Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Menebus Kesalahan


__ADS_3

Daniel sudah berada di apartemennya dan rasa sakit di kepala maupun di hatinya terasa semakin jelas saat dia memasuki kamarnya, dengan langkah kaki yang pasti dia mendekati tempat tidurnya dan mulai meraba tempat tidurnya


"Maaf.. Maaf karena aku melupakan kamu selama ini, maaf karena pasti aku meninggalkan banyak luka di hati kamu. Kalau kamu ga bersedia menemui aku sebagai aku yang dulu, maka aku akan berubah menjadi aku yang sekarang untuk menemui kamu"


FLASH BACK


"Kita tetap ke tujuan awal," dengan wajah menahan rasa sakit


"Tapi pak sepertinya keadaan anda tidak baik-baik saja," wajah sang asisten menunjukkan dengan jelas bahwa dia khawatir akan keadaan Daniel saat itu


Daniel langsung melepaskan tatapan membunuhnya ke arah sang asisten sambil menarik kerah baju sang asisten


"Kamu sudah melakukan kesalahan sekali dengan menutupi ini semua, apa kamu mau memaksa saya menghancurkan hidup kamu?" penuh penekanan


"Sekali lagi saya mohon maaf pak, saya hanya melakukan ini demi kebaikan anda." dengan hormat


"Sekarang juga bawa saya ke sana, jika terjadi sesuatu kepada anak saya maka kamu yang akan membayar semuanya." dengan tegas


"Baik pak"


Sedikit demi sedikit kenangan antara dirinya dan Caca pun mulai kembali, Daniel berusaha kuat menahan rasa sakit yang menyerang kepalanya. Dia harus segera tiba di rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa sang buah hati


"Apa alasan kamu yang sebenarnya melakukan ini semua? apa rasa sakit di hati kamu terlalu dalam? apa ga ada sedikit pun kesempatan aku memperbaiki semuanya?"


Untuk berjaga-jaga Daniel segera menghubungi seseorang dan memerintahkan hal yang sama seperti Rico, sesampainya di rumah sakit Daniel segera mencari tau keadaan sang buah hati. Dan saat itu Daniel sudah yakin bila anak yang Caca lahirkan adalah anak kandung nya


Daniel segera menawarkan diri untuk mendonorkan darahnya bagi Faizal, dan sudah pasti mama Diana yang tak mengetahui siapa Daniel yang sebenarnya langsung menyetujui hal tersebut. Daniel yang dalam keadaan lemah ikut menunggu di depan ruang penanganan Faizal


Saat Caca dan Rico tiba di sana Daniel dapat melihat secara sekilas bahwa ada ketakutan yang teramat besar dari dalam mata Caca, Daniel pun memutuskan untuk tetap berpura-pura tidak mengenal Caca agar dia tetap bisa berhubungan dengan Caca dan sang buah hati


FLASH OFF


Di tempat yang berbeda ada seorang wanita yang sedang memasang wajah penuh amarah


"Sial!! apa ini artinya aku malah mempersatukan mereka? aku cuma mau kasih pelajaran untuk perempuan itu, tapi kenapa malah golongan darah anak itu dan Daniel sama? ini semakin jelas bahwa anak itu adalah anak Daniel, sebaiknya aku segera mengambil langkah sebelum Daniel atau perempuan itu mengambil langkah lebih dulu"

__ADS_1


"Bagaimana keadaan anak itu sekarang?"


"Kabar terbaru anak itu sudah melewati masa kritis dan sekarang ada di ruang rawat"


Wanita tersebut yang tak lain adalah Vivi langsung melempar gelas yang berada di tangannya


"Berbahagia lah kalian saat ini, karena sebuah keberuntungan ga akan pernah datang dua kali" tersenyum jahat


Di tempat yang berbeda Daniel sedang merebahkan tubuhnya sambil mengingat semua kenangan dirinya dan Caca yang pernah dia lupakan, dan tiba-tiba saja suara bel apartemen terus saja berbunyi. Daniel pun mulai bangkit dengan perasaan malas karena dia tau dengan pasti hanya satu orang yang bisa melakukan hal tersebut


Saat Daniel membuka pintu apartemennya tanpa di beri izin terlebih dahulu Rico langsung memasuki apartemen Daniel, dan tanpa rasa bersalah sama sekali dia pun segera mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu


"Mau ngapain lu ke sini?" melangkahkan kakinya dan ikut duduk di salah satu sofa


Rico hanya terdiam dan terus memandang ke arah Daniel dengan seksama


"Apa lu kurang kerjaan? ngapain lu liat gw sampai kayak begitu?"


