Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Perangkap


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu Daniel pun mulai berusaha untuk menjaga jarak dengan Caca, dia rasa sudah saatnya dia mengakhiri semuanya demi kebaikan Caca sendiri. Daniel menggunakan alasan sibuk untuk mengurus acara ulang tahun perusahaan sebagai alasan menghindar dari Caca, bahkan kini Caca mulai pulang kerja bersama Sindy kembali


"Apa kalian lagi berantem Ca?"


Caca hanya menjawab dengan gelengan kepalanya


"Maaf mbak aku sendiri ga tau kak Daniel kenapa? yang pasti dia yang sekarang benar-benar berubah"


Sedangkan di tempat yang berbeda ada Daniel yang masih setia duduk di bangku kebesarannya


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk"


Abian pun memasuki ruangan Daniel


"Anda belum pulang pak?"


"Lebih baik saya di sini, kalau saya di ada di apartemen rasanya saya semakin memikirkan dia." Daniel berucap tanpa menoleh sama sekali dan terus sibuk dengan apa yang sedang dia kerjakan


"Ini sudah larut malam pak, sebaiknya anda pulang dan istirahat. Sebentar lagi acara ulang tahun perusahaan, jadi sebaiknya anda menjaga kesehatan anda"


Daniel yang melarikan diri ke pekerjaan untuk melupakan Caca pun tak menyadari bahwa kini sudah tengah malam, dia pun mulai melihat jam tangan yang dia gunakan dan ternyata sudah hampir jam dua belas malam


"Astaga saya ga sadar, kamu sendiri kenapa belum pulang?"


"Saya akan pulang setelah anda meninggalkan kantor pak" dengan sopan


Daniel pun segera menyelesaikan segala urusan nya dan bangkit dari duduknya


"Saya mau pulang, sebaiknya kamu juga langsung pulang"


"Baik pak,"


Daniel pun segera kembali ke apartemennya dan melihat apartemen yang selama ini dia tempati terasa begitu hampa, Daniel sudah beberapa kali membawa Caca ke tempat itu dan dia benar-benar tak bisa melupakan bayangan Caca di tempat itu begitu saja


"Ini yang terbaik, hubungan kami ga akan berjalan dengan baik. Dengan cara ini setidaknya aku ga perlu meninggalkan luka yang lebih dalam lagi buat dia" tersenyum getir


Daniel pun segera membersihkan diri dan mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia pun memeriksa ponselnya yang ternyata dalam keadaan mati


"Astaga aku bisa ga sadar kalau handphone aku mati"

__ADS_1


Daniel pun mulai mengisi ulang baterai ponselnya dan menghidupkan ponselnya, tiba-tiba saja beberapa notifikasi masuk ke dalam ponselnya berupa beberapa panggilan telepon dari Sindy dan sebuah panggilan telepon dari Rico. Selain itu ada dua buah pesan, pesan pertama di kirimkan oleh Caca


"Apa aku punya salah sama kamu kak? kenapa aku ngerasa sikap kami belakangan ini berubah sama aku kak? kalau aku punya salah sama kamu tolong kasih tau salah aku ada di mana kak?"


Dan pesan kedua di kirimkan oleh Sindy


"Sebelumnya saya minta maaf pak, tapi apa Caca ada bersama anda saat ini?"


Degh...


Bagaikan ada sebuah batu yang sangat besar menimpa dada Daniel pada saat itu, dia benar-benar di buat sangat tertekan membaca pesan tersebut. Tanpa menunda waktu Daniel pun segera menghubungi nomor telepon Sindy


"Selamat malam pak"


"Malam, apa maksud kamu? bukan nya tadi dia pulang bareng kamu?"


"Ya pak tadi Caca memang pulang kantor bareng saya, tapi tadi dia sempat pergi dan sampai sekarang dia belum kembali pak. Saya pikir Caca ada bersama anda pak"


"Apa dia ga bilang dia mau ke mana?"


"Dia ga bilang mau ke mana pak, tadi dia dapat telepon dari seseorang yang bilang kalau anda sedang mabuk"


"Siapa?"


