Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Permintaan Konyol


__ADS_3

Daniel pun dengan berat hati mengikuti keinginan Caca dan dia memilih mempertemukan mereka di sebuah taman hiburan, di tempat itu pun untuk pertama kalinya wanita dari masa lalu Daniel bertemu dengan Caca


Setelah saling berkenalan Daniel membawa kedua buah hatinya untuk bermain aneka wahana di tempat itu, sedangkan Caca memilih untuk mendudukkan tubuhnya di samping wanita tersebut sesuai permintaan dia terhadap Daniel agar dia dapat berbincang dengan wanita tersebut


"Tadi siapa nama kamu? kalau aku ga salah Diana ya?" Caca tersenyum tipis


Wanita tersebut pun membalas dengan senyuman sambil menganggukkan sedikit kepalanya, mereka pun saling berbincang ringan untuk mencairkan suasana. Tiba-tiba suasana berubah menjadi sedikit tegang saat wanita tersebut membuka suara dengan wajah serius


"Apa kamu perempuan yang akan menjadi istri Daniel?" menatap serius ke arah Caca


Caca pun menjawab dengan anggukkan kepalanya dan senyuman tipis


"Maaf ya karena aku dan anak aku tiba-tiba ada di antara kalian berdua, tapi apa Daniel sudah cerita ke kamu alasan aku melakukan ini semua?"


"Kak Daniel bilang kamu lakukan ini semua demi anak kalian," ucap Caca dengan nada datar


Tapi entah mengapa Caca merasakan hatinya sedikit tidak tenang dengan tatapan dari wanita tersebut, dan wanita tersebut mulai menggenggam kedua tangan Caca dengan lembut


"Iya, aku terpaksa harus cari Daniel karena umur aku udah ga lama lagi." ucap wanita tersebut dengan wajah murung


"Maksud kamu?" tanya Caca dengan wajah serius


"Apa dia ga cerita ke kamu alasan dulu aku memilih untuk meninggalkan dia?"


Caca hanya terdiam dengan dan menunggu penjelasan dari wanita tersebut


"Aku terpaksa memilih untuk meninggalkan Daniel karena saat aku tau aku sedang mengandung buah cinta kami aku juga baru tau kalau aku mengidap penyakit yang mematikan." ucap wanita tersebut dengan suara yang bergetar dengan mata yang mulai berkaca-kaca


Sebagai seorang wanita dan seorang ibu Caca bisa sedikit memahami wanita tersebut

__ADS_1


"Aku yang dulu ga mau menjadi beban dia dan memilih untuk pergi, tapi saat ini kemungkinan hidup aku sudah sangat kecil dan aku harus menitipkan anak aku di tangan yang tepat agar aku bisa pergi dengan tenang." ucap Diana sambil meneteskan air matanya


Caca pun langsung memeluk tubuh Diana dengan sangat erat


"Kamu jangan bicara sembarangan, kita akan cari dokter terbaik untuk menyembuhkan penyakit kamu." ucap Caca dengan tulus


Caca memilih untuk mengalahkan rasa kecewa yang sedang dia rasakan, karena bagaimana pun dia bisa mengerti perasaan wanita tersebut sebagai seorang ibu tunggal


"Aku tau ini kurang sopan, tapi apa boleh saya meminta sebuah permintaan terhadap kamu?"


Entah mengapa sebuah perasaan yang aneh langsung mengganjal di dalam hati Caca pada saat itu, Caca pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap serius ke arah Diana


"Kamu mau minta apa dari aku?"


