Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Tak Ada Yang Bisa Di Tutupi Dari Saya


__ADS_3

Daniel pun membawa Caca bersama sang buah hati ke sebuah restoran yang sangat mewah, dari tempat itu mereka bisa menikmati pemandangan malam kota tersebut. Mereka bertiga terlihat bagai sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia, bahkan untuk sejenak Caca seperti melupakan masalah yang sedang mereka hadapi dengan melihat senyum bahagia dari Ical


Tetapi itu semua tak berlangsung lama karena tiba-tiba saja ponsel Daniel pun berdering, Daniel sempat melihat orang yang menghubungi dirinya dan mengabaikan panggilan telepon tersebut. Tetapi lagi-lagi ponsel Daniel kembali berdering, Caca pun membuang nafasnya dengan kasar dan mulai menatap ke arah Daniel dengan serius


"Angkat aja kak, mungkin aja dia mau mengabarkan sesuatu yang penting"


Saat itu Caca duduk bersebelahan dengan Daniel dan secara otomatis Caca pun mengetahui bahwa yang menghubungi Daniel saat itu adalah Diana, melihat ekspresi wajah Caca pada saat itu Daniel pun terpaksa menjawab panggilan telepon tersebut


"Ya"


"Kak tolong kak, Liona terjatuh dari tangga kak. Dan aku ga tau harus berbuat apa kak!"


Mendengar hal tersebut secara spontan Daniel langsung terbangun dari duduknya


"Kenapa dia bisa sampai jatuh?"


"Aku ga tau kak," dengan suara yang di iringi isak tangis


Daniel langsung memutuskan sambungan teleponnya dan menghubungi seseorang yang dia tugaskan untuk menjaga rumah itu, dan memerintahkan untuk membawa ke rumah sakit. Sedangkan Caca hanya menatap ke arah Daniel dengan serius, dan akhirnya Daniel pun tersadar akan eksperi wajahnya saat itu yang terlihat panik


"Maaf itu..."


Tanpa banyak bicara Caca langsung mengangkat salah satu tangan nya yang menandakan dia memanggil pelayanan di tempat itu, sedangkan Daniel langsung mendudukkan tubuhnya dan menatap Caca dengan serius


"Kamu mau apa?" tanya Daniel bingung


"Sepertinya kita sudahi saja acara makan malam kita, keadaan anak kamu saat ini jauh lebih penting." ucap Caca sambil tersenyum tipis


"Tapi Ca..."


"Ga apa kak, biar kami temani kamu ke rumah sakit"


Senyuman bangga tersimpul di bibir Daniel pada saat itu, ada perasaan yang tak dapat Daniel ungkapan pada saat itu. Mereka pun segera meninggalkan tempat itu setelah menyelesaikan pembayaran


Tak butuh waktu lama mereka sudah tiba di rumah sakit, dan tanpa rasa malu sama sekali Diana langsung memeluk tubuh Daniel sambil menangis hebat. Diana bahkan tak memperdulikan keberadaan Caca di tempat itu


"Kamu tenang dulu ya," memeluk tubuh Diana tanpa sadar


Sedangkan hati Caca terasa sakit saat melihat itu semua, dia tau dengan pasti bahwa saat itu Daniel hanya berusaha menenangkan hati Diana. Tetapi hati Caca tetap merasakan sakit melihat Daniel memeluk wanita lain, hingga tiba-tiba Daniel pun tersadar saat Ical menarik ujung baju Daniel

__ADS_1


"Gimana keadaan Liona tante?" tanya Faizal dengan polosnya


Daniel yang tersadar pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh Diana dan menatap ke arah Caca dengan perasaan bersalah, sedangkan Caca tetap berusaha untuk menampilkan senyuman di bibirnya


"Gimana keadaan anak kamu?"


