
Sementara itu Reno kini sedang duduk di ruang kerjanya. Dia sudah kembali menjalani rutinitasnya setelah pulang dari kota B dengan membawa kegagalan.
Reno menghela nafasnya pelan. Di hadapannya sedang banyak pekerjaan yang terbengkalai, namun hati dan pikiraannya hanya tertuju pada istrinya yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
Reno benar-benar frustasi. Dengan cara apa lagi dia mencari istrinya. Dan siapa orang yang sebenarnya menutupi keberadaan istrinya itu. Karena Reno sangat yakin kalau ada dalang di balik perginya Abi selama beberapa hari ini.
Tak lama kemudian pintu ruang kerjanya terbuka. Chiko datang dengan membawa beberapa berkas penting yang membutuhkan tanda tangan Reno. Pria yang sudah lama bersahabat dengan Reno itu dapat melihat raut kesedihan Reno sejak kepergian istrinya.
“Ren, bukannya aku ingin mengguruimu. Aku tahu masalah kamu sangat berat. Kamu tahu bukan kalau aku juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang kamu alami saat ini. meskipun beda kasus.” Ucap Chiko menjeda kalimatnya.
“Menurutku lebih baik untuk saat ini berhentilah mencari istri kamu. Viana sedang butuh waktu sendiri. Biarkan hatinya tenang. Aku juga tidak menyalahkan kamu. Mungkin semua wanita akan sakit jika mengalami hal itu. Jadi sekarang tolong fokus dulu dengan urusan kantor dulu, Ren! Percayalah, kalau Viana tidak akan pergi meninggalkanmu. Dia hanya butuh waktu untuk sendiri.”
Reno merematt rambutnya dengan kasar. Ada benarnya dengan ucapan Chiko. Namun juga ada kekhawatiran jika Abi benar-benar meninggalkannya.
“Baiklah. Akan aku coba. Terima kasih banyak, Ko. Dan maaf selama ini banyak merepotkanmu.” Ucap Reno akhirnya.
Chiko mengangguk tersenyum. Setelah itu dia menyodorkan dokumen yang sejak tadi dibawanya lalu meminta tanda tangan Reno.
Kali ini memang perusahaan sedang membutuhkan Reno. Dan Reno tidak bisa lepas tangan begitu saja hanya karena urusan pribadi. Susah payah dia membangun perusahaan itu, jadi tidak semudah itu dia lepas tanggung jawab. Dan mulai hari ini Reno akan fokus dengan pekerjaannya. Menangani masalah yang sejak beberapa hari yang lalu tak kunjung mendapat solusi.
***
__ADS_1
Sudah tiga hari ini Sean dan Lidia tinggal bersama Abi. Begitu juga dengan Xander. Tapi kedua pria paruh baya yang sama-sama seorang pengusaha itu tidak bisa terus bersama Abi. Karena banyak pekerjaan yang terbengkalai jika terlalu lama berada di sini. bahkan hubungan kedua pria yang telah lama bersahabat itu masih dingin pasca perdebatan sengit tempo hari. Terlebih Sean yang sangat geram setelah mengetahui Xander telah berbuat lancang dengan memberikan kekacauan pada perusahaan Reno.
Sementara itu keadaan Abi saat ini sudah perlahan membaik. Di usia kandungannya yang sudah delapan minggu ini, Abi masih sering mengalami morning sickness. Namun semenjak ada Mamanya yang selalu perhatian dan selalu memberikan semangat, Abi pun berusaha kuat dan berusaha untuk tidak terus mengingat Reno. Meskipun seringkali dalam mimpinya pria itu selalu hadir.
Saat ini Abi sedang duduk seorang diri di taman belakang rumah. setelah makan malam dengan hawa yang kurang mengenakkan lantaran Ayah dan Omnya tengah berseteru, Abi memilih mencari udara di taman belakang.
“Tidak baik ibu hamil malam-malam berada di luar seperti ini.” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Abi.
“Kak Reza?”
Reza tersenyum lalu ikut duduk bergabung di samping Abi. Sedangkan Abi sama sekali tidak keberatan saat Reza duduk di sampingnya.
Reza banyak menanyakan keadaan Abi. Pria itu berusaha menghibur Abi yang masih bersedih dengan masalah yang terjadi.
“Entahlah, Kak. Saat ini aku hanya ingin fokus dengan kehamilanku saja.” jawab Abi enggan membahas tentang Reno.
“Vi, aku bersedia menjadi ayah dari anak kamu jika kemungkinan buruk terjadi.” Ucap Reza dengan serius sambil menatap netra Abi.
Abi terkejut mendengar ucapan Reza, walau sebelumnya ia mendengar dari Xander kalau Omnya itu akan menjodohkan dengan Reza jika nanti bercerai dengan Reno.
“Maafkan aku, Vi. Sebanrnya sudah lama aku menaruh hati padamu. Namun sayangnya aku pengecut untuk mengungkapkan semua itu. Jadi, jika kemungkinan terburuk itu terjadi, bolehkah aku menjadi ayah pengganti anak kamu, sekaligus suami kamu?” ucap Reza dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Akhirnya Reza berani mengungkapkan perasaannya terhadap Abi. Walau situasinya sangat tidak tepat. Setidaknya hatinya lega bisa memberitahu Abi tentang perasaannya selama ini. perasaan yang sudah lama tumbuh. Sejak pertemuan pertama mereka saat di bandara dulu, yang tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun.dimana saat itu Abi sedang bersama Xander hendak berkunjung ke rumah kakaknya, dan Reza yang baru saja pulang dari perjalanan bisnis ke luar kota.
Dari pandangan pertama itulah Reza merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. mengingat sebelumnya ia pernah mengalami perilaku menyimpang yang menyukai sesama jenis. Namun sayangnya saat tahu kalau gadis yang tak sengaja bertabrakan dengannya adalah adik ipar dari mantan istrinya, membuat Reza menjadi pengecut. Tidak berani mengungkapkan persaannya.
Rasa cinta terhadap Abi akhirnya hanya mampu ia simpan dalam hatinya. Hingga ia bertemu dengan seorang perempuan baik hati yang mau menerima semua kekurangan dan masa lalunya. Lalu Reza menikahi perempuan itu.
Namun sayangnya hubungan Reza dengan sang istri tidak bertahan lama. Meskipun dia masih setengah hati mencintai perempuan itu. Istri Reza meninggal di saat setelah melahirkan buah hatinya. Hal itu menjadi pukulan terberat dalam hidup Reza. Dan setelah itu hidupnya kembali hancur saat anak yang dilahirkan dalam keadaan premature itu juga akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir untuk mengikuti ibunya.
“Kak Reza. Maafkan aku. Kak Reza adalah pria yang baik. Maaf sejak dulu aku selalu menganggap Kak Reza seperti kakakku sendiri. Sampai saat ini.” ucap Abi menatap sendu netra Reza.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1