Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 65 Sengaja Menggoda


__ADS_3

“Terima kasih, Sayang. Lain kali lebih aktif lagi!” bisik Reno di saat mata Abi sudah hampir terpejam.


“Hmm…” jawabnya dengan gumaman.


“Sayang, kamu nggak mandi dulu?” tanya Reno sengaja mengganggu istrinya yang sudah ngantuk.


“Ishh… nanti saja, Ren! Aku sangat lelah dan ngantuk.” Jawab Abi lalu berbalik badan dan memeluk guling.


Reno hanya terkekeh milihat tingkah lucu dan menggemaskan istrinya. Setelah itu dia menutup tubuh polos Abi dengan selimut. Dirinya juga ikut bergabung di sana.


Sementara itu Chiko saat ini di kantor sudah berulang kali menelepon Reno. Sampai panggilan ke delapan, Reno tak juga menerima panggilan itu. Padahal Reno tadi hanya bilang mau keluar sebentar. Dan sampai waktu hampir menjelang sore, sahabat sekaligus bosnya itu tak kunjung kembali. Padahal saat ini dia sangat membutuhkan tanda tangan Reno sebelum jam pulang kantor.


Inilah yang membuat Chiko kesal jika bekerja dengan sahabatnya sendiri. terlebih sahabatnya itu adalah bosnya. lebih tepatnya bos yang selalu berbuat seenaknya sendiri. Untung saja Reno baik padanya, kalau tidak mungkin sudah sejak lama Chiko memberi racun tikus pada sahabatnya itu.


“Lebih baik ke rumahnya saja. dia pasti sedang di rumah.” gumamnya.

__ADS_1


Akhirnya Chiko memutuskan pergi ke rumah Reno hanya ingin meminta tanda tangan. Sesampainya di rumah Reno, seperti biasa Chiko akan langsung masuk begitu saja. karena hanya dirinya dan Yoga saja yang sudah mendapat ijin keluar masuk rumah Reno.


Langkah Chiko terhenti saat sedang berjalan menuju ruang kerja Reno. Dia mencium bau masakan yang sangat menggugah selera hingga membuat perutnya keroncongan. Lalu Chiko memutuskan untuk masuk ke dapur terlebih dulu dan memastikan kalau Abi memang sedang memasak.


Chiko menelan ludahnya kasar bukan karena bau masakan yang enak. Namun penampilan Abi yang sangat menggoda membuat jiwa kelelakian pria itu meronta. Pasalnya saat ini Abi hanya memakain celana pendek di atas paha dan atasan dengan belahan da-da rendah.


Abi tidak sadar kalau ada Chiko yang terus memperhatikannya. Seperti magnet yang berbeda kutub bertemu, Chiko melangkahkan kakinya mendekati Abi. Matanya terbelalak saat melihat leher jenjang perempuan itu penuh dengan tanda merah.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Reno yang sudah berdiri tak jauh dari Chiko.


Bukan hanya Chiko saja yang terkejut. Tapi Abi juga. namun aura Reno tampak berbeda, seperti ingin menelan orang hidup-hidup.


“Baru saja, Vi. Kamu sedang masak apa?” tanya Chiko dengan gugup dan mengabaikan Reno.


“Kamu mau aku pecat atau pindah di kantor cabang yang ada di luar negeri, Ko?” tanya Reno dengan suara dingin.

__ADS_1


Sontak saja Chiko langsung berbalik badan menatap sahabatnya. Tatapan mata Reno yang tak ramah Sudha cukup membuat Chiko peka. Akhirnya pria itu mengurungkan niatnya untuk ngobrol dengan Abi.


“Aku hanya ingin meminta tanda tanganmu saja. sejak tadi aku hubungi, tapi kamu sama sekali tidak mengangkat teleponku.” Ucap Chiko cuek.


Reno tak menggubris ucapan Chiko. Dia langsung menandatangani berkas itu, lalu meminta Chiko segera pulang.


“Apa kamu sengaja menggoda Chiko, hem?” tanya Reno yang sudah memeluk Abi dari belakang.


“Aku… aku tidak tahu kalau Om Chiko masuk… dap..pur.” jawab Abi dengan suara tertahan. Pasalnya saat ini Reno sedang menggigit lembut telinganya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2