Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 109 Cucu Yang Banyak


__ADS_3

Tuan Hadiata tadi memukul lengan pria itu dengan menggunakan tongkatnya. Setelah itu dia menarik Reno hingga akhirnya mereka berdua terjatuh dengan posisi Reno di atas tubuh Daddy-nya.


Suasana bandara mendadak ricuh. Terlebih ada pisau tajam terjatuh di dekat Reno. Namun si pemilik pisau sudah pergi entah kemana.


“Daddy nggak apa-apa?” tanya Reno panik lalu membantu Daddy-nya bangun.


Tuan Hadiata tampakn memegangi pinggangnya. Lalu tak lama kemudian petugas keamanan bandara mendatangi Reno untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya. Reno dan Daddy-nya memilih pergi ke ruang keamanan untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Dan pisau itu juga diambil sebagai barang bukti.


Tuan Hadiata menjelaskan semuanya. Reno juga tampak terkejut mendengarnya. Namun sayangnya pria itu wajahnya tidak jelas, karena tertutup oleh masker. Bahkan Reno sudah meminta rekaman cctv di gate kedatangan. Namun rupanya si tersangka sudah lebih dulu meretas cctv bandara.


Akhirnya Reno membiarkan petugas keamanan itu mencari orang misterius tadi. meskipun ia tidak yakin akan berhasil. Dan nanti Reno akan mencari orang itu dengan caranya sendiri.


Kini Reno sudah berada dalam mobil. Dia akan mengajak Daddy-nya pulang ke rumahnya terlebih dulu. Karena dia sangat yakin kalau Daddy-nya butuh istirahat, apalagi dengan kejadian tadi sudah membuat pria itu sedikit shock.


“Kamu harus berhat-hati. Banyak orang di luaran sana yang menginginkan posisi seperti kamu.” Ucap Tuan Hadiata.


“Iya, Dad. Terima kasih banyak karena Daddy telah menyelamatkan nyawa Reno.”


*


Setelah cukup beristirahat, sore harinya Reno mengajak Daddy-nya ke rumah Sean. Dia masih belum menceritakan semuanya. Tentang anak sahabatnya yang ternyata adalah Abi. Reno ingin memberikan kejutan pada Daddy-nya nanti. Sedangkan Tuan Hadiata juga tidak bertanya lagi tentang keberadaan menantunya. Dia menanyakan semua itu nanti jika sudah bertemu dengan keluarga sahabatnya.


Kini mobil Reno sudah sampai di rumah besar milik keluarga Sean. Reno langsung mengajak Daddy-nya masuk. Sebelumnya dia juga sudah memberitahu pada Sean. Bahkan Chandra dan anak istrinya juga turut datang. Meskipun sikapnya masih dingin terhadap Reno.


Tuan Hadiata tersenyum hangat melihat sosok wanita paruh baya bersama sang suami. dia sangat yakin kalau wanita itu adalah mantan istri sahabatnya. Dan pria di sampingnya yang tak lain Sean adalah suaminya. karena sebelumnya Reno sudah menceritakan sedikit kisah Tuan Billal yang menikah tiga kali.

__ADS_1


“Selamat datang Tuan!” ucap Sean dengan sopan.


Tuan Hadiata mengangguk lalu dipersilakan Sean untuk duduk. Pria tua itu menatap wajah Lidia yang masih terlihat cantik. Bahkan ia bisa menebak kalau jarak usia Lidia dan Billal terpaut jauh.


Entah kenapa saat melihat wajah Lidia, dia teringat dengan sosok perempuan yang pernah ditunjukkan oleh Reno di ponselnya dulu. Perempuan yang tak lain adalah menantunya itu memiliki kemiripan wajah dengan istri sahabatnya.


“Maafkan saya yang baru tahu kabar kematian suami anda, Nyonya.” Ucap Tuan Hadiata.


“Iya. Saya juga tidak tahu apa-apa, Tuan. Lagi pula suami saya sudah lama meninggal. Saya yakin di sana dia sudah bahagia.” Sahut Lidia dengan mata berkaca-kaca.


“Mungkin sebelumnya anda sudah diberitahu oleh anak saya, kalau dulu saya dan Billal mempunyai janji akan menjadikan anak-anak kami keluarga. Namun mohon maaf yang sebesar-besarnya ternyata anak saya sudah menikah. tapi saya berjanji akan tetap menjadikan anak-anak Billal seperti anak saya sendiri.”


Sean dan Lidia saling lirik. Mereka berdua bingung harus menjawab apa. Karena Reno tidak mengatakan apa-apa sebelumnya.


“Apa maksud kamu, Reno? Daddy sudah tidak lagi menjodohkan kamu, tapi kenapa sekarang berbeda? Lalu kamu apakan istri kamu nanti?”


Tak lama kemudian Chandra dan Abi masuk ke ruang tamu. Tuan Hadiata terkejut saat melihat Abi adalah perempuan yang sama yang ada di ponsel Reno.


“Mereka berdua kakak beradik, anak-anak dari Tuan Billal, Dad. Dan apakah Daddy masih ingat dengan wajah perempuan hamil itu?” Reno menunjuk Abi.


“Apa ini maksudnya Reno?”


“Anak kedua Tuan Billal yang bernama Viana Abigail adalah istri Reno, Dad!” ucap Reno dengan mata berkaca-kaca sambil memegang tangan Daddy-nya.


Tuan Hadiata melihat Reno dan Abi secara bergantian. Dia masih bingung namun dia mendengar jelas ucapan Reno baru saja. lalu tak lama kemudian Chandra mendekati Tuan Hadiata dengan menyalami tangan pria itu dan menciumnya dengan takzim. Setelah itu bergantian dengan Abi.

__ADS_1


“Benarkah, Nak kamu adalah menantuku?” tanya Tuan Hadiata memastikan.


Abi menjawab dengan anggukan kepala. Lalu Tuan Hadiata menarik Abi ke dalam pelukannya.


Suasana di ruangan itu tampak haru. Tuan Hadiata sangat bahagia dengan kejadian yang sangat unik yang baru pertama kali ia temui semasa hidupnya. Mungkin semuanya sudah diatur oleh Tuhan tentang rahasia jodoh anaknya. meskipun sebelumnya diantara Reno dan menantunya telah terjadi kesalah pahaman. Namun akhirnya mereka sudahbisa bersama lagi.


Kini semua orang sudah kembali duduk di sofa. Suasana sudah kembali lebih tenang dan santai. Abi yang masih memberi jarak pada suaminya memilih duduk bersama Mamanya.


“Nak Chandra, karena kamu adalah putra pertama Billal, jadi Uncle akan tetap memberikan aset harta Uncle pada kamu. Jangan menolaknya, karena semua itu tidak sebanding dengan darah yang telah didonorkan mendiang Papa kamu pada Uncle dulu. Nanti Reno biar yang mengaturnya.” Ucap Tuan Hadiata dan hanya diangguki oleh Chandra.


“Sedangkan untuk Nak Abi, maaf Daddy tidak memberikan apa-apa pada kamu. Namun Daddy hanya meminta satu hal.” Ucap Tuan Hadiata.


“I..iya, Dad?”


“Buatkan cucu yang banyak untuk Daddy!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2