Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 107 Nasi Goreng Tanpa Bawang


__ADS_3

Reno sudah menyiapkan beberapa pakaiannya yang akan ia bawa ke rumah mertuanya. Meskipun dia akan tinggal di sana, namun Reno akan tetap pulang ke rumahnya sesekali, karena memang semua pekerjaannya ada di rumahnya sendiri.


Reno sudah berpakaian dan menenteng ransel berisi pakaiannya. Sebentar lagi dia akan berangkat ke rumah mertuanya.


Pukul tujuh malam Reno baru sampai rumah mertuanya. Dan saat itu bertepatan dengan waktu makan malam. lidia menyambut hangat kedatangan menantunya. Lalu ia mengajak Reno sekalian untuk bergabung makan malam.


Abi diam saja melihat kedatangan suaminya. perempuan itu sibuk dengan makanan yang ada di hadapannya. Reno pun tidak mempermasalahkan sikap dingin istrinya itu. Setidaknya dia cukup lega dengan Abi yang sudah memberikan kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya.


Melihat reaksi Abi yang diam saja, Lidia pun segera meminta Reno untuk mengambil makanannya sendiri. Dan Reno pun mengangguk. Lalu ia mengambil sehelai roti dan diolesi selai. Sama dengan yang dimakan Abi saat ini.


“Kenapa Nak Reno hanya makan roti?” tanya Lidia.


“Maaf, Ma. Reno hanya bisa makan ini selama beberapa bulan terakhir ini.” jawabnya sambil tersenyum.


Lidia pun tersenyum mengetahui kenyataan itu. Ternyata anak dan menantunya itu sama-sama ngidam. Itu tandanya mereka berdua saling membutuhkan. Beruntungnya Lidia yang tahu permintaan Abi untuk tidak memasak dengan bau bawang yang menyengat. Jadi Reno juga tidak masalah ikut bergabung di meja makan.


Suasana makan malam itu terlihat berbeda dari biasanya. Tampak kedua adik laki-laki Abi yang mencairkan Susana makan malam yang tampak hening itu. Reno pun perlahan akrab dengan dua adik iparnya yang memang selama ini tidak pernah terlibat komunikasi.


Usai makan malam, Reno mengambil tas yang berisi bajunya untuki dimasukkan ke dalam kamar. setelah itu tatapan matanya menelisik mencari keberadaan istrinya, tapi tidak ada.


“Kak Viana baru saja masuk kamar, Om!” ucap Mirza tanpa melihat Reno yang karena tangannya sibuk bermain game online.


“Om?” Reno bingung mendengar panggilan adik iparnya yang masih duduk di bangku SMA itu.


Kavi yang sejak tadi sibuk di depan layar laptopnya, seketika mendekati Mirza lalu menoyor kepala adiknya.


“Kak Reno itu kakak ipar kita. Kenapa kamu manggilnya Om?” protes Kavi.


“Iya-iya sorry, lupa.” Jawab Mirza enteng dan lagi-lagi pandangannya tertuju pada gadgetnya.


Sedangkan Reno hanya menggelengkan kepala. Lalu ia memilih masuk ke kamarnya. Karena percuma tidak bisa melihat istrinya.

__ADS_1


Sebenarnya Reno ingin sekali mendatangi kamar istrinya. Namun dia masih belum punya nyali dan takut akan membuat istrinya marah. Akhirnya, tidur adalah jalan satu-satunya.


Cklek


Sebelum Reno membuka kenop pintu kamar, ia mendengar suara pintu dibuka. Lalu ia menoleh ke sumber suara. Ternyata Abi keluar dari kamarnya dengan membawa selimut. Bahkan perempuan itu berjalan ke arahnya.


“Nih!” ucap Abi dengan memberikan selimut pada suaminya.


Reno menerima selimut itu dengan tanpa berkedip melihat wajah istrinya. Namun sayangnya Abi sama sekali tidak menatapnya. Perempuan itu berlalu begitu saja setelah selimut pemberiannya sudah berganti tangan.


“Bi!” panggil Reno dan Abi hanya berhenti sejenak tanpa menoleh.


“Terima kasih selimutnya.” Ucap Reno sambil tersenyum.


Tanpa menjawab, Abi kembali melanjutkan masuk ke dalam kamarnya. Begitu juga dengan Reno.


Harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Nyatanya sampai pukul dua belas malam matanya belum bisa terpejam sama sekali. Akhirnya ia memilih keluar dari kamar dan memilih mencari udara di teras rumah.


“Bi, kenapa kamu tidak tidur?” tanya Reno dan membuat Abi terkejut.


“Maaf jika aku mengagetkanmu.” Sesal Reno lalu memilih duduk di dekat Abi.


Abi masih diam. dia selesai mengaduk susu itu lalu hendak membawanya ke kamar. biasanya juga ia akan meminum susu di tempat. Mungkin karena ada Reno yang membuatnya tak nyaman jadi memilih masuk ke kamar dengan membawa segelas susu.


“Bi!” Reno meraih lengan Abi.


“Kalau kamu memberiku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah aku perbuat, tapi kenapa kamu semakin menghidariku. Lalu bagaimana caranya aku menebus semua kesalahan itu?” tanya Reno dengan sendu.


Merasa ucapan suaminya benar, Abi mengurungkan niatnya masuk ke kamar. dia memilih duduk di kursi dan meletakkan susu yang dibuatnya di atas meja. Reno pun akhirnya ikut duduk di samping istrinya.


“Minumlah! Bukankah kamu haus.” Ucapnya dengan lembut.

__ADS_1


“Maaf, meskipun aku terlambat mengetahui kehamilan kamu. Setidaknya berikan aku kesempatan untuk menemani masa-masa kehamilanmu ini.” ucap Reno dengan tatapan tertuju pada Abi yang sejak tadi membuang muka.


Jawaban Abi hanya anggukan kepala.


“Aku sangat senang melihat badan kamu berisi, itu tandanya anak kita tidak membuat Mamanya kesusahan selama ini.”


“Katakan saja jika kamu menginginkan sesuatu. Aku akan berusaha memenuhi semua keinginan kamu.” Lanjut Reno.


Sebenarnya Abi tadi terbangun karena perutnya sangat lapar. Dia sangat bosan jika hanya makan roti setiap hari. Sedangkan untuk memasak pun hampir tidak pernah lagi ia lakukan semenjak hamil. Jadi dia tadi hanya membuat susu hangat saja.


“Aku lapar.” Jawabnya dengan lirih sambil menundukkan kepalanya.


“Kamu mau makan apa? Aku akan belikan di luar.” Tanya Reno bersemangat.


Abi menggelengkan kepala dengan lemah. “Bisakah kamu buatkan aku nasi goreng tanpa bawang? Aku sangat ingin makan nasi.”


Glek


Reno menelan ludahnya dengan kasar.


.


.


.


*TBC


Chef Reno tunjukkan bakat terpendammu!! Jangan hanya menunjukkan kejantananmu saja😂😂


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2