Daniel pun mengeraskan rahangnya dan langsung memutuskan sambungan teleponnya


"Apa yang di lakukan anak itu?"


Daniel mencoba menghubungi nomor ponsel Caca Tetapi hasilnya hanyalah sia-sia karena ponsel Caca dalam keadaan tidak aktif, Daniel pun segera menghubungi Abian


"Selamat malam pak"


"Cari tau keberadaan Rico sekarang juga," penuh penekanan


"Baik pak"


Tanpa menunggu waktu yang lama Abian sudah bisa mendapatkan posisi Rico berada di mana, dan Daniel pun segera menuju ke sana dengan wajah penuh amarah


Sedangkan di tempat yang berbeda Caca sedang berusaha sekuat tenaga menahan perasaan aneh yang sedang di rasakan, dia berada di sebuah ruangan vvip di sebuah karaoke terbesar di kota itu. Caca sedang berada di antara para laki-laki yang terus memperhatikan dirinya sambil tertawa puas


FLASH BACK

__ADS_1


Malam itu Caca benar-benar merasa gelisah, hatinya benar-benar terasa tak menentu akan perubahan sikap Daniel. Setelah makan malam Caca memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamarnya, dan mungkin hanya dengan tidur dia bisa membuat hatinya merasa sedikit tenang


Sekuat apapun Caca berusaha untuk tertidur tetapi rasa kantuk tak juga mau menghampiri dirinya dan akhirnya dia pun memutuskan untuk mengirimkan Daniel sebuah pesan, baru saja Caca akan meletakkan ponselnya tiba-tiba saja sebuah panggilan telepon pun masuk dari sebuah nomor yang tidak dia kenal


"Halo.."


"Kamu Caca ya?"


"Maaf dengan siapa ya?"


"Gw Rico"


"Rico..?"


"Gw sepupu nya Daniel, waktu itu kan kita ketemu di kantor Daniel"


"Oh ya, maaf ada apa ya pak Rico?"


"Daniel bilang dia lagi stres sama kerjaan jadi kami tadi pergi ke karaoke"


"Lalu ada apa ya pak?" dengan sopan


"Daniel mabuk nih, kamu bisa tolong datang ke sini dan jemput dia ga? soalnya kami udah mau pulang semua nih"


"Tempatnya di mana ya pak?"


Tanpa ada pemikiran buruk sama sekali Caca masuk ke dalam perangkap yang Rico rencanakan, saat itu Rico sudah memastikan bahwa ponsel Daniel dalam keadaan tidak aktif. Daniel punya sebuah kebiasaan mematikan ponselnya saat dia akan tidur dan akan menghidupkan ponselnya setelah dia bangun


Caca pun bergegas untuk datang ke tempat yang sudah di beritahukan, dia pun segera mengetuk pintu kamar Sindy untuk berpamitan


"Mbak... Aku mau pergi sebentar ya"


Sindy pun langsung membuka pintu kamarnya dengan wajah sedikit khawatir


"Kamu mau ke mana Ca?"


"Aku mau jemput kak Daniel mbak katanya dia mabuk, aku pergi dulu ya mbak taksi yang aku pesen udah ada di depan"


"Tapi ini udah malam Ca, lagian kamu tau dari mana? atau kamu tunggu sebentar mbak ganti baju biar mbak temenin kamu"


"Tadi sepupu kak Daniel yang namanya Rico yang kasih tau aku mbak, aku sendiri aja mbak ga enak juga taksi yang aku pesen udah nunggu. Aku cuma sebentar kok nanti aku balik lagi," tersenyum tipis

__ADS_1


Caca pun langsung pergi begitu saja dan berhasil membuat Sindy tak bisa melanjutkan tidurnya, detik demi detik terus berlalu dan sudah cukup lama Caca pergi tanpa ada kabar sama sekali. Sindy yang mulai panik pun mencoba menghubungi Caca dan hasilnya hanya sia-sia, Sindy pun akhirnya memberanikan diri menghubungi Daniel


FLASH OFF


__ADS_2