Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 114 Terlelap


__ADS_3

Yang Abi rasakan saat ini masih sama, yaitu gugup. Sebisa mungkin ia mencoba untuk tenang. Karena bagi siapapun yang berada dalam posisinya pasti merasakan hal yang sama. Terlebih keadaannya sekarang sedang hamil tua. Berbagai macam pikiran buruk muncul di benaknya. Takut jika melakukan hubungan suami istri nantinya akan melukai janin yang ada dalam kandungannya.


“Sayang, istirahatlah dulu! Aku tahu kamu pasti capek.” Suara Reno menginterupsi, sontak membuat lamunan Abi buyar.


Tanpa menjawab, Abi segera menaiki ranjang king size itu lalu duduk menyelonjorkan kakinya. Di usia kandungannya yang sudah mendekati HPL, Abi memang sudah susah tidur. Namun dia sering merasa kelelahan. Jadi dengan duduk berselonjor kaki seperti ini membuatnya sedikit nyaman.


Sedangkan Reno yang tadi habis meminta istrinya untuk istrirahat, dia segera masuk ke kamar mandi. dan tak lama kemudian ia keluar dengan keadaan sudah bertelanjang dada. Namun masih memakai celana bahannya.


Abi semakin gugup saat melihat tubuh sang suami. Meskipun Reno terlihat lebih kurus, namun sama sekali tak mengurangi bentuk roti sobek itu. Seketika Abi memalingkan mukanya.


Reno perlahan naik ke ranjang mendekati istrinya. Dia duduk menghadap Abi yang masih memalingkan muka. Lalu tangannya terulur menyentuh kedua kaki Abi dan memijitnya dengan lembut. Ada desiran aneh yang Abi rasakan saat tangan sang suami memujit kakinya.


“Ren, nggak perlu!” tolaknya merasa tak enak.


“Biarkan aku melakukan tugasku yang selama ini tidak bisa aku lakukan semenjak kita berpisah.” Jawabnya lirih dengan tangan terus memijit kaki Abi.


Jujur saja Abi merasa nyaman dengan pijitan sang suami. karena memang baru kali ini ada yang memijitnya. Mamanya dulu mau memijitnya, namun dengan cepat Abi menolak.


Abi sangat terbuai dengan pijitan lembut Reno. Posisinya kini lebih rileks dengan bersandar pada headboard ranjang. Sesekali ia menutup matanya menikmati sensasi yang terasa aneh. Sedangkan tangan Reno yang sejak tadi memijit kaki bagian bawah, kini perlahan mulai naik ke bagian paha.


Semakin lama Reno tidak kuat menahan gairahh yang sejak tadi sudah muncul. Apalagi melihat bibir istrinya yang begitu menggoda.

__ADS_1


Kini posisi Reno sudah semakin rapat vdengan tubuh Abi. tangannya sudah berhenti memijit, namun Abi masih belum menyadarinya, karena dia sedang menutup matanya.


Tiba-tiba saja Abi merasakan bibirnya basah. Ternyata Reno sudah menciumnya, melumattnya dengan lembut penuh perasaan. Abi yang masih menutup mata akhirnya membalas pagutann yang suami berikan.


Mereka berdua sama-sama terhanyut dalam ciumaan yang memabukkan itu. Ciumann yang awalnya sangat lembut kini perlahan semakin menuntut. Hingga deru nafas mereka berdua semakin memburu.


Tangan Reno pun mulai aktif menyentuh dua aset berharga milik istrinya yang telah lama tidak ia sambangi. Dalam bibir yang masih berpagut mesra, Reno sedikit tersentak saat tangannya menyentuh aset milik Abi yang menurutnya telah berubah ukuran.


Reno menghentikan pagutannya. Tatapannya sayu tertuju pada dua bongkahan besar yang kancing bagian atasnya sudah terbuka. Lalu ia melanjutkan untuk melepas semuanya.


Ternyata benar adanya. Ukuran itu lebih besar dari sebelumnya. Bahkan keduanya terlihat seperti berdesakan dan seakan mau lompat dari tempat persembunyiannya. Reno menelan kudahnya kasar.


Kini Reno sudah berhasil membuka semua kancing baju Abi. bahkan perut buncitnya juga terlihat begitu besar. Abi mencari selimut berusaha menutupinya karena malu.


“Aku malu karena tubuhku tidak indah lagi.” jawabnya sambil memalingkan muka.


“Kata siapa? Justru aku sangat menyukainya. Ini sangat seksii, Sayang. Dan aku akan sering membuatmu seperti ini. kamu ingat permintaan Daddy, bukan?” ucapnya dengan candaan.


Abi melotot tajam. Lalu tak lama kemudian ada gelenyar aneh saat bibir Reno sudah mendarat di salah satu pucuk asetnya. Apalagi Reno memainkian lidahnya dengan sangat terampil. Otomastis Abi memegangi kepala Reno untuk semakin memperdalam kegiatannya.


Tubuh Abi menggeliat karena merasakan sensasi yang sangat menakjubkan. Reno aktif memainkan asetnya secara bergantian. Kemudian perlahan turun dengan mengecup perut buncit itu.

__ADS_1


Kini posisi Reno sudah membungkuk. Pria itu melepas tali pada celana Abi lalu menurunkannya dengan pelan. Hingga nampaklah bagian inti abi yang tertutup kain segitiga berwaran senada dengan penutup asetnya bagian atas, yaitu warna maroon.


“Jangan!” lirih Abi saat kepala Reno hampir tenggelam di antara pahanya.


Entahlah, Abi hanya merasa tidak nyaman saja jika suaminya akan melakukan kegiatan yang dulu pernah menjadi kegiatan yang paling ia sukai. Mungkin karena efek kehamilannya yang sering mengeluarkan cairan dari intinya membuat ia tak nyaman jika Reno melakukan kegiatan itu.


“Tenanglah, Sayang! Aku mencintaimu dari ujung kaki sampai ujung kepala.” Ucap Reno meyakinkan istrinya.


Tanpa menunggu persetujuan dari sang istri, Reno segera menenggelamkan kepalanya diantara paha Abi untuk mencari kenikmatan yang telah lama tidak ia dapatkan.


Keduanya sama-sama hanyut dalam peermainan indah itu. Reno benar-benar melakukannya dengan lembut penuh perasaan karena tidak ingin membuat istrinya tidak nyaman. Selain itu dia tidak ingin menyakiti calon buah hatinya.


“Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu.” Ucap Reno setelah mengakhiri pelepasannya yang terakhir. Setelah itu mereka berdua sama-sama terlelap.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Maap klo ga bisa secara detil. bahaya nanti tidak lolos review🙏🙏


Happy Reading‼️


__ADS_2