya Chelsea menyukai Chiko?” tanya Reno sangat penasaran.


Abi hanya mengendikkan bahunya sebagai jawaban. Namun dia sangat yakin kalau antara Chiko dan Chelsea sama-sama saling suka.


“Bukankah Chelsea suah punya kekasih?” Tanya Reno.


“Dari mana kamu tahu?” tanya Abi terkejut, walau memang kenyataannya benar.


“Chiko pernah cerita kalau dia menyukai seseorang, tapi sayangnya orang itu sudah mempunyai kekasih. Dan aku rasa yang dimaksud Chiko adalah Chelsea.” Jawab Reno dengan pandangan lurus ke depan.


Sementara itu Chelsea kini sedang duduk di tepi brankar. Tatapannya sendu yang tertuju pada wajah pucat Chiko. Kemudian dia memberanikan diri menyentuh tangan Chiko dan mengusapnya dengan lembut.


Taka ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Chelsea. Tapi tidak tahu jika hatinya yang bicara.


Cukup lama Chelsea menemani Chiko. Dan tangannya juga masih menggenggam tangan Chiko, hingga akhirnya ia merasa ada pergerakan dari tangan itu. Lalu dengan cepat Chelsea melepas genggaman tangannya. dan secepat mungkin keluar dari ruang rawat Chiko sebelum diketahui oleh pria itu.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2