
Rangkaian acara di dalam gedung tersebut berjalan dengan sangat lancar walaupun Caca tak perlu turun tangan sama sekali, sedangkan Faizal di perlakukan layaknya seorang pangeran kecil di tempat itu. Semua orang yang menghampiri meja mereka dan menyapa mereka tampak kagum dengan wajah Faizal yang sangat imut, hal tersebut membuat sang kakek semakin bangga terhadap anak itu
"Mah.. Aku pengen pipis," ucap Faizal sedikit berbisik
Daniel yang mendengar hal tersebut langsung menawarkan diri untuk mengantarkan Faizal pergi ke toilet, sedangkan sang kakek langsung meminta Caca untuk duduk tepat di sampingnya saat Daniel sudah tak berada di antara mereka
"Siapa tadi nama kamu?"
"Nama aku Marisa kek, tapi kakek bisa panggil aku Caca." ucap Caca dengan sopan sambil tersenyum tipis
Sang kakek pun terlihat tersenyum tipis melihat senyuman Caca saat itu
"Pantas aja anak itu selalu menolak di jodoh kan dengan gadis manapun, dia memang pantas menjadi cucu kesayangan aku. Dia memang pintar memilih tempat untuk melabuhkan hatinya"
"Mulai persiapkan diri kamu untuk masuk ke dalam keluarga kami ya nak," ucap sang kakek dengan serius
"Maaf kek tapi..."
Ucapan Caca langsung terpotong karena sang kakek langsung membuka suara
"Apa kamu tau? kamu adalah perempuan pertama yang Daniel bawa ke hadapan saya atau ke acara resmi seperti ini, jadi apa itu belum cukup untuk meyakinkan hati kamu kalau anak nakal itu benar-benar mencintai kamu?"
Caca lebih memilih untuk diam karena dia sendiri tak tau harus menjawab apa dari ucapan sang kakek
"Nanti kamu minta nomor telepon saya sama anak nakal itu ya"
"Ya kek"
"Kalau di masa depan dia berani menyakiti hati kamu atau mengecewakan kamu, jangan pernah ragu untuk melaporkan hal tersebut kepada saya. Karena biar sudah tua begini saya masih sanggup untuk membalas perbuatan dia ke kamu." ucap sang kakek penuh keyakinan
Caca pun menjadi tak enak hati melihat sang kakek yang begitu baik terhadap dirinya
__ADS_1
"Ga aku ga boleh diam aja, aku ga mau kakek yang udah sebaik ini sama aku harus aku bohongi"
"Maaf kek, tapi kakek harus tau hubungan aku sama kak Daniel..."
Lagi-lagi ucapan Caca harus terpotong karena sang kakek membuka suara
"Apa kamu liat bekas luka di pipi anak nakal itu?"
Caca pun menganggukkan sedikit kepalanya
"Itu hasil karya saya," ucap sang kakek sambil tersenyum
Caca hanya bisa terdiam dan tetap berusaha terlihat tenang, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia sudah mulai merasa cemas akan akhir dari ucapan sang kakek
"Apa kamu tau alasannya saya buat itu ke dia?" tanya sang kakek sambil menatap serius ke arah Caca
"Kata kak Daniel karena aku ya kek," ucap Caca dengan hati-hati
"Ternyata dia cerita ke kamu ya"
"Ada yang menyampaikan ke saya tentang kamu, karena kehadiran kamu tiba-tiba saja anak nakal itu memutuskan untuk membatalkan pertunangan dirinya dengan gadis yang sudah kami pilih. Rencana awalnya hari ini kami akan mengumumkan pertunangan mereka"
Caca hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya
"Tapi sekarang saya bisa mengerti kenapa anak nakal itu tetap bersikeras memilih kamu untuk menjadi pendamping hidup dia," ucap sang kakek dengan lembut
Caca pun mulai berani menatap kembali ke arah sang kakek
"Karena saat ada di samping kamu dan anak kamu dia benar-benar berubah menjadi sosok yang berbeda yang belum pernah saya lihat sebelumnya, dia terlihat lebih sering tersenyum. Jadi saya mau minta tolong sama kamu jaga dia dengan baik"
"Tapi kek aku rasa aku ga pantas untuk.."
