
Daniel mengantarkan Caca dan keluarganya kembali ke kediaman keluarga Perdana, dia juga menempatkan banyak pengawal di sisi mereka. Dia hanya ingin memastikan agar Caca dan keluarganya selalu dalam keadaan aman, Caca pun mengantarkan Daniel hingga ke mobil
"Kenapa kak?"
Daniel hanya terdiam dan terus menatap ke arah Caca dengan intens, Caca pun mengerutkan keningnya karena merasa bingung dengan jalan pikiran Daniel pada saat itu. Dan tiba-tiba saja Daniel memeluk tubuh Caca dengan sangat erat
"Kamu kenapa sih kak?"
"Aku cuma senang aja ga terjadi hal yang mengerikan sama kamu Ca, aku sendiri ga bisa bayangin gimana kalau hal itu sampai menimpa kamu." ucap Daniel dengan nada suara lirih
Caca yang mengerti perasaan Daniel saat itu pun memilih untuk membalas pelukan Daniel
"Sekali lagi aku minta maaf ya kak, aku benar-benar ga kepikiran sampai sejauh itu."
Daniel mulai melepaskan pelukannya dan menatap jauh ke dalam mata Caca
"Mulai sekarang kamu harus janji satu hal sama aku Ca," ucap Daniel dengan serius
"Apa kak?"
"Masalah apapun yang akan kita temui di depan nanti jangan pernah coba untuk hadapi masalah itu sendiri, mulai sekarang kamu harus bisa belajar untuk mengandalkan aku sebagai laki-laki kamu."
Caca pun tersenyum penuh arti dan berhasil membuat Daniel langsung mengerutkan keningnya
"Kenapa ekspresi wajah kamu begitu?"
"Aku cuma senang aja kak, karena mulai sekarang berarti ga ada lagi kebohongan dari hubungan kita kak."
Daniel pun terdiam dan langsung memasang wajah serius
"Dia bilang ga ada lagi kebohongan di antara kami, apa masalah itu bisa di bilang sebuah kebohongan juga?"
__ADS_1
Caca seolah dapat merasakan bahwa saat itu Daniel sedang menyembunyikan sesuatu kepada dirinya
"Kamu kenapa kak?" tanya Caca dengan wajah serius
"Aku ga apa kok Ca," dengan senyuman yang terlihat canggung
Caca hanya terdiam dan menatap serius ke arah Daniel dan tatapan mata Caca membuat seorang Daniel Putra Perkasa menjadi sedikit tertekan, Daniel pun berusaha untuk mengalihkan hal tersebut dengan memilih untuk langsung pergi. Tetapi tiba-tiba saja Caca langsung memegang tangan Daniel dengan wajah yang tetap terlihat serius
"Apa masih ada sesuatu dari kamu yang aku ketahui kak? kalau ada sebaiknya kamu bilang saat ini juga kak, karena aku yakin sebuah kebohongan yang kamu tutupi saat ini bisa menjadi bom waktu di dalam hubungan kita." ucap Caca dengan tegas
Daniel pun terdiam dan memikirkan ucapan Caca dengan bersungguh-sungguh
"Yang di bilang Caca benar, kalau aku mau menjalani hubungan yang lebih serius aku harus bisa terbuka sama dia tentang semua yang ada di diri aku"
"Nanti malam aku jemput kamu ya," ucap Daniel sambil tersenyum hangat
Caca hanya bisa terdiam dan masih dengan ekspresi wajah yang sama
"Kamu ga bohong kan kak?"
Daniel hanya tersenyum hangat sambil menganggukkan kepalanya, setelah itu dia pun berpamitan dan mulai menuju ke sebuah tempat. Sebuah tempat di mana orang-orang yang merencanakan hal bejat terhadap Caca sedang di sekap oleh para pengawal Daniel
"Apa dia sudah buka mulut?"
