Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Perempuan Yang Penuh Tipu Muslihat


__ADS_3

Semua orang mulai merajut kebahagiaan di dalam hidup mereka, walaupun Daniel belum mengatakan apapun untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius. Tapi semua sikap Daniel dan tanggung jawab yang dia berikan sudah cukup membuat Caca dan sang buah hati merasa nyaman


Daniel bahkan sudah mulai memperkenalkan Caca dan buah hati mereka ke keluarga besar Perkasa secara resmi, dan sudah pasti mereka semua harus menerima kehadiran Caca dan Faizal diantara mereka. Semua itu karena sang kakek terlihat sangat bahagia saat berada di dekat Faizal


Detik demi detik terus berlalu dan Caca mulai di sibukkan kembali untuk mengurus acara pernikahan Sindy dan Rizal, kali ini Caca tak banyak melakukan pekerjaan seperti biasanya. Karena lagi-lagi Daniel mengambil peran di kesibukan Caca dengan mengirim orang-orang yang profesional untuk membantu Caca


Dan hari itu tiba-tiba saja ada sebuah panggilan telepon masuk di ponsel Caca dari nomor yang tidak di ketahui


"Halo..."


"Aku Vivian, apa aku bisa ketemu sama kamu sebentar? ada sesuatu yang perlu aku bahas sama kamu"


"Vivian dia bilang, berarti perempuan yang seharusnya menjadi calon istri kak Daniel. Tapi dia mau apa ketemu sama aku? sebaiknya aku ikuti aja kemauan dia, sekalian aku bisa tau apa mau dia sebenarnya?"


"Di mana?"


Vivian pun mulai menyebutkan nama sebuah tempat, dan Caca pun langsung menyetujui hal tersebut karena tempat yang di pilih oleh Vivian adalah tempat yang cukup terbuka. Dan kini Caca pun sudah duduk berhadapan dengan Vivian secara langsung


"Maaf, apa saya mengganggu waktu kamu?" ucap Vivian sambil tersenyum tipis


"Ga usah pakai basa-basi, kita langsung aja ke tujuan utamanya. Kenapa kamu minta ketemu saya?" ucap Caca dengan tegas


Vivian pun mulai menghilangkan senyuman di bibirnya dan memasang wajah dingin


"Kamu tau kan, sebelum kamu datang saya dan Daniel sudah berencana untuk menikah"


Caca pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya


"Karena kehadiran kamu dan anak kamu tiba-tiba saja Daniel membatalkan semua rencana itu"


"Lalu?" tanya Caca sambil menatap ke arah Vivian dengan serius

__ADS_1


"Kamu harus tau kalau saya benar-benar mencintai Daniel, dan sebagai sesama wanita harusnya kamu bisa mengerti perasaan saya. Kamu boleh saja menjadi perempuan di masa lalu dia, tapi belum tentu kamu yang akan menjadi perempuan di menjadi masa depan dia"


Caca masih tetap terdiam dengan wajah yang datar


"Dan kamu juga harus tau kalau hubungan saya dan Daniel sudah pada tahap yang serius, bahkan kami sudah sempat melakukan hubungan intim. Apa kamu sebagai sesama wanita ga bisa melepaskan dia untuk saya?"


Caca pun mulai tersenyum penuh arti


"Apa ada buktinya kalau kamu sudah melakukan hal itu sama dia?"


Vivian mulai mengeluarkan beberapa foto dari dalam tas nya, di foto itu terlihat dirinya sedang berbaring bersama Daniel tanpa menggunakan pakaian dan badan mereka tertutup oleh selimut


"Saya minta lepaskan Daniel, karena sekarang saya sedang mengandung anak dia. Saya harap kamu bisa pergi dan menghilang bersama anak kamu, tolong jangan ganggu kebahagiaan kami"


Di seberang sana Daniel sudah terbakar emosi mengetahui apa yang sedang Vivian lakukan di hadapan Caca, sudah pasti dia mendapatkan semua laporan tersebut dari para pengawal yang berada di dekat Caca. Daniel pun segera meninggalkan kantornya dan menuju ke tempat mereka


"Apa untungnya bagi saya untuk melepaskan dia begitu saja?" tanya Caca dengan senyuman tipis


"Bagaimana kalau saya beri kamu lima ratus juta?"