"Dokter lagi menangani Liona di dalam"


Saat dokter keluar dari dalam ruang penanganan semua orang pun mulai menghampiri sang dokter, dan sang dokter pun menjelaskan keadaan Liona saat itu bahwa tak ada yang perlu di khawatir kan


Setelah berbincang ringan Caca pun berpamitan dan Daniel bersikeras untuk mengantarkan Caca, walaupun Caca sudah mengatakan bahwa Daniel sebaiknya tetap berada di tempat itu. Sesaat sebelum pergi Daniel sempat melirik ke arah Diana yang menatap mereka dengan tatapan mata yang tajam, dan Diana langsung merubah ekspresi wajahnya saat menyadari bahwa Daniel memperhatikan dirinya


"Aku yakin dia bukan Diana yang dulu aku kenal, tapi saat ini aku belum bisa mengambil tindakan apapun bila belum ada bukti yang nyata"


Sepanjang perjalanan Daniel beberapa kali meminta maaf kepada Caca dan Faizal karena acara makan malam mereka tidak berjalan dengan lancar, dan Caca pun meyakinkan Daniel bahwa mereka baik-baik saja


Saat Caca dan Faizal sudah mulai memasuki kediaman mereka, Daniel segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang


"Bagaimana?"


Seseorang di seberang sana menjelaskan sesuatu kepada Daniel dan berhasil memancing emosi Daniel hingga dia mengeraskan rahangnya


"Baik pak"


Daniel pun segera memutuskan sambungan teleponnya


"Aku ga pernah menyangka kamu sanggup melangkah sejauh ini Diana!!"


Saat hari mulai berganti Daniel pun tiba di sebuah tempat, sebuah bangunan tua yang kurang terawat dan Daniel pun segera di sambut oleh beberapa orang di tempat itu


"Di mana dia?"


"Ada di dalam pak"


"Dan yang satu lagi?"


"Sedang dalam perjalanan pak"


Dengan langkah kaki yang pasti Daniel pun mulai memasuki bangunan tersebut dan di dalam sana sudah ada seorang wanita yang belum sadarkan diri dan terikat di sebuah bangku

__ADS_1


"Akhirnya aku berhasil dapatkan kamu!!" bathin Daniel sambil mengeraskan rahangnya


"Bangunkan dia"


Orang-orang di tempat menyiram kan air ke arah orang yang sedang terduduk sambil tak sadarkan diri yang ternyata adalah Vivian


"Hei!!" teriak Vivian tak terima dengan apa yang di lakukan kepada dirinya


Vivian pun mulai mengedarkan pandangan matanya dan terhenti tepat di arah Daniel yang sedang memandang ke arah dirinya dengan dingin


"Apa-apaan ini semua?!" teriak Vivian dengan penuh amarah


Daniel pun menapilkan senyuman sinis


"Apa kamu masih perlu sebuah penjelasan?"


Vivian berusaha tetap terlihat tenang walaupun hatinya sudah mulai terasa tak karuan


"Apa maksud kamu Daniel? saya sudah pergi dan menghilang dari kehidupan kamu, jadi apa maksud semua ini?" tanya Vivian sambil berusaha meronta walaupun hasilnya hanyalah sia-sia


Daniel pun mulai mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Vivian dan masih dengan ekspresi wajah yang dingin


"Seandainya kamu benar-benar menghilang setelah perbuatan terakhir kamu, maka kamu pasti akan saya lepaskan. Tapi apa yang kalian lakukan sekarang?"


Dalam sekejap wajah Vivian mulai terlihat pucat pasi walaupun dia masih berusaha sekuat tenaga untuk terlihat tenang


"Kalian apa maksud kamu?" tanya Vivian


Daniel hanya terdiam dan tersenyum sinis, lalu tiba-tiba seseorang di tempat itu membisikkan sesuatu kepada Daniel


"Bawa dia masuk"


Daniel pun langsung menatap ke arah Vivian


"Karena kamu masih berlagak seperti orang bodoh maka saya akan mempertemukan kamu dengan orang bayaran kamu, tapi kamu lupa satu hal Vivian. Saya adalah Daniel Putra Perkasa, tidak ada yang bisa di tutupi dari saya!!"


Tak selang berapa lama ada seseorang yang di bawa masuk ke tempat itu dan ternyata orang tersebut adalah Diana, Diana pun menjadi terkejut melihat keadaan Vivian yang sudah tak berdaya


"Ada apa ini kak?" tanya Diana dengan suara bergetar

__ADS_1


Daniel hanya terdiam dan menampilkan senyuman dingin


__ADS_2