Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 162 Terkejut


__ADS_3

Sementara itu saat ini Chelsea sedang berada di butik. Seperti biasa ia melayani beberapa pelanggan butik yang memesan gaun pengantin atau pesta. Ya, meskipun Mamanya yang menjadi designernya, namun pekerjaan Chelsea di sana merangkap semuanya.


“Kenapa kepalau pusing sekali?” Gumamnya sambil memijit pelipisnya.


Dua hari belakangan ini memang ia sering merasakan pusing. tapi rasa itu kadang muncul dan kadang hilang. Chelsea hanya menganggap bahwa dia hanya kelelahan saja. apalagi selama beberapa hari yang lalu ia juga menemani Chiko yang tengan dirawat di rumah sakit.


“Sayang, sebentar lagi kamu ke butiknya Tante Sonya, ya? Mama ambil salah satu gaun di butiknya. Kebetulan stok di sini kosong.” Ucap Mama Chelsea.


“Iya, Ma. Nanti sebelum makan siang Chelsea berangkat.” Jawab Chelsea sambil merapikan beberapa baju, tanpa melihat Mamanya.


Setelah Mamanya masuk ke ruang kerjanya, Chelsea mencari tempat duduk. Dia benar-benar merasakan pusing. bahkan keringat dingin terus keluar. Lalu ia mengambil air minum dan mencari obat pereda sakit kepala yang memang tersedia di sana.


***


Cklek


Tiba-tiba saja Reno memasuki ruang keraja Chiko. Dia melihat sahabatnya masih sibuk dengan beberapa lembar dokumen di hadapannya. Dan satu jam lagi tiba waktunya makan siang.


“Ko, aku berangkat dulu ya? Vibi minta dibelikan kue dulu. Nanti kita bertemu di sana saja.” ucap Reno.


“Ok. Sebentar lagi juga ini selesai.” jawab Chiko melirik sebentar ke arah Reno.


Beberapa saat kemudian waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas. Chiko segera membereskan pekerjaannya, lalu menyiapkan beberapa dokumen yang akan menjadi bahan meeting nanti. Setelah itu barulah ia berangkat menuju restaurant.


Chiko sudah sampai di mall dimana akan melakukan meeting dengan kliennya. Dia melihatponselnya ternyata ada pesan dari Reno kalau dia akan datang sedikit terlambat. Dan meminta dirinya langsung menuju restaurant.


Kini Chiko segera menuju restaurant yang ada di lantai empat. Restaurant itu memang masakannya terkenal enak. Bahkan fasilitasnya sangat baik, dan tersedia ruangan tertutup bagi pelanggan yang melakukan meeting di sana.

__ADS_1


Seorang pelayan restaurant menyambut kedatangan Chiko dan mempersilakan masuk ke ruangan yang sudah disediakan. Kemudian dia segera masuk.


Deg


Chiko merasa sangat tidak nyaman saat melihat keberadaan Naomi di dalam sana. Wanita itu juga datang sendirian. Bahkan menyambutnya dengan senyuman yang sangat sulit diartikan. Chiko menarik nafasnya pelan sebelum melangkah menuju meja makan dimana Naomi sekrang berada.


“Hai Chiko!” sapa Naomi lalu dengan tiba-tiba mencium pipi kanan dan kiri Chiko secara bergantian.


“Ehm, saya harap anda menjaga kesopanan dan bersikap professional.” Ucap Chiko dengan tenang memperingatkan Naomi.


“Tenang saja, meetingnya juga belum dimulai. Kita juga hanya berdua di sini. bagaimana kalau kita-“


“Kalau anda tidak bisa serius, lebih baik saya undur diri.” Potong Chiko dengan cepat.


Naomi hanya mengangguk saja. setelah itu dia kembali duduk di kursinya. Begitu juga dengan Chiko. Pria itu tampak sibuk memainkan ponselnya berkirim pesan dengan sang kekasih. Namun sayangnya Chelsea tidak membalasnya.


Tak lama kemudian Reno tiba. Chiko bernafas lega setelah kedatangan sahabatnya.


Mereka bertiga langsung makan siang terlebih dulu sebelum memulai meeting. Kebetulan Naomi kali ini datang sendiri tanpa didampingi asistennya. Jadi, dia yang memghandle semuanya.


Reno, Chiko, Naomi tampak serius membahas masalah kerjasama mereka setelah menyelesaikan makan siangnya. Naomi adalah wanita yang cerdas. Bahkan Reno dan Chiko juga dibuat takjub dengan kemampuan wanita itu. Reno juga merasa beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaan milik Naomi.


Setelah menghabiskan waktu kurang lebih selama satu jam setengah, akhirnya meeting itu selesai. sesuai dengan kesepakatan, usai meeting mereka langsung menuju outlet kosmetik milik Naomi yang ada di mall itu juga. hanya saja berada di lantai lima.


Mereka bertiga segera menuju lantai lima mall. Setelah sampai di outlet kosmetik milik Naomi, di sana sangat ramai. Ternyata banyak pelanggan yang sudah nyaman dengan produk itu. Reno tampak puas melihatnya. Begitu juga dengan Chiko.


“Ko, aku tinggal dulu ya? Yoga baru saja menghubungiku kalau ada tamu yang ingin bertemu denganku.” Ucap Reno tiba-tiba setelah melakukan panggilan dengan seseorang.

__ADS_1


“Ya kita balik bareng lah. Ini juga sudah selesai. lagian siapa sih yang ingin bertemu denganmu? Bukannya harus buat janji dulu?” jawab Chiko merasa tidak nyaman saat Reno ingin pergi lebih dulu.


“Nggak enaklah sama Nona Naomi. sebentar saja kamu di sini, setelah itu baru kamu pulang. dan ini yang datang ke kantor adalah Chandra. Dia sudah menunggu lama. Aku juga nggak enak.”


Chiko menghembuskan nafasnya pelan. Akhirnya ia membiarkan Reno balik ke kantor lebi dulu. Reno pun berpamitan pada Naomi.


“Bukannya kita sudah selesai meeting ya? Bagaimana kalau kita bersikap biasa saja?” ucap Naomi tiba-tiba.


Wanita itu mendekatkan tubuhnya pada Chiko. Berbicara sambil berbisik. Bahkan ia tidak peduli dengan pandangan karyawannya yang bekerja di sana.


Chiko masih diam. mau membentak Naomi rasanya juga tidak pantas. Apalagi di tempat umum.


“Ayo aku tunjukkan stand yang sebelah sana, di sana juga menyediakan tempat facial dan spa.” Ajak Naomi sambil menggandeng tangan Chiko. Dan Chiko pun menurut saja, namun berusaha melepas gandengan tangan Naomi.


“Mas Chiko?” ucap seseorang yang membuat Chiko sangat terkejut.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 

__ADS_1


__ADS_2