"Apa bisa kamu membiarkan kami menjadi keluarga yang utuh di waktu aku yang ga lama lagi ini?" tanya Diana sambil memegang kedua tangan Caca


Di satu sisi Caca merasa iba akan keadaan Diana tapi di sisi lain permintaan Diana benar-benar tak bisa di terima oleh akal sehat Caca, Caca pun segera menarik tangannya dari genggaman tangan Diana


"Maaf kalau ini terdengar sedikit egois, tapi aku ingin merasakan kebahagiaan di waktu aku yang tersisa. Aku juga harus memastikan bahwa keadaan anak aku akan baik-baik saja saat aku pergi nanti"


Caca pun menampilkan senyuman yang terlihat sedikit dingin, setelah cukup lama berdiam diri Caca pun membuang nafasnya dengan kasar lalu mulai menatap Diana dengan wajah dingin


"Sebagai sesama wanita saya bisa mengerti perasaan kamu, tapi apa kamu ga merasa permintaan kamu kepada saya itu terlalu konyol?"


Diana pun langsung memasang wajah sedikit terkejut mendengar ucapan Caca, Caca pun langsung bangkit dari duduknya dan kembali menghadap ke arah Diana yang masih dalam keadaan duduk


"Untuk masalah anak kalian kamu ga perlu takut, karena saya juga seorang ibu saya akan menerima keberadaan anak kamu seperti anak saya sendiri. Tapi untuk permintaan kamu maaf saya ga bisa melepaskan Daniel sesuai permintaan kamu," ucap Caca dengan tegas


Diana pun segera bangkit dari duduknya

__ADS_1


"Tapi itu semua ga akan lama, apa kamu ga bisa mengabulkan permintaan ter...."


Caca pun langsung memberikan senyuman yang dingin membuat Diana tak bisa melanjutkan ucapan yang ingin dia ucapkan


"Apa sebagai sesama wanita kamu ga merasa malu meminta hal tersebut? apa kamu kira Daniel sebuah barang yang bisa kita lempar sesuka hati kita? dan apa kamu pikir Daniel akan setuju melakukan hal itu seandainya saya setuju dengan permintaan kamu?"


Diana hanya bisa terdiam sambil mengeratkan gigi nya


"Maaf sepertinya ga ada lagi yang perlu kita bahas, saya cuma mau kamu memahami satu hal permintaan kamu tidak bisa saya penuhi. Satu-satunya yang bisa membuat saya pergi dari sisi Daniel hanya bila itu permintaan dari Daniel. Jadi silakan kamu meminta hal tersebut dari Daniel," ucap Caca dengan tegas


Caca pun mulai memutar tubuhnya untuk mencari keberadaan sang buah hati dan berniat pergi dari tempat itu, ternyata dari kejauhan Daniel bersama buah hatinya sedang berjalan ke arah mereka. Caca pun bergegas untuk menghampiri mereka dan tiba-tiba saja Diana memeluk tubuh Caca dengan sangat erat


"Saya minta maaf kalau permintaan saya menyinggung perasaan kamu, tapi sebagai sesama wanita apa kamu ga bisa berpikir seandainya kamu berada di posisi saya." dengan deras air mata yang mengalir


Liona sang gadis kecil yang berada di samping Daniel langsung berlari menghampiri ibunya dan melihat Diana sedang menangis dengan hebat


"Mama kenapa? kenapa mama nangis?"


Diana pun langsung berlutut tepat di hadapan gadis kecil tersebut dan memeluk tubuh Liona dengan erat, Diana pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap gadis kecil tersebut dengan air mata yang semakin hebat


"Mama ga apa kok sayang, kita pulang sekarang juga ke kota asal kita ya sayang"


Daniel yang sudah berada di dekat mereka hanya bisa terdiam karena tak mengetahui apa yang sedang terjadi, sedangkan Caca memegang tangan buah hatinya dan hendak pergi dari tempat itu. Hal tersebut membuat Daniel sedikit terkejut dan langsung memegang tangan Caca


"Kamu mau ke mana?"


"Aku mau pulang kak," ucap Caca dengan dingin


"Biar aku antar kalian"

__ADS_1


Caca hanya terdiam dan menatap Diana yang menangis dengan hebat


"Sebaiknya kamu antar mereka aja kak, pasti banyak yang harus kalian bahas." ucap Caca dengan dingin


__ADS_2