__ADS_1
Dan lagi-lagi Caca tak bisa menyelesaikan ucapan yang akan dia keluarkan karena kali ini sang kakek langsung memegang kedua tangan Caca dengan lembut
"Jangan hanya melihat dia dari luar, anak itu sudah banyak melalui masa sulit di dalam hidupnya. Jadi tolong bantu saya memberikan sedikit kebahagiaan kepada dia"
Caca bisa melihat ketulusan yang bercampur dengan kesedihan dari sorot mata sang kakek, dia memang tak mengetahui apa arah ucapan sang kakek. Tetapi Caca sangat yakin bila ada sesuatu yang tidak dia ketahui dari sisi kehidupan Daniel yang lainnya
Saat Caca dan sang kakek sedang saling menatap jauh ke dalam mata mereka dan masih dengan posisi yang sang sama sang kakek memegang kedua tangan Caca, tiba-tiba saja Daniel sudah berada di dekat mereka dengan wajah yang terlihat sedikit aneh
"Ehem..."
Caca dan sang kakek secara bersamaan menoleh ke arah sumber suara yang ternyata Daniel sedang menatap ke arah tangan mereka berdua
"Kamu pindah dulu Ca duduknya, aku mau duduk dekat kakek." ucap Daniel dengan nada suara yang terdengar sedikit aneh
Caca dengan polosnya berpindah tempat duduk dan sang kakek menjadi tertawa lepas melihat wajah Daniel saat itu
"Jangan bilang sama kakek yang udah tua begini aja kamu masih cemburu?"
Daniel hanya terdiam dan memasang wajah sedikit masam
"Dan satu lagi kamu ga boleh duduk di samping kakek, karena yang boleh duduk di sini cuma jagoan kecil kakek." ucap sang kakek menatap ke arah Faizal
Sang kakek menepuk bangku di sampingnya sambil tersenyum hangat ke arah Faizal, dan anak polos itu mengikuti keinginan sang kakek dengan senyuman yang terlihat sangat manis. Sedangkan Caca hanya bisa memasang wajah bingung akan sikap Daniel yang seperti itu
Acara itu berjalan dengan sangat lancar tanpa ada satu orang pun dari mereka yang menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatap ke arah mereka dengan penuh kebencian
"Dasar perempuan ga tau diri!! apa hebatnya kamu sampai kamu bisa menaklukkan mereka semua? berbahagia sepuas hati kamu untuk saat ini, tapi aku janji ini semua ga akan berjalan lama. Karena aku Vivian ga akan pernah hidup dengan tenang sebelum membalas kekalahan aku."
Caca sempat menyapa Abian dan Adel yang turut hadir di acara itu, bahkan Rico yang hadir dengan menggandeng wanita cantik baru lagi mengabaikan wanita tersebut dan lebih memilih untuk berbincang dengan Caca
Beberapa kali Daniel sempat mengusir Rico agar menjauhi Caca dengan berbagai alasan, tetapi Rico mengabaikan semua ucapan Daniel dan sengaja terus memuji kecantikan Caca tepat di hadapan Daniel. Sedangkan Caca hanya bisa pasrah dengan semua sikap Daniel yang menunjukkan dia sedang merasa cemburu
__ADS_1
Caca pun akhirnya bisa melihat sisi lain dari Daniel yang belum pernah dia lihat sebelumnya
"Ternyata kamu bisa juga bertindak seperti anak kecil ya kak? tapi apa sebenarnya yang sudah kamu lalui selama ini kak? kenapa kakek terlihat sedih saat membahas tentang kamu?" bathin Caca