Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch. 59 Tenggelam


__ADS_3

Setelah kepergian Xander, tak lama kemudian pesanan makan datang. Mereka segera makan. Mungkin nanti Abi akan menjelaskan perihal sikap dingin Xander pada Reno.


“Om Xander sudah seperti orang tuaku. Beliau yang menjagaku selama aku menempuh Pendidikan di sekolah modelling dulu. Om Xander juga yang menjaga aku saat keluargu sedang dalam masalah dulu.” Ucap Abi setelah menyelesaikan makan malamnya.


Reno hanya menjawab dengan anggukan kepala. Karena sebelumnya dia sudah mengetahui siapa sosok Xander sebenarnya. Mengenai masa lalu keluarga Abi, Reno tidak terlalu paham.


“Maafkan sikap dingin Om Xander tadi. memang sifat dasarnya seperti itu.” Lanjut Abi tak ingin membuat Reno kecewa dengan sikap Xander. Walau sebenarnya dia juga bingung dengan sikap Xander terhadap Reno tadi.


Dulu saat Abi menjalin hubungan dengan Tian, Xander juga menunjukkan sikap tak ramahnya yang seolah menentang hubungannya. Dan sekarang saat sudah berpisah dari Tian dan menjalin hubungan dengan Reno, ternyata sikap Xander masih sama. Entah apa yang ada dalam pikiran Xander mengenai Reno. Namun yang pasti, baik Xander maupun Reno sepertinya memiliki sifat yang sama.


“Aku sama sekali nggak masalah, Bi.” Jawab Reno sambil mengusap lembut tangan Abi.


Setelah makan malam, mereka berdua memutuskan langsung kembali ke apartemen. Mungkin nanti sebelum pulang ke tanah air, Reno akan mengajak Abi jalan-jalan. Tidak hari ini, karena ia yakin kalau Abi masih kurang sehat.


Sesampainya di apartemen, mereka berdua langsung masuk kamar. mereka berganti baju sebelum akhirnya mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang.


“Bi, besok aku akan kembali ke kantor. apa kamu tidak apa-apa jika aku tinggal sendirian?”


“Bukankah biasanya seperti itu?” tanya Abi bingung.


“Iya. Tapi entahlah. Jujur Bi, aku takut jika aku pergi ke kantor, kamu akan pergi meninggalkanku.” Jawab Reno dengan menunjukkan raut kesedihan.


Abi menghela nafasnya pelan, lalu merangkum kedua pipi Reno. “Aku tidak akan pergi. Kembali lah ke kantor! pekerjaan kamu sangat banyak. Aku akan tetap di sini.” jawab Abi dengan menunjuk da-da Reno saat Abi menekankan kata “di sini”.


“Terima kasih.” Reno kembali memeluk Abi dengan erat.

__ADS_1


Tanpa sadar pelukan Reno yang sambil mengendus aroma wangi tubuh Abi mampu membangkitkan sesuatu yang ada di bawah sana. Dan Abi bisa merasakan itu. Seketika Abi mendorong tubuh Reno dan sedikit memberinya jarak.


“Apakah aku tidak boleh menyentuhmu lagi, Bi?” tanyanya dengan menahan gairahh.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Abi teringat kejadian kemarin malam. dan dia masih takut. Mungkin semacam trauma jika melakukan hal itu akan kembali merasakan sakit yang tidak terkira. Apalagi Reno melakukannya dengan kasar.


Rasa ketakutan itu seketika membuat raut wajah Abi berubah. Gairahh yang sejak tadi Reno tahan kini memudar dan berganti rasa bersalah.


“Maafkan aku, Bi! Aku tidak akan memaksamu lagi. aku akan melakukannya lagi jika kamu mengijinkan. Maafkan aku telah membuatmu trauma.” Ucap Reno dengan memeluk Abi yang sudah terisak.


“Aku takut, Ren. Maaf aku belum bisa.” Ucapnya di sela-sela isakannya.


“Sekarang tidurlah! Aku tidak akan melakukannya.” Jawab Reno.


**


“Bi, dua hari ini sebelum kita pulang, kamu mau pergi kemana akan aku turuti. Karena semua urusan pekerjaanku sudah beres.” Ucap Reno saat baru saja membuka matanya. Abi juga masih enggan bergerak dari pelukan Reno yang masih sangat nyaman.


“Sepertinya kamu sangat nyaman berada di sini?” tanya Reno dengan mengulas senyum.


Abi tidak peduli. Justru dia semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Reno. Reno melihatnya pun ikut senang. Karena beberapa hari ini ia bisa melihat sifat asli Abi yang sangat manja.


“Sayang, jangan banyak bergerak! Kamu membangunkan sesuatu.” Ucap Reno dengan suara tertahan.


Abi tidak peduli. Dia masih asyik dengan aktivitas barunya yaitu mengusap rahang kokoh Reno yang ditumbuhi bulu. Ada rasa geli-geli sedap saat Abi menempelkan wajahnya di sana. Haha

__ADS_1


“Sayang!” Reno tidak tahan dengan ulah Abi akhirnya menjauhkan wajahnya dan menyerang bibir Abi dengan lumatann yang sangat lembut dan dalam.


Abi pun ikut membalas serangan yang Reno berikan. Mereka berdua sama-sama terbakar gairahh. Apalagi waktu pagi seperti ini yang membuat Reno lebih cepat on fire.


“Sayang, ijinkan aku melakukannya? Aku janji tidak akan menyakitimu lagi.” pinta Reno dengan mata yang sayunya.


Abi menjawabnya dengan anggukan kepala. Dengan cepat Reno menanggalkan baju atasan Abi untuk melepas dahaganya yaitu dengan menyesap dua aset menantang milik Abi. Abi juga merasakan gelenyar aneh dan tidak lagi merasa takut seperti sebelumnya. Karena Reno benar-benar menepati janjinya untuk melakukannya dengan pelan dan lembut.


Reno juga segera melepas boxer-nya, hingga menampakkan si boy yang sudah berdiri kokoh. Melihat itu, Abi langsung memalingkan muka.


“Sayang, lihat aku!” pinta Reno sambil merangkum wajah Abi dan menghujani ciuman.


Reno tak langsung melakukan penyatuan. Ia lebih dulu menundukkan tubuhnya dan mulai mencari inti Abi untuk diberikan semacam pemanasan yang membuat perempuan itu terbuai.


“Jangan, Ren!” cegah Abi saat kepala Reno sudah hampir tenggelam di sela-sela pa-hanya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


 


__ADS_2