"Maaf pak kami belum berhasil membuat dia menyebutkan sebuah nama," ucap orang itu dengan sopan
Daniel pun tersenyum tipis dan senyuman Daniel saat itu terlihat sangat mengerikan, bahkan pengawal yang berada di sampingnya pun merasa sedikit tertekan dengan aura yang Daniel pancarkan pada saat itu
"Di mana dia?"
Orang yang berada di samping Daniel pun mengantarkan Daniel ke tempat yang di maksud, di sana ada banyak pria yang sudah terlihat tak berdaya dengan bekas lebam di banyak tempat. Daniel melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah pemimpin orang-orang tersebut dan mendudukkan tubuhnya dengan pasti di hadapan orang tersebut
__ADS_1
Merasa ada orang yang sedang memperhatikan dirinya orang tersebut pun mulai membuka kedua bola matanya, dan Daniel pun langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sangat menakutkan. Sedangkan orang yang ada di hadapan Daniel saat itu sama sekali tak merasa takut dengan tekanan yang Daniel berikan
"Harus saya akui kamu benar-benar orang hebat, dalam keadaan seperti ini kamu tetap memilih untuk tutup mulut. Bahkan seluruh bawahan kamu memilih untuk mengikuti pilihan kamu," ucap Daniel dengan dingin
Pria tersebut menunjukkan sebuah senyuman yang memperlihatkan dia sedang membanggakan apa yang dia miliki pada saat itu
"Tapi maaf saya harus sampaikan ke kamu kalau saya bisa di bilang orang egois yang selalu keras kepala, kamu tau alasannya mengapa orang-orang di sekitar saya selalu berpikiran kalau saya orang yang seperti itu?"
Pria tersebut hanya terdiam dan memandang ke arah Daniel tanpa rasa takut sama sekali, dan akhirnya Daniel pun kembali menampilkan senyuman yang terlihat sangat menakutkan
"Karena saya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang inginkan, tak perduli itu dengan cara baik ataupun cara yang paling kotor sekalipun. Tapi saya selalu bisa mendapatkan apa yang saya inginkan," ucap Daniel dengan dingin
Pria tersebut menampilkan senyuman meremehkan seolah dia tak memiliki rasa takut akan ucapan Daniel sama sekali
"Jadi kamu tetap memilih untuk diam?"
Daniel pun membuang nafasnya dengan kasar dan menyodorkan tangannya ke arah para pengawal yang berada di sana, dan seseorang di antara mereka pun langsung menyerahkan sebuah map yang berisikan sesuatu. Daniel pun mulai membuka lembar demi lembar kertas yang berada di dalam map tersebut, Daniel pun kembali menatap ke arah pria tersebut
"Saya yakin orang seperti kamu tidak memiliki rasa takut sama sekali, tapi bagaimana dengan mereka?" tanya Daniel dengan suara dingin sambil menunjukkan beberapa lembar foto
Pria tersebut berusaha keras untuk menutupi rasa takut yang mulai menghampiri hatinya
"Karena kamu berusaha menyakiti orang terpenting di dalam hidup saya, maka saya pun akan melakukan hal yang sama terhadap kamu. Saya beri kamu sebuah kehormatan untuk menentukan siapa yang akan menerima hukuman dari saya terlebih dahulu?" tanya Daniel penuh penekanan
Pria yang ada di hadapan Daniel saat itu memang tak memiliki rasa takut sama sekali, bahkan seluruh tubuhnya yang kini sudah di penuhi lebam pun tak membuat nyali di dalam dirinya menjadi surut. Tetapi bagaimana dia bisa tak merasa takut bila Daniel sudah menunjukkan foto-foto keluarganya
"Dan hal ini ga akan terjadi terhadap mereka saja, semua orang yang di samping kamu pun akan mendapatkan hal yang sama"
Seluruh bawahan orang tersebut langsung menatap ke arah dirinya, tatapan mata mereka menunjukkan dengan jelas bahwa mereka sedang memohon agar keluarga mereka tak tertimpa sebuah masalah
"Jangan sentuh mereka"
__ADS_1
"Maka sebutkan sebuah nama," ucap Daniel dengan dingin