Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Tanpa Bunga Atau Cincin


__ADS_3

Caca melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu dengan perasaan lega, awalnya Caca memang sempat merasa kecewa dengan semua yang dia dengar dari Vivian tetapi hati kecil Caca tetap memilih untuk percaya bahwa Daniel tak akan menyakiti hatinya untuk ke dua kalinya. Sehingga Caca mencoba memeriksa foto-foto yang Vivian keluarkan sekali lagi dengan teliti


Saat Caca keluar dari tempat itu Daniel pun terlihat belari ke arah dirinya dengan wajah yang panik, Daniel hanya mengetahui kata-kata awal di percakapan antara Caca dan Vivian. Dia pun langsung bergegas ke tempat itu tanpa mengetahui percakapan terakhir mereka


"Itu semua ga benar Ca, aku berani bersumpah atas nama kedua orang tua aku yang sudah tiada kalau semua ucapan perempuan itu ga benar." ucap Daniel dengan nafas yang masih memburu


Caca hanya terdiam dengan wajah datar sambil menatap Daniel dengan seksama dan Daniel pun langsung memegang kedua tangan Caca, Caca bisa merasakan bila saat itu tangan Daniel bergetar hebat tanda dia sedang di landa rasa takut


"Kamu harus percaya sama aku Ca, aku ga pernah sekalipun menyentuh perempuan itu." ucap Daniel dengan suara yang mulai bergetar


"Hanya kamu perempuan satu-satunya yang pernah aku sentuh Ca," bathin Daniel


Caca pun membuang nafasnya dengan kasar


"Kenapa kamu bisa ada di sini? bukannya sekarang masih jam kerja? jangan bilang kalau kamu kabur lagi dari kantor." ucap Caca dengan nada suara yang terdengar dingin


Daniel pun mulai menundukkan pandangan matanya, dia mengira sikap dingin Caca karena termakan oleh ucapan Vivian


"Aku ga bohong Ca, aku ga pernah dekat dengan wanita manapun selain kamu." ucap Daniel lirih


"Aku tau kamu ga akan lakuin itu," ucap Caca dengan yakin


Daniel pun mulai berani menatap ke arah Caca


"Yang aku tanya kenapa kamu bisa ada di sini? apa kamu sengaja mau bikin nama aku jelek di depan bawahan kamu?" tanya Caca sambil menatap tajam


"Aku..."


"Kenapa kamu ada di sini?"


"Aku cuma takut kamu percaya omongan perempuan itu Ca, jadi aku cepat-cepat ke sini"


Caca melepaskan tangannya dari genggaman tangan Daniel dan memegang kedua pipi Daniel dengan lembut

__ADS_1


"Suatu hubungan ga akan bisa berjalan dengan baik kalau ga ada rasa percaya dari kedua belah pihak kak, jadi apa kamu pikir aku akan percaya gitu aja?"


Daniel pun bisa bernafas dengan lega, dia pun langsung menarik tubuh Caca masuk ke dalam pelukan hangat nya. Dari dalam tempat itu Vivian bisa melihat semua interaksi mereka berdua dengan jelas, Vivian hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk memendam rasa amarahnya


"Kurang ajar!! perempuan itu pasti sengaja melakukan itu semua, dia pasti tau kalau aku bisa lihat itu semua dari sini. Orang itu juga ga bisa di andalkan, sampai detik ini dia melakukan apapun terhadap perempuan itu"


Daniel pun langsung membawa Caca ke dalam mobilnya


"Kamu mau ke mana sekarang?" tanya Daniel


"Aku lagi mau cek gedung untuk acara pernikahan mbak Sindy"


"Bisa aku minta tolong sesuatu sama kamu Ca?"


