Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 164 Meninggalkan Kecupan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Chelsea masih mengunci mulutnya. Setelah tadi Chiko memaksanya pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang kehamilannya, Chelsea sangat bingung. Dia tidak menyangka akibat kejadian satu malam bersama Chiko saat itu telah membuahkan hasil. Padahal saat ini hatinya sedang kecewa dengan pria itu.


Sedangkan Chiko juga diam dan fokus dengan kemudianya. Dia membiarkan kekasihnya itu diam agar tidak membuatnya pusing lagi. apalagi saat ini ada calon buah hatinya dalam rahim Chelsea.


Jujur saja dengan kabar kehamilan Chelsea ini membuat Chiko sangat bahagia. Ya, walaupun statusnya masih belum sah menjadi suami istri. Namun Chiko bertekat, setelah ini akan berbicara jujur pada kedua orang tua Chelsea untuk segera menikahinya.


Chiko mengantar Chelsea pulang ke rumah. waktu juga sudah sore, pastinya butik sudah tutup. Namun sebelum Chelsea keluar dari mobil, Chiko menhannya.


“Apa kamu masih belum memaafkan aku?” tanya Chiko sambil memegang lembut tangan kekasihnya itu.


“Entahlah! Aku sangat malas membahas hal itu. Pergilah! Aku mau istirahat.” Jawab Chelsea dan meraih handle pintu.


“Tidak! Aku akan bicara dengan kedua orang tua kamu tentang kehamilan kamu ini. aku akan bertanggung jawab.”


“Jangan! Aku nggak mau membuat Mama sedih dengan berita ini,-“


“Kamu jangan banyak alasan Chelsea! Apa kamu berniat menggugurkan janin itu? Lalu kamu akan pergi meninggalkanku? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan hadapi kemarahan orang tuamu. Dan perlu kamu tahu, aku sangat mencintaimu.” Ucap Chiko dengan tegas.


Chelsea membuang muka. Dia menghela nafas dengan pelan. Bagaimana tebakan Chiko bisa benar seperti itu kalau dirinya berniat menggugurkan janin itu. Sampai saat ini saja hatinya masih sakit saat mengingat ada wanita cantik menggandeng tangan kekasihnya.


Chiko keluar mobil lebih dulu setelah itu membukakan pintu untuk Chelsea. Tampaknya Chelsea pasrah. Dia belum siap menghadapi kemarahan Papanya nanti.


Sepasang kekasih yang sedang marahan itu melangkah masuk menuju rumah. kebetulan kedua orang tua Chelsea juga sedang duduk santai di ruang tengah.


“Sayang, kamu dari mana saja? kenapa nggak bilang kalau pergi bersama Nak Chiko?” ucap Mama Chelsea, kemudian mempersilahkan Chiko duduk.


Papa Chelsea juga menyambut kedatangan Chiko dengan hangat. Sedangkan Chiko sendiri merasa gugup saat ingin berbicara kedua orang tua Chelsea.

__ADS_1


Chelsea masih diam membisu. Dia duduk tidak jauh dari Chiko. Mama dan Papa Chelsea saling lirik melihat keanehan pada kedua orang di hadapannya.


“Ada apa dengan kalian?” tanya Mama Chelsea yang sangat penasaran.


“Om, Tante, kedatangan saya kesini untuk meminta restu menikahi putri Om dan Tante. Chiko juga ingin mempertanggungjawabkan atas kesalahan yang telah saya buat. Maafkan, Chiko Om, Tante.” Ucap Chiko dengan menatap kedua orang tua Chelsea.


“Apa maksud kamu mempertanggungjawabkan? Apa yang telah kalian lakukan?” tanya Papa Chelsea dengan tegas seperti menahan amarah.


“Pa, tenang dulu! Biar mereka menjelaskan.” Mama Chelsea berusaha menenangkan suaminya.


Chiko duduk bersimpuh di hadapan kedua orang tua Chelsea. Dia mengakui semua perbuatan yang telah dilakukan pada Chelsea hingga menyebabkan hamil. Kedua orang tua Chelsea sangat terkejut mendengarnya.


Plakkk


Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Chiko. Dan yang melakukan itu adalah Papa Chelsea. Namun Chiko tidak bereaksi apa-apa. Dia menerima tamparan itu, karena memang semua itu kesalahannya. Sedangkan Chelsea tidak bisa lagi membendung air matanya saat melihat itu semua.


“Jangan, Pa!” Chelsea berteriak dan ikut bersimpuh di hadapan Papanya. Dia melihat tangan Papanya menunjuk Chiko seperti ingin mengusirnya.


“Pa, tolong restui kami. Chelsea mencintai Mas Chiko. Chelsea sudah memaafkan kesalahan Mas Chiko.” Ucap Chelsea dengan tangis yang tak bisa ditahan lagi.


Suasana ruangan itu tiba-tiba hening. Hanya terdengar isak tangis Chelsea dan Mamanya. Sebelumnya kedua orang tua Chelsea sangat senang dengan sosok Chiko. Namun setelah pengakuan Chiko baru saja, mereka benar-benar kecewa.


“Mas Chiko juga sudah menyelamatkan Chelsea dari perbuatan bej*t Jo. Bagaimana jadinya jika Mas Chiko tidak datang. Chelsea mohon maafkan kesalahan Mas Chiko, Pa.” ucap Chelsea.


Chiko melihat kekasihnya memohon seperti itu tidak tega. Namun hatinya juga lega, karena itu tandanya Chelsea sudah memaafkan kesalahannya tadi.


“Kalian berdua bangunlah! Jangan seperti ini.” ucap Mama Chelsea tidak tega melihat Chiko dan Chelsea bersimpuh.

__ADS_1


Sedangkan Papa Chelsea yang sejak tadi diam tidak memberi keputusan apapun, tiba-tiba berdiri dengan menunjukkan raut wajah yang sangat sulit diartikan.


“Persiapkan pernikahan kalian secepatnya!” Ucap Papa Chelsea dengan singkat lalu meninggalkan ruangan itu.


Chiko dan Chelsea terkejut. Apakah itu tandanya mereka mendapat restu.


“Ayo kalian berdirilah. Papa sudah memberi restu pada kalian. walaupun Papa masih kecewa dengan perbuatan Nak Chiko.” Ucap Mama Chelsea.


Chelsea berdiri dan langsung berhambur ke pelukan Mamanya. Dia kambali menangis meminta maaf sekaligus mengucapkan terima kasih atas restunya.


“Lebih baik Nak Chiko segera urus pernikahan kalian. nanti kalau Papa Chelsea sudah lebih tenang, biar Mama ajak bicara pelan-pelan.


“I..iya Tente. Terima kasih. Kalau begitu Chiko pamit pulang.” ucap Chiko sambil mencium tangan Mama Chelsea dengan takzim.


Setelah itu Chiko pulang. tanpa ia ketahui, Chelsea ikut berjalan di belakangnya.


“Hati-hati!” ucap Chelsea menghentikan langkah Chiko.


“Terima kasih. Jaga dia baik-baik dan tunggu kedatanganku!” jawab Chiko sambil mengusap perut rata Chelsea, lalu meninggalkan kecupan di kening perempuan itu.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2