Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Kepolosan Faizal


__ADS_3

Faizal sudah meninggalkan mama Diana dan kembali ke dalam kamarnya, sedangkan mama Diana masih menatap kado yang berada di tangannya


"Dia bilang dia sayang sama aku, apa anak sekecil itu tau rasa sayang? dia bahkan ga tau kalau aku tidak menyukai kehadiran dia dan mamanya di rumah ini"


Mama Diana boleh saja berkata di dalam hati seperti itu, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam ada sebuah perasaan hangat yang sedang dia rasakan pada saat itu. Hingga tanpa dia sadari bibirnya tersenyum tipis melihat kado dari Faizal


Saat menjelang malam semua makan malam bersama, Caca yang sudah mengetahui keadaan papanya memberikan perhatian lebih kepada sang papa. Hal tersebut berhasil membuat sang papa merasa sangat bahagia


Melihat sang mama memberikan perhatian lebih kepada sang kakek, Faizal seorang anak kecil yang masih polos dan baik hati memilih untuk memberikan perhatian kepada sang nenek. Faizal tiba-tiba saja mengambil sebuah lauk dan memberikan lauk tersebut kepada sang nenek


"Nenek juga makan yang banyak ya supaya nenek selalu sehat, jadi kalau Ical nanti sudah besar Ical bisa ajak nenek jalan-jalan." dengan polosnya


Tak hanya mama Diana bahkan semua orang yang berada di meja makan langsung menatap ke arah anak tersebut, hati semua orang yang ada di sana merasa tersentuh akan sikap Faizal yang terlihat sangat tulus


Selepas makan malam semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, papa Restu memilih untuk menunggu istrinya yang sedang berada di dalam kamar mandi. Saat sang istri keluar dari dalam kamar mandi tiba-tiba saja papa Restu langsung memeluk tubuh sang istri dengan sangat erat


"Terima kasih ya, terima kasih karena kamu bisa menerima keberadaan mereka di sini"


Papa Restu tak pernah tau alasan sebenarnya mama Diana tak menyukai Caca, selama ini dia berpikir mama Diana tak menyukai Caca karena kenakalan Caca. Apalagi Caca berbuat terlalu jauh hingga membuat anak tak berdosa seperti Faizal terlahir ke dunia ini


"Sebaiknya kamu istirahat pah sudah malam"


"Ya, ayo kita istirahat"


Setelah sekian lama papa Restu kembali bertindak mesra dan perhatian terhadap mama Diana, malam itu bahkan papa Restu memeluk tubuh istrinya sepanjang malam. Papa Restu yang sudah terbuai ke alam mimpi tak menyadari bahwa istrinya masih terjaga dan menatap ke arah dirinya dengan seksama


"Kamu bahagia banget ya pah? tapi bagaimana dengan hati aku pah?"


Detik demi detik berlalu dan akhirnya malam pun berganti dengan pagi yang indah, hari itu Caca dan Dira berencana untuk meninjau tempat yang akan di jadikan sebagai tempat melangsungkan acara resepsi pernikahan Adel dan Abian. Dan hari itu Caca hanya pergi berdua dengan Dira tanpa sang buah hati


Caca dan Dira di antar oleh supir yang telah di sediakan oleh sang papa, dan saat itu Adel meminta maaf karena dia tak bisa menemani Caca karena Adel sedang menghadiri pertemuan yang sangat penting


"Wah keluarga mbak Adel pasti orang kaya ya mbak?"


"Kenapa kamu bisa tau?"


"Ya liat aja mbak, aku yakin untuk sewa tempat ini aja pasti mahal banget"


Caca pun tertawa kecil melihat sikap orang yang selalu setia mendampingi dirinya tersebut, Adel memang menyewa sebuah gedung yang selalu di jadikan tempat membuat acara bagi orang-orang hebat yang berada di kota itu


"Udah jangan pikirin yang aneh-aneh lagi, sekarang saatnya kita kerja. Kita harus bisa membuat acara Adel menjadi istimewa"

__ADS_1


"Siap mbak,"


Mereka pun mulai merencanakan apa saja yang akan mereka rubah dari gedung tersebut, setelah selesai pertemuan Adel pun segera menghubungi Caca yang saat itu masih berada di gedung tersebut


"Ya del"


"Kamu masih di sana?"