Rico pun menampilkan senyuman tipis di bibirnya


"Apa ga ada yang mau lu jelasin ke gw?"


Rico pun mulai memasang wajah yang serius


"Pertama kenapa tadi lu bisa ada di rumah sakit?"


"Cuma kebetulan aja, tadi gw dapat kabar ada kolega gw masuk rumah sakit dan ga sengaja gw dengar masalah anak itu." dengan santai


Rico pun tersenyum penuh arti sedangkan Daniel paham betul arti senyuman Rico saat itu


"Anak ini pembuat masalah, sebisa mungkin gw harus bisa tutupi masalah ini dari dia"


"Gw benar-benar terharu sama lu, cuma untuk anak yang ga lu kenal lu rela donor kan darah lu. Dan pasti rasanya sakit banget kan di tusuk jarum," tersenyum meledek


Daniel pun langsung memasang wajah serius ke arah Rico

__ADS_1


"Sial!! gw benar-benar lupa masalah jarum"


"Jadi lu benar-benar ga kenal anak itu?"


Daniel tetap memegang pilihan awalnya dan menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Oke kalau gitu terima kasih ya," tersenyum tipis


"Maksud lu?"


"Ya gw berencana untuk dekati perempuan itu, dan kalau anaknya punya golongan darah yang sama dengan kita yang termasuk golongan darah yang sangat langka. Bukan hal yang sulit buat gw dapatkan perempuan itu"


Dalam sekejap wajah Daniel berubah menjadi merah akibat menahan rasa amarahnya


"Karena dari dulu gw udah penasaran sama perempuan itu dan sekarang ada kesempatan di depan mata, jadi gw ga boleh buang kesempatan ini begitu aja." tersenyum


Tiba-tiba saja Daniel bangkit dari duduknya dan memberikan Rico sebuah bogem mentah yang sangat telak


"Gw ga akan izinkan lu lakuin itu!! apa belum cukup yang dulu udah lu lakuin ke dia?!!"


Rico tak menampilkan wajah marah sama sekali tetapi dia pun tersenyum tipis sambil memandang ke arah Daniel, sontak saja Daniel pun langsung tersadar bahwa dia sudah masuk ke dalam perangkap Rico


"Apa sekarang lu udah ingat semuanya?"


Daniel hanya memasang wajah malas dan kembali mendudukkan tubuhnya


"Kenapa lu tetap bersikap kayak tadi kalau lu udah ingat sama dia? apalagi sekarang lu tau kalau ternyata anak kalian masih hidup?"


"Gw ga punya keberanian untuk memaksakan kehendak gw ke mereka, udah terlalu banyak gw buat salah sama mereka"


"Apa lu mau lepas mereka gitu aja? gimana kalau nanti ada orang lain yang benar-benar bisa menaklukkan hati dia?"


Daniel hanya terdiam sambil melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Rico


"Gw akan berusaha sekuat tenaga memenangkan hati dia lagi, tapi sebagai sosok yang baru tanpa ada tujuan lain. Sekali ini gw akan memenangkan hati dia dengan cara baik, walaupun dengan cara berbohong tapi perasaan gw ke dia ga bohong. Perasaan gw ke dia benar-benar tulus"

__ADS_1


Rico mulai bangkit dari duduknya dan memegang pundak Daniel sambil tersenyum bangga


"Gw rasa itu jalan yang terbaik, karena dia ga berharap lu tau tentang anak itu karena dia takut lu ambil anak itu dari dia. Dan sebagai orang terdekat lu gw akan selalu dukung keputusan lu, gw harap sekarang kita bisa menebus kesalahan kita di masa lalu sama dia"


__ADS_2