Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Tidak Ikhlas


__ADS_3

Hari itu Daniel sudah bersiap dan mengabarkan kepada sang kakek bahwa perempuan yang dia maksud dan sang buah hati akan datang ke acara tersebut, sudah pasti sang kakek pun antusias untuk datang ke tempat itu. Dan di gedung itu benar-benar semuanya berjalan dengan lancar walaupun tanpa ada Caca di sana


Sedangkan Caca dan Faizal di bawa oleh sekretaris Daniel ke sebuah tempat, Caca dan Faizal menjalani beberapa rangkaian make over agar mereka tampil dengan sempurna di acara tersebut sesuai dengan petunjuk Daniel


Setelah Daniel selesai dengan semua persiapan dirinya, dia pun segera menyusul Caca dan sang buah hati ke tempat itu. Kedua mata Daniel tak bisa berpaling dari Caca yang terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna putih


"Sial!! dia terlihat sangat cantik, tapi kalau begini sih namanya aku harus pamer kecantikan dia ke semua orang!!"


Entah mengapa Caca bisa melihat perasaan tidak suka dari tatapan mata Daniel saat itu, dan dia pun menjadi sedikit tak percaya diri menggunakan gaun tersebut. Gaun itu menunjukkan dengan jelas lekukan tubuh Caca dengan sempurna


"Aneh ya pak? apa aku ganti aja bajunya?"


Daniel langsung menatap tajam ke arah sang penata rias ternama yang telah dia pilih


"Kenapa sih say? apa you mau bilang hasil karya aku ga memuaskan? atau you sebenarnya ga ikhlas kalau kecantikan dia di lihat banyak orang"


Tatapan mata Daniel seolah bisa mengatakan itu semua dengan jelas


"Ya udah say, tinggal you jadiin istri aja perempuan ini. Jadi ga ada yang bisa berebut sama you lagi," ucap pria kemayu tersebut dengan tawa ringan


Caca yang merasa tak enak hati pun terpaksa langsung membuka suara


"Apa aku batalin aja ya pak ikut ke sana? aku ga mau nanti bapak jadi malu karena penampilan aku"


Daniel membuang nafasnya dengan kasar dan segera membuka jas yang dia pakai lalu memakaikan jas tersebut kepada Caca


"Pertama mulai sekarang kamu ga boleh panggil aku bapak lagi, kedua sekali pun kamu cuma menggunakan baju tidur kamu harus tetap ada di sana mendampingi aku dan Ical. Dan yang terakhir omongan manusia setengah laki itu memang benar, aku ga ikhlas kecantikan kamu harus di lihat banyak orang." ucap Daniel dengan lembut sambil tersenyum hangat


Caca tak bisa berkata-kata lagi dia hanya bisa merasakan wajahnya mulai terasa panas dan detak jantung nya mulai berdetak dengan sangat cepat, dan tiba-tiba saja Faizal pun angkat bicara


"Kenapa cuma mama aja yang di bilang cantik om? apa aku ga kelihatan ganteng pakai baju ini?"


Daniel pun melihat ke arah suara tersebut dan di sana Faizal sudah menggunakan setelan kemeja dan rompi yang memiliki warna senada dengan pakaian Caca dan Daniel

__ADS_1


"Ya ampun jagoan om hari ini ganteng banget ya"


Mereka pun mulai pergi di mana sebagian orang sudah mulai berkumpul untuk acara tersebut, dan di antara semua orang ada sang kakek yang paling bersemangat menanti kehadiran anak dari cucu kesayangan nya


Selama perjalanan Daniel terus mencuri pandang ke arah Caca, hatinya benar-benar tidak ikhlas memperlihatkan Caca ke semua orang. Hingga Daniel pun beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Ada apa pak?"


Daniel hanya melirik sekilas ke arah Caca dan kembali menatap ke arah depan dengan wajah kurang suka


"Kalau ada masalah sebaiknya bapak bilang ke aku, siapa tau aku bisa kasih masukan"


"Kamu lupa lagi kamu masih panggil aku bapak, walaupun aku yakin aku lebih tua dari kamu tapi aku juga belum terlalu tua Ca. Apalagi kalau nanti di sana kamu panggil aku bapak dan ada yang dengar, kan jadi kedengeran sedikit aneh Ca"


"Jadi kalau menurut kamu aku harus panggil kamu dengan sebutan apa pak di acara nanti?"


Daniel melirik sekilas ke arah Faizal yang duduk di bangku belakang


"Kalau menurut kamu seharusnya mama kamu ini panggil apa ke om jagoan?"


"Tuh anak kamu aja tau Ca," ucap Daniel sambil tersenyum


"Oke, selama di acara nanti aku panggil bapak dengan sebutan kakak"


Daniel pun langsung melirik tajam ke arah Caca


"Apa lagi pak?"


"Bukan cuma di acara nanti dong, dari sekarang dan seterusnya kamu harus panggil aku itu." ucap Daniel dengan tegas


Caca pun memilih untuk mengalah dan mengubah panggilan Daniel dengan sebutan kakak, tetapi lagi-lagi Daniel menunjukkan ekspresi wajah seperti tadi


"Sekarang kenapa lagi kak?"

__ADS_1


"Kita pulang aja ya," ucap Daniel dengan nada suara memelas


Caca pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna dan menatap tajam ke arah Daniel


"Sekarang apa lagi masalahnya? kamu ga tau gara-gara permintaan kamu aku dan anak aku udah ada di tempat itu berapa lama? sekarang kamu enak aja bilang kita mau pulang"


Daniel pun memasang wajah memelas


"Aku takut nanti banyak orang yang mau cari perhatian kamu di sana Ca"


Caca pun langsung memasang wajah malas


"Ya udah kita pulang aja kalau gitu"


Caca langsung membuang wajahnya ke arah berlawanan dengan Daniel


"Kamu memang bodoh Ca, mana mungkin dia bawa kamu dan anak kamu ke acara resmi seperti ini"


Daniel pun bisa melihat guratan kekecewaan dari wajah Caca di pantulan kaca, Daniel pun langsung menyadari kesalahan yang telah dia perbuat


"Ical om boleh minta tolong sesuatu sama kamu ga?"


"Om mau minta tolong apa sama Ical om?"


"Nanti di sana jangan biarin ada laki-laki yang deketin mama kamu ya, kalau ada laki-laki yang deketin mama kamu waktu om ga ada pokoknya kamu harus langsung bilang kalau mama kamu udah punya calon suami"


Mendengar percakapan kedua orang tersebut Caca pun langsung menatap kembali ke arah Daniel


"Maksud kamu apa sih kak? jangan ajari anak aku hal yang aneh-aneh." ucap Caca dengan tegas


"Aku ga ajari Ical yang aneh-aneh kok, aku cuma ga mau saat aku ga ada di dekat kamu ada laki-laki yang coba cari kesempatan deketin kamu. Kamu ga sadar aja Ca, kalau hari ini kamu kelihatan cantik banget." ucap Daniel sambil tersenyum


"Om Daniel kok godain mama aku terus sih om? apa om suka sama mama aku?" tanya Faizal dengan polosnya

__ADS_1


"Wah kok kami pintar banget sih jagoan, padahal mama kamu aja masih ga percaya kalau om benar-benar suka sama mama kamu"


Caca pun langsung menatap tajam ke arah Daniel seolah dia sedang memperingati Daniel agar tak bicara sembarangan di hadapan Faizal, sedangkan Daniel hanya tersenyum tipis melihat Caca yang sudah tak lagi bersedih


__ADS_2