"Ya"


"Aku baru selesai, aku langsung berangkat ke sana sekarang ya"


"Oke"


Tak butuh waktu yang lama Adel pun sudah berada di antara mereka, mereka mulai membahas ini dan itu. Caca mendengarkan dengan baik semua keinginan Adel di hari terpenting di dalam hidupnya, Caca juga memberikan beberapa masukan yang dia anggap baik


Setelah puas berada di sana mereka lanjut membicarakan rencana mereka sambil mencari sebuah tempat untuk beristirahat, Adel benar-benar merasa bahagia karena Caca mau menjadi bagian dari hari terpenting di dalam hidupnya


Sedangkan di tempat yang berbeda tiba-tiba saja Faizal keluar dari dalam kamarnya tanpa sepengetahuan sang pengasuh, dia pun melangkahkan kakinya ke arah kamar sang nenek dan mulai mengetuk pintu kamar tersebut tanpa rasa ragu sedikit pun


Sang nenek membuka pintu kamarnya dan langsung mengerutkan keningnya saat melihat anak tersebut melepaskan senyuman terbaik yang dia punya


"Ga ada, kamu mau apa?"


"Aku lapar nek," tersenyum


Mama Diana sempat terdiam sejenak sambil mengerutkan keningnya, sedangkan Faizal tetap memberikan tersenyum terbaik yang dia punya


"Mana pengasuh kamu?"


"Ada di kamar nek"


"Minta pengasuh kamu buat makanan untuk kamu, atau minta orang belakang buat makanan untuk kamu. Kenapa kamu datang ke saya?"


"Maaf ya nek," menundukkan kepalanya sambil memasang wajah sedikit bersedih


"Aku cuma pengen makan makanan yang nenek buat," lirih


Mama Diana membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa jengkel, tetapi dia tetap melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya


"Ayo"

__ADS_1


Faizal pun tersenyum bahagia dan mengekor sang nenek ke arah dapur, mama Diana mulai membuat makanan untuk anak tersebut. Dan setelah jadi meletakkan makanan tersebut di atas meja makan tepat di hadapan Faizal


Mama Diana memandang ke arah anak tersebut dengan seksama karena Faizal sama sekali tak menyentuh makanan tersebut


"Kamu ga suka makanan itu?"


Faizal pun menggelengkan kepalanya


"Terus kenapa ga di makan?" menatap ke arah Faizal dengan serius


Tiba-tiba saja Faizal membuka mulut nya dengan lebar dan berhasil membuat mama Diana membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna


"Maksud kamu?"


"Suapin ya nek," tersenyum dengan tulus


Tanpa di sadari senyuman tipis pun langsung terlukis di wajah mama Diana pada saat itu, entah mengapa semua sikap Faizal berhasil membuat sebuah kehangatan di dalam hatinya telah lama membeku


"Dasar manja," tersenyum


Mama Diana mulai bangkit dari duduknya dan mendudukkan tubuhnya di samping anak tersebut, dan dengan sangat telaten dia mulai menyuapi anak tersebut


"Wah.. Masakan nenek enak banget," tersenyum bahagia


Mama Diana pun tersenyum melihat sikap anak tersebut, sedangkan Faizal langsung menatap ke arah mama Diana dengan senyuman yang penuh arti


"Apa lagi?"


"Boleh ga kalau aku sering minta nenek suapin aku?"


"Kenapa ga minta ke mama kamu atau pengasuh kamu?"


"Kalau sama mbak aku ga mau di suapin, kalau mama sering sibuk kerja cari uang buat aku. Tapi kalau nenek kan ada di rumah berdua sama aku, jadi boleh ya aku minta nenek yang suapin aku?" menatap ke arah mama Diana penuh harap


Tiba-tiba saja mama Diana meletakkan tangannya di ujung kepala Faizal sambil menganggukkan sedikit kepalanya


"Terima kasih nek, aku sayang banget sama nenek." dengan tulus


"Apa sekarang saatnya aku mulai belajar untuk melupakan rasa sakit hati aku?"


Kepolosan Faizal berhasil membuat hati mama Diana yang terluka menjadi jauh lebih baik, dan mama Diana pun memutuskan untuk mulai menerima keberadaan anak tersebut

__ADS_1


__ADS_2