"Apa kak?" menatap ke arah Daniel


"Tolong berhenti membuat aku takut Ca, kalau ada masalah apapun tolong langsung bilang ke aku. Jangan hadapi semua sendiri"


Caca pun hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis


"Apa kamu berniat membatasi semua pergerakan aku kak?" tanya Caca sambil menatap serius ke arah Daniel


"Bukan gitu Ca, aku cuma ga mau ada orang-orang ga penting seperti dia yang bisa merusak hubungan kita Ca." ucap Daniel penuh keyakinan


Caca pun tersenyum tipis mendengar ucapan Daniel yang bisa menyejukkan hatinya


"Ga ada masalah yang ga bisa di selesaikan kalau kedua belah pihak yang menjalani bisa saling terbuka dan saling percaya kak"


Saat itu juga Caca bisa melihat bahwa kedua bola mata Daniel seperti mengakui bahwa dia berbuat salah, bahkan Daniel langsung membuang pandangan matanya dan menuju ke tempat yang Caca katakan tadi


"Maaf Ca aku belum bisa jujur sama kamu kalau aku sudah mengingat kamu sepenuhnya, aku cuma ga mau kamu ragu sama perasaan aku Ca. Aku ga mau kamu anggap aku mendekati kamu hanya karena perasaan bersalah atau karena adanya Ical di antara kita"


Di sepanjang perjalanan Daniel terlihat banyak berdiam diri dan seperti menanggung sebuah beban pikiran yang sangat berat, Caca pun memilih untuk tak memaksa Daniel mengatakan apa yang sedang dia rasakan saat itu. Caca lebih memilih untuk menunggu Daniel bercerita atas keinginan dia sendiri

__ADS_1


"Aku turun dulu ya kak"


Daniel pun langsung memegang tangan Caca sebelum Caca sempat keluar dari dalam mobil tersebut, dan Caca pun kembali menatap ke arah Daniel dengan serius


"Kenapa kak?"


"Setelah pernikahan mereka aku akan minta kakek datang dan temui keluarga kamu ya Ca"


Caca hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya


"Aku mau kakek datang untuk melamar kamu Ca, apa kamu sudah siap untuk jadi istri aku Ca?" tanya Daniel dengan wajah serius


"Apa sekarang kamu lagi melamar aku kak?" tanya Caca dengan senyuman yang terlihat sedikit aneh


Saat itu Daniel benar-benar tak mengetahui maksud pertanyaan Caca dan dia pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Apa kamu belum siap jadi pendamping hidup aku Ca?" tanya Daniel dengan suara lirih


"Ini bukan masalah siap atau pun ga siap kak!! tapi masa seorang Daniel Putra Perkasa melamar seorang perempuan dengan cara begini!!"


Daniel pun hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya


"Coba kamu bayangin kak, ga ada bunga atau pun cincin!! akh!! kamu memang ga bisa di andalkan, bahkan kamu kalah telak dengan cara kak Abian melamar Adel!!"


"Kamu kenapa marah-marah sih Ca?"


Caca hanya menatap tajam ke arah Daniel, membuat seorang Daniel Putra Perkasa bahkan sulit untuk menelan saliva nya sendiri


"Kamu balik aja ke kantor kak, aku juga mau lanjutin pekerjaan aku"


Tanpa basa-basi lagi Caca turun dari mobil tersebut dan menyisakan Daniel seorang diri dengan perasaan bingung, Daniel pun hanya bisa menatap punggung Caca hingga dia menghilang


"Apa dia belum siap jadi pendamping hidup aku? tapi kenapa juga harus marah-marah? Kalau seandainya dia belum siap aku bersedia menunggu sampai dia siap kok"

__ADS_1


Sedangkan Caca kembali teringat akan apa yang baru dia lakukan terhadap Daniel, dia pun merasa menyesal karena telah meninggalkan Daniel begitu saja


"Astaga Ca kamu bukan anak remaja lagi, kenapa juga kamu harus marah cuma karena dia ga bawa bunga dan cincin? tapi kan saat nanti Adel atau mbak Sindy tanya bagaimana cara dia lamar aku? masa aku mau jawab dia lamar aku di dalam mobil tanpa bawa apapun" membuang nafasnya dengan kasar


__ADS_2