
Malam ini tampak sepasang suami istri tengah berada di sebuah hotel mewah tepatnya di luar negeri. Pasangan suami istri itu yang tak lain adalah Reno dan Abi. Ya, saat ini mereka akan menghabiskan malam panjangnya di sebuah hotel mewah. Sementara Raffael bersama baby sitter di rumah Daddy-nya.
“Apa kamu yakin kalau Chelsea sudah melihat langsung kebejatan Jo?” tanya Abi pada suaminya sambil meminum segelas jus leci.
Saat ini mereka berdua sedang berada di balkon kamar hotel, tepatnya sedang melakukan dinner romantis sebelum melakukan ritual buan madu.
“Aku sangat yakin, Sayang. Baru saja anak buahku mengabarkan kalau Chelsea melihat dengan jelas tentang kebusukan kekasihnya.” Jawab Reno.
Ya, ternyata orang asing yang telah mengirim foto Jo bersama wanita lain di sebuah Club adalah orang suruhan Reno atas permintaan sang istri. Abi tidak tega jika melihat sahabatnya terluka karena ulah Jo. Maka dari itu dia ingin memastikan kalau Jo bukanlah sosok pria yang baik buat sahabatnya.
“Ya sudah, semoga setelah ini akan menjadi peluang besar buat Om Chiko mendekati Chelsea.” Sahut Abi dengan tersenyum senang.
Sayangnya anak buah Reno tidak lagi mengawasi kejadian apa yang menimpa Chelsea setelah perempuan itu memergoki kekasihnya bersama wanita lain.
Reno dan Abi sudah menyelesaikan makan malam romantis itu. Tak lama kemudian Reno berjongkok di hadapan Abi dengan memberikan sebuah kotak bludru berwarna maroon.
“Sayang, maaf jika dulu aku tidak sempat melamarmu. Bahkan pernikahan kita dulu tidak semanis pernikahan pada umumnya. Maka dari itu, aku ingin melakukannya sekarang. maukah kamu menjadi teman hidupku sampai akhir hayat nanti? Menjadikan tempat berindung bagi anak-anak kita nanti? Aku mencintaimu lebih dari hidupku, Viana Abigail, Vibiku!”
Awalnya Abi merasa lucu dengan tindakan suaminya yang tiba-tiba melamarnya di saat keduanya sudah resmi menikah. bahkan sudah memiliki anak. Namun mendengar ucapan manis sang suami, membuat Abi tersentuh, haru, sekaligus bahagia. Abi menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan Reno.
“Aku mau. Aku juga sangat mencintaimu, Suamiku!” jawab Abi.
Reno berdiri lalu mengambil kalung dalam kotak itu dan memakaikannya pada sang istri. Dia meminta Abi berbalik badan. Abi memegangi kalung yang indah itu dengaan takjub. Setelah itu Reno mencium Pundak istrinya dengan lembut. Rasanya malam ini seperti hanya milik mereka berdua. Apalagi langit malam hari yang begitu indah dengan banyak bintang bertaburan.
__ADS_1
Reno tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan indah ini. menjadikan taburaan bintang di langit itu saksi cintanya terhadap wanita yang paling dia cintai.
Ciuman yang awalnya di Pundak mulus Abi, kini semakin naik ke leher jenjangnya. Abi menahan geli, namun tetap menikmati sapuan lidah sang suami yang tak bisa ia tolak.
Dalam sekali gerakan, Reno memutar tubuh Abi hingga berhadapan. Kemudian ia mulai mencium, *3***** bibir manis istrinya yang selalu memabukkan.
Abi mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher Reno untuk semakin memperdalam ciumannya. Begitu juga dengan Reno yang semakin merapatkan tubuh Abi dengan tubuhnya.
Nafas mereka terengah-engah setelah ciuman itu berakhir. Pandangan mereka kini berubah dipenuhi oleh kabut gairrah seolah ingin secepatnya melakukan penyatuan.
Tangan Reno menarik resleting baju di balik punggung sang istri. Setelah itu nampakklah tubuh indah Abi setelah gaun itu terlepas dan jatuh ke lantai.
“Reno, jangan di sini!” cegah Abi saat tangan sang suami akan menyentuh bagian aset berharganya.
Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, dengan cepat Reno menundukkan tubuhnya agar bisa meraih dua aset milik istrinya yang sangat menantang itu. Tak lupa ia berusaha melepas kancing kemejanya sendiri.
Akhirnya malam itu adalah malam panjang bagi pasangan suami istri yang tengah dilanda bahagia dalam rumah tangganya. Meskipun mereka bukan lagi pengantin baru, namun bagi Reno akan tetap terasa seperti pengantin baru.
Lenguhan panjang keluar dari bibir mereka berdua tanda percintaan mereka telah usai. Walau sebenarnya Reno masih ingin melakukannya lagi, namun melihat istrinya yang tampak kelelahan akhirnya dia memilih menggendong Abi dan membawanya masuk ke daam untuki beristirahat.
Keesokan paginya Reno terjaga dari tidurnya tidak melihat keberadaan sang istri di sampingnya. Lalu samar-samar ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. tidak hanya itu, ternyata rungu Reno menangkap suara orang yang sedang muntah. Dia pun bergegas lari menuju kamar mandi.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Reno dengan panik.
__ADS_1
“Perutku mual sekali. Sepertinya aku sedang masuk angin.” Jawab Abi sambil mengusap sisa air di sekitar mulutnya.
Reno sejenak berpikir kalau semalam ia mengajak istrinya bercinta di ruangan terbuka. Mungkin itu akibatnya hingga istrinya pagi ini baru merasakan efeknya, yaitu masuk angin.
“Maafkan aku karena semalam mengajak bercinta outdoor.” Reno merasa bersalah.
“Nggak apa-apa. Ya sudah, aku mau istirahat sebentar dulu sebelum kita pulang nanti.” Jawab Abi dan lebih dulu keluar dari kamar mandi.
“Jangan tidur dulu, aku akan memesankan minuman hangat pada pelayan hotel. Setidaknya perut kamu juga terasa hangat dan tiddak mual lagi.” ucap Reno sembari menekan nomor telepon untuk menghubungi pihak hotel.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1