Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 168 Wajah Lucu Raffael


__ADS_3

Nafas Chelsea tersengal setelah ciuman itu terlepas. Ia mearup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum kembali mencium bibir suaminya. sedangkan Chiko dalam hati bersorak gembira melihat istrinya yang agresif. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Chiko pun terus melanjutkan permainannya.


Kini tangan Chiko sudah mulai berani membuka baju istrinya, hingga tersisa kain penyangga dua asetnya. Kemudian Chiko mere mas – re mas dua gundukan itu penuh napsu. Chelsea pun tampak kegelian, namun sangat menikmati.


Ciuman itu terlepas. Chiko beralih menciumi leher jenjang istrinya lalu turun ke dua bukit menggoda itu. dia juga sudah berhasil melepas kaitnya, hingga dua buah menggantung besar itu dilahap Chiko dengan sangat rakus.


“Masss…..!”


Mendengar suara Chelsea membuat semangat Chiko semakin berkobar. Ia pun semakin memperdalam aksinya. Tanpa sadar Chelsea membusungkan dadanya.


Chiko masih asyik menikmati kegiatannya. Perlahan ia melepas bajunya sendiri hingga kini ia sudah bertelanjang dada. Dan dalam jarak waktu beberapa detik, tubuh kedua orang yang sedang berada di atas ranjang itu sudah tidak memakai pakaiannya.


Tubuh Chelsea seketika memanas saat suaminya menciumi seluruh tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bahkan kini ciuman Chiko berhenti di antara dua paha sang istri. Melihat itu, Chelsea memegang kepala sang suami sambil menggelengkan kepalanya.


“Kenapa, hem?” tanya Chiko dengan posisi masih sama.


“Jangan lakukan itu! aku sangat malu.” Jawab Chelsea dengan muka memerah.


Karena hanya itu alasannya, Chiko justru dengan cepat menenggelamkan kepalanya di sana. Mencium aroma khas inti istrinya. Menciuminya dengan sensu al, hingga membuat Chelsea menggelin jang hebat.


Rupanya aksi Chiko itu membuat sesuatu dalam diri Chelsea minta ingin dikeluarkan segera. Dia sama sekali tidak bisa menahannya. Ini juga pertama kali baginya.


“Keluarkanlah, Sayang!” pinta Chiko lalu kembali mengulangi aksinya.

__ADS_1


Seluruh tubuh Chelsea menegang hebat lalu disusul dengan cairan hangat itu keluar. Meski rasanya lemas, namun ia segera menjauhi Chiko karena merasa tidak nyaman jika suaminya itu terkena muntahan cairan itu. tapi sayangnya, Chiko mencegahnya dengan cepat. Pria itu justru sangat rakus dan terus menciumi intinya.


“Mas, bukannya kita akan pergi ke dokter untuk memeriksakan kandunganku dulu?” tanya Chelsea setelah berhasil menormalkan detak jantungnya.


“Nanti saja, Sayang. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. aku janji akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati. Aku yakin dia pasti baik-baik saja.” jawab Chiko berusaha meyakinkan istrinya.


Setelah itu ia melepas celananya. Chelsea membuang muka saat melihat batang kokoh itu sebentar lagi memasukinya. Namun sebelum itu Chiko mengecup perut rata istrinya seolah sedang membisikkan sesuatu pada calon buah hatinya. Kemudian Chiko beralih mencium kening Chelsea.


Cup


“Sayang, meskipun kita melakukannya bukan yang pertama kalinya, namun aku janji ini dan seterusnya aku akan melakukannya dengan cinta.” Ucap Chiko dan Chelsea mengangguk samar.


Akhirnya saing itu di dalam kamar pengantin baru itu terjadi pergulatan hebat yang sangat menyenangkan. Keduanya sama-sama berpeluh keringat, namun sama-sama menikmati permainan itu. Chiko cukup puas walau hanya melakukannya satu kali. Semua itu karena ia tidak ingin membuat istrinya kelelahan dan tidak ingin menyakiti calon buah hatinya.


***


Waktu bergulir semakin cepat. Usia kandungan Abi kini sudah lima bulan. Sedangkan usia Raffael sudah genap satu tahun. Kebetulan besok akan diadakan pesta ulang tahun pertamanya.


“Sayang, kamu jangan terlalu capek! Ingat dengan anak kandungan kamu.” Ucap Reno mengingatkan sang istri yang tengah sibuk menghias ruangan untuk persiapan pessta ulang tahun Raffael.


“Aku sama sekali tidak capek. Ini adalah pesta ulang tahun pertamanya Raffael. Jadi aku harus menyiapkannya dengan sempurna.” Jawab Abi.


Reno yang sejak tadi juga ikut membantu istrinya hanya menghembuskan nafasnya pelan. Istrinya itu memang benar-benar keras kepala. Atau mungkin Reno saja yang terlalu berlebihan. Lagi pula sejak tadi Abi tidak kemana-mana. Hanya duduk saja sambil membuat hiasan dinding yang akan ditempel.

__ADS_1


Kemeriahan pesta ulang tahun Raffael itu melibatkan semua anggota keluarga. Sean dan Lidia bahkan sejak dua hari yang lalu sudah diminta Abi untuk menginap di rumahnya. Sedangkan sang kakak janji akan datang besok, karena sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dan jangan lupakan pasangan pengantin baru yang Chelsea dan Chiko. Mereka berdua justru setiap hari datang ke rumah Reno untuk membantu persiapan pesta ulang tahun Raffael.


Saat sedang membantu sang istri di ruang tengah, tiba-tiba wajah Reno terlihat muram. Sontak saja itu menarik perhatian istrinya.


“Ada apa?” tanya Abi.


“Nggak apa-apa. Aku hanya merindukan Daddy. Harusnya beliau ikut merasakan kebahagian ini. sayangnya Daddy tinggal jauh dengan kita.” Jawab Reno.


“Nggak apa-apa. Nanti untuk ulang tahun Raffael yang selanjutnya bagaimana kalau bergantian kita merayakannya di rumah Daddy?” usul Abi.


Seketika itu wajah Reno berbinar. “Itu ide yang sangat bagus, Sayang. Terima kasih.” Jawab Reno.


Mamama….. papapapa….


Tiba-tiba Raffael berjalan tertatih menghampiri kedua orang tuanya. Bocah itu sejak tadi merusuk di dapur bersama neneknya yang sedang membuat kue. Dan kini datang dengan wajah belepotan. Abi dan Reno pun tergelak melihat wajah lucu Raffael yang penuh noda coklat.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2