Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 103 Sepakat


__ADS_3

Ternyata dengan melihat foto Reno yang sedang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit tak sedikit pun membuat hati Abi tergerak untuk memaafkan kesalahan pria itu. Entah apa sebenarnya yang ada dalam benak Abi saat ini. sungguh sangat keras kepala wanita hamil itu. Bagaimana jika terjadi hal buruk pada Reno, yang notabene masih berstatus sebagai suaminya. namun semua itu tidak ada dalam pikiran Abi. fokus dia hanya pada kandungannya saja.


***


Selama empat hari dirawat di rumah sakit keadaan Reno sudah perlahan membaik. Dan hari ini ia sudah diperbolehkan pulang. selama dirawat, hanya Chiko dan Yoga lah yang selalu menemani secara bergantian.


“Aku sudah tidak sabar untuk segera pulang, Ko!” ucap Reno saat masih menunggu Yoga menyelesaikan administrasi.


“Aku harap setelah ini kamu bisa lebih memperhatikan kesehatan kamu, Ren.”


“Iya. Terima kasih banyak atas waktu kamu, Ko. Setelah ini aku akan lebih fokus dengan kesehatanku.”


Tak lama kemudian Yoga datang. Setelah itu mereka bertiga segera pulang.


Keadaan Reno sudah benar-benar pulih. Dengan beristirahat sehari di rumah pasca opname, kini dia suudah bisa kembali menjalani rutinitasnya di perusahaan. Tidak hanya itu, Reno juga akan mendatangi alamat tempat tinggal keluarga dari sahabat Daddy-nya.


Siang ini setelah makan siang, Reno keluar dari kantor untuk pergi ke alamat tersebut. Sebelumnya ia sudah menyerahkan semua pekerjaan pada Chiko.


Saat mobil Reno baru saja keluar dari area perkantoran, dia lupa dimana meletakkan kartu nama yang tertera alamat itu. Namun tak lama kemudian dia ingat kalau dulu menyimpannya di dalam dompet.


Reno menghentikan sejenak laju mobilnya untuk mengambil kartu nama itu. Memang saat itu dia sama sekali tidak melihat detail alamatnya dimana. Dan baru kali ini ia melihatnya.


Reno mengerutkan kening saat membaca kartu nama itu. Nama yang sangat tidak asing, begitu juga alamatnya. Nama orang yang sangat Reno kenal, yaitu mertuanya sendiri.

__ADS_1


“Apa aku salah ambil kartu? Lagi pula Ayah nggak pernah memberikan aku kartu nama.” Gumam Reno merasa bingung sendiri.


Setelah itu dia kembali mengecek dompetnya barangkali ada kartu nama lain. Dan ternyata memang tidak ada.


Reno terdiam sejenak mengumpulkan potongan kejadian selama pencarian sahabat Daddy-nya. Memang saat itu ada yang janggal, terlebih saat mendatangi makam mendiang sahabat Daddy-nya. Lalu menurut cerita dari pria yang bernama Barra yang tak lain keponakan sahabat Daddy-nya itu kalau mantan istri sahabat Daddy-nya menikah dengan asisten suaminya.


Mata Reno terpejam. Mengingat sesuatu lalu menghubungan kejadian saat dia menikah dengan Abi dulu.


“Nama sahabat Daddy. Nama pria itu…. Astaga!! Tidak mungkin!” Reno menggelengkan kepalanya pelan.


Dia teringat saat pernikahannya dulu dimana wali Abi adalah Chandra. Karena memang Abi bukan anak kandung Sean. Lalu nama ayah kandung Abi adalah nama yang tertulis di atas batu nisan itu. Jadi, anak sahabat Daddy-nya tidak lain dan tidak bukan adalah istrinya sendiri. Lalu wanita hamil yang datang berkunjung ke makam itu adalah istrinya.


“Ya Tuhan!! Kenapa bisa seperti ini?” Reno tampak frustasi.


Tak lama setelah berkendara, akhirya mobil Reno tiba di rumah mertuanya. Pria itu melihat mobil Sean juga sedang terparkir di sana. Jadi akan lebih mudah jalannya untuk meminta semua penjelasan itu.


Tepat saat Reno di depan pintu, di saat itu juga Sean hendak keluar rumah dengan diantar istrinya. Kedua mertua Reno tampak terkejut saat kedatangan menantunya.


“Nak Reno!” sapa Lidia canggung.


“Mama, Ayah!” sahut Reno dengan tatapan sendu.


Akhirnya Sean mengurungkan niatnya untuk kembali ke kantor. lalu ia mempersilakan Reno masuk.

__ADS_1


“Mama, Ayah, kedatangan Reno kali ini selain ingin mencari istri Reno, Reno juga ingin menanyakan sesuatu.” Ucap Reno, lalu Sean dan Lidia mengangguk samar.


Sebelum Reno memulai ceritanya, ia meminta maaf terlebih dahulu kalau selama ini dia sama sekali tidak melupakan istrinya. Dia sudah berusaha semaksimal mungkin mencari dimana Abi, tapi tidak membuahkan hasil. Selain itu dia juga sedang melakukan pencarian terhadap sahabat Daddy-nya. Reno menyebutkan nama pria yang menjadi sahabat Daddy-nya yang tak lain adalah Billal Graham Imtiaz. Sontak saja Lidia dan Sean sangat terkejut.


“Daddy punya hutang budi terhadap pria yang bernama Tuan Billal. Beliau yang telah mendonorkan darahnya untuk Daddy saat kecelakaan dulu. Lalu saat Daddy ingin membalas budinya, Tuan Billal hanya berpesan, biarlah anak-anak mereka menjadi keluarga agar hubungan mereka akan selamanya terjalin dengan baik. Apakah benar Mama adalah istri Tuan Billal?” tanya Reno.


“Iya benar, Nak Reno. Chandra dan Viana adalah anak Mama dari pernikahan Mama terdahulu.” Jawab Lidia dengan sendu.


Reno merematt rambutnya frustasi. Takdir macam apa ini. dia sangat menyesal, kenapa tidak sejak dulu saja menuruti kemauan Daddy-nya. Bahkan dia dulu menolak mentah-mentah perjodohan tidak jelas itu. Dan kini, anak sahabat Daddy-nya yang akan dijodohkan dengannya adalah istrinya sendiri. Andai saja tidak ada kesalah pahaman itu, pasti cerita ini akan sangat indah.


“Reno dulu sempat menolak perjodohan itu, Ma. Tapi kini kenyataannya justru perempuan yang dijodohkan dengan Reno adalah Vibi. Ma, Yah, bisakah beritahu Reno dimana keberadaan Vibi sekarang?”


Sean dan Lidia tidak menyangka dengan cerita dari Reno. Mereka berdua juga tidak tega melihat pencarian dan perjuangan Reno selama ini. kemudian mereka saling lirik dan mengangguk sepakat untuk memberitahu dimana Abi sekarang.


“Viana tinggal di rumah Om Xander.” Ucap Lidia.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2