"Apa harga seorang Daniel Putra Perkasa hanya segitu di mata kamu?" tanya Caca sambil tersenyum mengejek


"Jadi berapa yang kamu mau?" tanya Vivian dengan serius


"Satu..." ucap Caca dengan santai


"Oke, saya akan beri kamu satu miliar asal kamu dan anak kamu pergi dari kehidupan Daniel untuk selamanya"


Caca hanya terdiam dengan wajah datar, sedangkan Vivian sudah bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya. Dan Vivian pun mulai menuliskan angka di atas selembar kertas cek


"Dasar perempuan murahan, aku kira dia akan mempersulit aku dan ga akan mau menyebutkan sebuah nominal. Dan ternyata dia tetap saja rela melepaskan Daniel untuk uang"

__ADS_1


Tiba-tiba saja Caca pun tertawa kecil membuat Vivian menghentikan aktivitas yang sedang dia lakukan dan kembali menatap ke arah Caca


"Sepertinya kamu salah sangka, saya bukan bilang satu miliar"


"Jadi berapa yang kamu mau?" tanya Vivian penuh penekanan


"Satu buah perusahaan yang sebesar milik Daniel Putra Perkasa," ucap Caca santai sambil tersenyum tipis


Vivian yang merasa di permainkan pun mulai mengeraskan rahangnya


"Pertama kamu harus tau kalau Daniel selalu bilang semua milik dia adalah milik saya, dan dia juga bilang kalau perusahaan yang sedang dia bangun kelak akan menjadi milik anak saya. Dan kedua jika kamu mau membuat sebuah penipuan harap di perhatikan secara detail," ucap Caca sambil senyum mengejek


"Apa maksud kamu?" tanya Vivian sambil menatap tajam ke arah Caca


Caca mulai mengambil sebuah foto dan mendekatkan foto tersebut ke arah Vivian, foto tersebut terlihat seolah Daniel sedang berada di atas tubuh Vivian tanpa menggunakan pakaian. Vivian pun melirik sekilas ke arah foto tersebut dan tetap berusaha terlihat tenang


"Seandainya hanya ada sedikit foto mungkin saya ga akan menaruh curiga, saya mulai merasa curiga saat saya memperhatikan foto ini. Dan akhirnya saya tau perbedaan foto ini dengan Daniel yang sebenarnya"


Vivian hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya karena dia tak paham dengan tujuan ucapan Caca pada saat itu


"Kalau kamu memang sudah banyak menghabiskan waktu sama dia seharusnya kamu tau kalau dia mempunyai tanda lahir di badannya, dan sayangnya tanda lahir dia hanya bisa terlihat saat dia tak menggunakan pakaian. Dan di semua foto ini tanda lahir dia tak terlihat satu pun," ucap Caca penuh keyakinan lalu tertawa lepas


Wajah Vivian pun sudah berubah menjadi merah karena menahan rasa malu bercampur amarah


"Sial!! kenapa bisa ada kebetulan yang seperti ini? mana aku tau dia punya tanda lahir di badannya, ini sama aja aku mempermalukan diri aku sendiri di depan perempuan ini"


Melihat Vivian yang sudah tidak berkutik Caca pun berniat untuk mengakhiri pertemuan itu, Caca pun mulai bangkit dari duduknya


"Sebaiknya kamu mulai belajar untuk melepaskan Daniel dan membuka lembaran baru di dalam hidup kamu, karena saya yakin Daniel ga akan pernah tertarik dengan perempuan yang penuh tipu muslihat seperti kamu"


Caca pun pergi meninggalkan Vivian begitu saja, sedangkan Vivian semakin memendam kebencian terhadap Caca

__ADS_1


__ADS_2