Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Lebih Pantas Menjadi Iblis


__ADS_3

Caca berusaha keras untuk menutupi ekspresi wajah terkejut dan takut yang sedang bercampur aduk pada saat itu, semua itu karena orang yang sedang menghubungi dirinya meminta dia untuk tetap terlihat tenang dan membuat para pengawal yang ada di dekat Caca tidak merasa curiga


"Siapa kamu?" tanya Caca dengan suara yang bergetar


"Kamu ga perlu tau siapa saya, yang pasti jika kamu ingin mereka selamat maka lakukan yang saya perintahkan." ucap pria tersebut penuh penekanan


Perasaan Caca saat itu sudah tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi, hanya ada perasaan takut yang teramat besar pada saat itu. Caca bisa yakin bahwa sang buah hati dan kedua orang tuanya berada di tangan orang tersebut dari foto mereka bertiga dalam keadaan tidak sadar


"Apa yang harus saya lakukan?"


"Lihat ke arah parkiran"


Caca pun menoleh ke arah mobil-mobil yang sudah mulai banyak terparkir dan salah satu dari mobil tersebut menghidupkan lampu tembak nya


"Naik ke dalam mobil itu tanpa ada satu pun orang yang tau termasuk para pengawal kamu"


"Gimana caranya aku bisa naik ke dalam mobil itu tanpa mereka tau? aku cuma bisa bebas dari pengawasan mereka saat aku ada di dalam toilet"


"Dan ingat satu hal, jangan menghubungi siapa pun. Jika kamu ingin nyawa mereka semua baik-baik saja"


"Oke, kasih saya sedikit waktu"


Orang di seberang sana memutuskan sambungan teleponnya, dan Caca pun kembali ke dalam gedung tersebut seperti tak terjadi apa-apa. Setelah sedikit mengambil kesibukan Caca mulai masuk ke dalam kamar mandi dan berhasil membuat para pengawal hanya bisa menunggu dari kejauhan


Ternyata sebelum Caca masuk ke dalam kamar mandi dia sudah meminta bantuan dari salah seorang pelayan untuk menunggu dirinya di dalam kamar mandi dan membawakan beberapa barang yang dia butuhkan


"Terima kasih ya"

__ADS_1


"Sama-sama bu," tersenyum sopan dan segera keluar dari dalam kamar mandi


Caca pun segera mengganti pakaian yang dia gunakan dan memakai beberapa barang lainnya termasuk rambut palsu dan sebuah kaca mata, Caca pun menatap ke arah cermin untuk memastikan sekali lagi


"Aku harap para pengawal itu ga akan menyadari ini semua, maaf ya kak aku harus lakukan ini walaupun aku sudah berjanji akan selalu memberitahu kamu jika ada masalah. Aku cuma takut orang itu berbuat nekat sama anak kita kak, aku tau mungkin ini akan berbahaya bagi diri aku. Tapi sebagai seorang ibu aku akan lakukan apapun demi keselamatan anak aku"


Caca membuang nafasnya dengan kasar dan mulai keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan itu semua, hati Caca merasa takut bila para pengawal akan menyadari bahwa itu adalah dirinya saat dia melewati orang-orang tersebut. Caca pun langsung keluar dari gedung tersebut dan naik ke dalam mobil yang tadi di perintahkan


Dua orang pria kekar yang duduk di bangku depan hanya melirik sekilas ke arah Caca yang sudah membuka rambut palsu nya, mereka pun langsung membawa Caca keluar dari area tersebut


"Pakai ini," ucap salah seorang pria sambil melemparkan sebuah penutup kepala


"Sebenarnya apa mau kalian? kalau kalian memang mau uang saya bisa kasih uang ke kalian." ucap Caca dengan suara yang bergetar


"Tutup mulut kamu dan lakukan yang kami perintahkan," ucap pria tersebut penuh penekanan


"Suaranya beda dengan yang tadi telepon sepertinya mereka cuma anak buah, ga ada gunanya aku negosiasi sama mereka. Sebaiknya aku ikuti kemauan mereka dari pada terjadi hal yang buruk sama Ical"


"Aku yakin kamu pasti akan datang menyelamatkan aku dan anak kita kak" bathin Caca


Orang tersebut mulai membawa Caca ke dalam rumah dan mulai membuka penutup kepala Caca saat Caca sudah di bawa ke hadapan seseorang, orang tersebut langsung memberikan senyuman dingin kepada Caca


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Caca dengan suara yang bergetar


"Kamu ga perlu tau siapa saya, yang pasti saya harus memberikan pelayanan terbaik untuk kamu karena saya selalu memegang ucapan saya." ucap pria itu sambil tersenyum jahat


Tubuh Caca mulai bergetar karena merasa ketakutan karena dia yakin bila tak bisa mengajak orang yang ada di hadapannya tersebut untuk bernegosiasi, tiba-tiba saja para pria kekar yang ada di samping Caca mulai memegang kedua tangan Caca

__ADS_1


"Kalian mau apa?"


Para pria tersebut hanya tersenyum jahat dan salah satu dari mereka memaksa memasukkan obat ke dalam mulut Caca, dan mereka pun melemparkan Caca ke dalam sebuah ruangan yang berbentuk seperti kamar di tempat itu


Caca langsung menyapu bersih ruangan tersebut mencoba mencari sebuah barang yang bisa dia jadikan senjata untuk bertahan, dengan bersusah payah Caca mengganjal pintu ruangan tersebut dengan sebuah bangku. Tetapi tiba-tiba sebuah perasaan yang aneh mulai Caca rasakan


"Kenapa mereka melakukan ini? aku yakin ini perasaan awal waktu aku di beri obat sama Rico"


Dan tak lama kemudian terdengar suara pintu akan terbuka tetapi terganjal oleh bangku Caca pindahkan


"Hei perempuan sialan!! buka pintunya!!"


Seluruh tubuh Caca mulai merasa panas karena pengaruh obat yang dia konsumsi, dengan sisa kekuatan yang ada dia memegang erat benda di tangannya


"Ga!! aku harus bertahan aku yakin kak Daniel pasti akan datang dan menyelamatkan kami" bathin Caca sambil menggigit tangannya untuk mendapatkan sedikit kesadarannya


"Dobrak pintunya"


Suara gaduh mulai terdengar karena beberapa orang mulai membuka pintu tersebut secara paksa


"Kamu harus cepat datang kak, aku minta maaf karena selama ini aku sudah berbohong sama kamu tentang Ical. Tolong cepat datang kak, aku takut." ucap Caca dengan lirih


Dan tak butuh waktu lama orang-orang tersebut sudah berhasil membuka pintu tersebut, Caca hanya bisa memundurkan tubuhnya melihat senyuman jahat dari wajah para pria tersebut


"Bagaimana obat yang kami berikan? itu adalah obat terbaik yang ada, dan kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk kamu. Kami juga sudah menyiapkan hadiah tambahan untuk kamu," tersenyum jahat sambil memperlihatkan sebuah kamera


"Mereka semua ga pantas menjadi manusia mereka semua lebih pantas menjadi iblis, mereka berencana melakukan hal bejat ke aku dan membuat video hal tersebut. Ga aku ga boleh jatuh di permainan mereka"

__ADS_1


Para pria tersebut mulai melangkahkan kakinya ke arah Caca dengan senyuman jahat menghiasi bibirnya mereka, sekuat apapun Caca mencoba bertahan dengan senjata yang dia punya tak bisa membuahkan hasil apapun. Para pria tersebut mulai melemparkan tubuh Caca ke atas tempat tidur dengan kasar


"Saatnya kita bermain," tersenyum jahat


__ADS_2