
Jika dulu Reno membawa Abi ke pantai ini di saat hubungannya masih tidak jelas. Namun kali ini sangat berbeda. Reno terlihat bahagia sekali. Ia tak melepas tautan tangannya dengan tangan Abi saat berjalan-jalan di pantai. Begitu juga dengan Abi.
Pantai yang tak banyak dikunjungi banyak wisatawan itu tampak bersih dan nyaman. Bahkan mereka berdua sampai tidak sadar kalau matahari sudah membumbung tinggi hampir condong ke barat. Ya, semua itu karena keduanya sangat menikmati waktu mereka. Baik Reno maupun Abi sangat berharap bahwa kebersamaan ini tidak akan pernah berakhir.
Pukul tiga sore Reno mengajak Abi pulang. menurut Reno sudah terlalu lama ia menghabiskan waktu di sana. Dia tidak mau jika nanti istrinya kelelahan. Meskipun hanya jalan-jalan di sekitaran pantai.
“Nanti kita pulangnya mampir dulu ke café langgananku boleh nggak, Ren?” tanya Abi saat mereka sedang berjalan menuju mobil.
“Boleh. Kita istirahat di sana sekalian.” Jawabnya tersenyum.
Perjalanan dari pantai ke rumah Reno tidaklah jauh. Namun berhubung Abi meminta untuk singgah dulu ke café langganannya, jadi Reno terpaksa harus putar balik ke jalan yang searah dengan rumah kedua orang tuanya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua sampaai di sebuah café yang ada di pinggiran kota. Café yang sangat luas, dan kebanyakan dikunjungi oleh kaum muda-mudi. Awalnya Reno agak ogaha-ogahan untuk masuk ke café itu. Tapi karena permintaan sang istri akhirnya diam au.
“Kita ambil duduk di pojok sana saja, biar bisa lihat pemandangan keramaian jalan raya.” Ajak Abi dan Reno hanya mengangguk.
Saat Reno dan Abi berjalan menuju meja yang dimaksud Abi tadi, tiba-tiba tanpa sengaja Abi bertemu dengan sahabatnya, yang tak lain adalah Chelsea.
“Chelsea!!” Pekik Abi dan langsung memeluk sahabatnya itu.
Chelsea juga tak kalah kagetnya saat bertemu dengan Abi. Kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu itu saling melepas rindu. Bahkan saking asyiknya, Abi sampai melupakan keberadaan sang suami yang masih setia berdiri di belakangnya dengan menampakkan wajah kesal.
__ADS_1
“Siapa lagi itu Vi? Gila gandengan kamu kok selalu sugar daddy.” Bisik Cheelsea dan masih bisa didengar oleh Reno.
Seketika itu raut muka Reno bertambah keruh. Apa maksud ucapan dari Chelsea. Chelsea juga sebelumnya belum pernah bertemu dengan suami sahabatnya.
“Kamu jangan ngaco kalau ngomong! Dia suamiku.” Jawab Abi dengan nada berbisik.
Setelah itu Abi mengenalkan Chelsea pada suaminya, begitu juga sebaliknya. Kemudian Abi mengajak Chelsea ikut duduk bergabung bersama. Meskipun Reno terlihat tidak begitu senang. Terlebih setelah mendengar ucapan Chelsea tadi.
Karena saking lamanya tidak bertemu, Abi dan Chelsea terus ngobrol dan mengabaikan keberadaan Reno yang seolah menjadi obat nyamuk. Namun tak lama kemudian muncullah seseorang yang entah karena sengaja atau tidak, Chiko juga berada di cafe itu juga. setidaknya Reno tidak merasa sendirian menjadi pendengar setia kedua perempuan yang asyik ngobrol itu.
“Tumben kamu pergi ke café seperti ini?” tanya Reno sedikit mencibir.
“Ya, kebetulan saja. tadi habis beli sesuatu terus mampir ke sini. nggak tahunya ketemu kamu.” Jawab Chiko sambil melirik Chelsea.
Setelah itu Reno mengajak Chiko kembali berbincang dan membiarkan istrinya berbincang dengan Chelsea. Namun Chiko sama sekali tidak fokus saat Reno mengajaknya bicara. Karena fokus dia hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Abi dan Chelsea. Terlebih Abi sedang membahas hubungan sahabatnya dengan sang kekasih.
Wajah Chiko seketika murung saat mengetahui kenyataan bahwa Chelsea datang ke café ini karena habis bertemu dengan kekasihnya. Padahal setelah kejadian di dalam mobil saat itu, Chiko sudah menjatuhkan pilihannya pada Chelsea.
“Ren, nanti malam ke Club yuk! Sudah lama kita nggak pergi have fun.” Ucap Chiko tiba-tiba di tengah kegalauannya.
Mendengar ajakan Chiko bterhadapn sang suami, Abi pun menyorot Reno dengan garang. Sedangkan yang ditatap menunjukkan wajah biasa saja. karena jujur saja Reno juga masih kesal dengan istrinya.
__ADS_1
“Ok lah. Sepertinya bukan ide yang buruk. Nanti kabari aku lagi.” jawab Reno enteng.
Seketika itu Abi langsung beranjak dari duduknya. Perempuan itu mengambil tasnya lalu berpelukan dengan Chelsea.
“Lain kali kita nongkrong lagi ya, sorry aku kurang enak badan. Sampai beretemu lagi, Chel!” pamit Abi kemudian, dan melenggang pergi membiarkan Reno.
“Ren, jadi nggak nanti malam?’ teriak Chiko saat Reno mengejar istrinya.
Reno tidak menjawab. Dia berjalan tergesa menyeimbangi langkah kaki istrinya.
“Bi, kamu sakit?” tanya Reno saat Abi sudah berdiri di samping mobil.
“Hmm. Aku pulang naik taksi saja. katanya kamu janji sama Om Chiko mau ke Club.” Jawab Abi dengan sengit.
“Ini kan masih sore. Mana ada Club buka jam segini.” Jawab Reno dan semakin membuat Abi marah.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️