Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Tak Sampai Hati


__ADS_3

FLASH BACK


Hari itu setelah Rizal meninggalkan Daniel dan Caca dia pun langsung menghubungi Adel


"Ya kak"


"Kamu di mana?"


"Di apartemen kak"


"Apa kita bisa ketemu sebentar?"


Adel pun tertawa lepas di seberang sana


"Jangan bilang gara-gara patah hati kamu mau terima usulan orang tua kita"


"Jangan ngaco, ga mungkin aku nikah sama perempuan jadi-jadian kayak kamu. Ada yang perlu aku omongin sama kamu"


"Sembarangan, kita ketemuan satu jam lagi di cafe biasa ya"


"Oke"


Dan kini Adel pun sudah duduk berhadapan dengan Rizal


"Ada apa kak?"


"Aku baru ketemu Caca?"


"Terus?" tersenyum mengejek


"Aku tanya apa dia bahagia? dia bilang dia bahagia tanpa rasa ragu sama sekali." tersenyum getir


Adel pun memilih untuk memasang wajah serius dan menjadi pendengar yang baik


"Tapi aku takut orang itu yang akan menyakiti hati dia Del"


"Kenapa kamu bisa bilang gitu kak?"


"Apa kamu tau kalau Caca mantan narapidana?"


Adel pun menganggukkan kepalanya


"Apa kamu tau alasan dia di penjara?"


"Dia pernah cerita ke aku kak"


"Apa kamu percaya?"


"Kalau mau jujur aku berharap itu bukan dia kak, tapi namanya juga kecelakaan mau gimana lagi?"


Rizal pun tertawa kecil

__ADS_1


"Bukan dia," penuh keyakinan


"Dan apa kamu tau siapa korban nya saat itu?"


Adel pun menjawab dengan gelengan kepalanya


"Adik dari orang itu"


Adel membulatkan kedua bola matanya karena terkejut


"Kamu ga lagi bercanda kan kak?" dengan serius


"Kemarin aku sempat cari tau semua tentang orang itu, dan itu data yang aku dapat"


"Terus kenapa kamu diam aja? kenapa kamu ga kasih tau Caca masalah ini? bisa aja orang itu cuma mau melakukan hal yang buruk sama dia!!"


"Tadi aku kan udah bilang Caca bilang dia bahagia, dan orang itu tadi kelihatan benar-benar cemburu Del. Apa aku harus rusak kebahagiaan mereka? bisa aja ini cuma sebuah kebetulan"


"Ga ada sesuatu yang kebetulan secara terus menerus kak," penuh penekanan


"Aku ga sampai hati buat hancurin hati Caca lagi Del, apa kamu tau apa yang udah dia lalui selama ini?"


Adel kembali menggelengkan kepalanya, dan Rizal pun menceritakan apa saja yang dia tau dari kecelakaan yang menimpa Gio adik dari seorang Daniel Putra Perkasa. Dan apa saja yang Caca alami selama ini dari hasil penyidikan yang dia lalui


"Jadi maksud kita harus diam aja kak?"


"Aku balik tanya ke kamu, apa kamu sampai hati menghancurkan hati seseorang yang baru saja belajar untuk bangkit?" menatap dengan serius


"Tapi gimana kalau orang itu benar-benar punya niat terselubung sama Caca kak? berarti kita biarin Caca menderita dua kali"


"Aku ga tau Del, aku ga punya keberanian untuk menghancurkan harapan dia. Makanya aku cerita ke kamu, semoga aja kamu bisa kasih tau masalah ini ke dia"


Adel langsung melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Rizal


"Ini sama aja kamu lempar beban itu ke aku dong kak,"


"Maaf," tersenyum tipis


FLASH OFF


"Maksud kamu Del?"


"Apa kamu tau siapa Daniel Putra Perkasa yang sebenarnya?" dengan serius


"Aku mungkin memang belum tau semua tentang dia Del, yang aku tau awalnya dia hidup bertiga bersama mama dan adiknya." tersenyum tipis


Rasa mabuk yang sudah mulai menghampiri Adel langsung menghilang begitu saja begitu mendengar ucapan Caca


"Kamu tentang adiknya?"


Caca menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali

__ADS_1


"Adiknya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, setelah itu mamanya sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia. Aku juga sempat di bawa ke kedua makam mereka"


"Apa kamu tau adiknya meninggal dunia karena apa?"


Caca menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah sedikit sedih


"Kecelakaan Del," lirih


"Berarti kamu sudah tau tentang adiknya?"


Caca menundukkan kepalanya dengan wajah sedih


"Apa dia juga udah tau semua tentang kamu?" menatap dengan serius


Caca yang masih menundukkan kepalanya pun menganggukkan kepalanya


"Apa ini mereka berdua juga udah saling tau? mungkin pilihan yang di ambil kak Rizal memang benar, Caca berhak bahagia dan gimana pun juga bukan dia pelaku utama dari kejadian itu"


"Dan pertanyaan terpenting yang aku perlu tau dari kamu Ca, apa kamu bahagia jalani hubungan sama dia?"


"Kamu tau Del? setelah aku lepas dari penjara adalah masa tersulit aku, dan di saat seluruh dunia terasa gelap dia hadir membawa cahaya. Jadi menurut kamu apa aku bahagia saat ini?" tersenyum bahagia


"Akh sial!! aku harus gimana sekarang? kak Rizal kamu kasih aku pekerjaan paling berat di dalam hidup aku"


"Ya udah kalau gitu, yang terpenting kamu bahagia. Dan ingat ya kalau dia sampai berani menyakiti hati kamu, kamu harus bilang sama aku." bersungguh-sungguh


"Makasih ya Del," tersenyum


Saat itu terjadi kesalahan pahaman antara mereka berdua, Adel mengira bila menunduk nya kepala Caca karena dia sudah tau dia lah penyebab adik dari seorang Daniel meninggal dunia. Walaupun yang saat itu ada di dalam pikiran Caca bukanlah itu


Setelah puas berada di sana Adel pun memutuskan untuk mengantarkan Caca kembali ke rumah Sindy, dan saat perjalanan kembali ke apartemennya Adel meraih ponselnya dan menghubungi seseorang


"Apa kamu ga ada kerjaan lain selain ganggu saya?" dengan dingin


"Apa perjuangan aku selama ini ga pernah berarti buat kamu?"


Orang di seberang sana yang tak lain adalah Abian hanya bisa terdiam


"Ga usah takut aku udah putusin untuk menyerah mengejar kamu, mulai besok aku akan mengundurkan diri dari perusahaan. Jadi kamu ga perlu lagi merasa tersiksa saat lihat aku di kantor"


"Apa kamu lagi mabuk?"


"Apa urusannya sama kamu?"


"Saya cuma..."


Tut.... Suara pemberitahuan bahwa Adel sudah memutuskan sambungan teleponnya terdengar jelas oleh Abian, untuk pertama kalinya seorang Adel memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu


Abian pun memilih untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, detik demi detik berlalu dan entah mengapa untuk pertama kalinya dia merasa sedikit khawatir akan keadaan Adel. Dia pun langsung meraih ponselnya dan menghubungi Adel tetapi saat itu posisi ponsel Adel dalam keadaan tidak aktif


"Kemana dia? apa jangan-jangan dia kecelakaan? kan dia lagi mabuk"

__ADS_1


Abian di buat tak tenang sepanjang malam oleh ponselnya Adel yang dalam keadaan tidak aktif karena kehabisan baterai, sedangkan di sisi lain ada Caca yang sedang menghabiskan malam dengan bercerita panjang lebar bersama Daniel melalui telepon


__ADS_2