
FLASH BACK
Saat itu Caca mencurahkan segala kegundahan hatinya kepada mama Diana, tanpa ada satu orang pun yang tau bahwa kini di sekeliling mereka sudah ada banyak orang-orang yang di kirimkan Daniel untuk selalu menjaga mereka. Dan orang-orang tersebut selalu melaporkan hal sekecil apapun yang terjadi dengan Caca kepada Daniel
Daniel menggenggam erat ponselnya saat mendengar laporan dari salah seorang pengawal yang dia kirimkan, bahkan percakapan antara Caca dan mama Diana yang di rekam secara diam-diam pun sudah berada di tangan Daniel
"Kurang ajar!! ini semua pasti ulah perempuan itu!! aku bahkan belum sempat membayar kesalahan aku di masa lalu dan sekarang kalian semua mau menambahkan luka di hati dia"
Daniel pun segera memutar otak untuk menemukan cara terbaik membawa Caca pergi dari tempat itu
"Kalau aku tiba-tiba langsung datang ke sana ga akan masuk akal, aku harus alasan apa di depan dia untuk bawa dia pergi dari sana? yang ada dia sadar kalau aku udah ingat semuanya tentang dia, akh!! kalau dia sampai pergi lagi bisa gila aku di buatnya"
Setelah berpikir keras akhirnya Daniel pun menemukan satu cara yang dia pikir adalah jalan terbaik untuk saat itu, dia pun segera meraih ponselnya dan menghubungi Rico
"Ya..."
"Tolong datang ke cafe di jalan A sekarang juga dan bawa Caca pergi dari sana"
"Lah!! lu udah gila ya? ya masa gw datang ke situ terus langsung bawa dia pergi dari sana, yang ada nanti gw di kira mau culik dia"
"Dia lagi mau ketemu sama keluarga kita, jadi gw minta lu bawa dia pergi dari sana!!" berteriak sekuat yang dia bisa
"Sial!! ga usah pakai teriak juga, sakit kuping gw jadinya!!"
Daniel mengabaikan ucapan Rico saat itu
"Kalau sampai lu datang terlambat ke tempat itu, jangan harap besok perusahaan lu masih ada di kota ini." penuh penekanan
"Saudara kampret lu!! mau minta tolong pakai ancaman segala, kalau gitu siapa yang mau nolong lu?"
Sejenak sempat ada keheningan di antara mereka berdua
__ADS_1
"Tolong bawa Caca dari tempat itu, gw ga mau mereka menambah luka di hati dia. Gw ga mau dia pergi lagi dari gw, gw benar-benar ga mau kehilangan dia lagi." lirih
"Nah gitu dong pakai bahasa tolong kalau minta tolong ke seseorang, oke gw jalan sekarang"
"Jangan sampai dia tau kalau gw yang minta lu ke sana ya"
"Ya.." dengan nada suara malas
Rico pun langsung memutuskan sambungan teleponnya dan meninggalkan ruang kerjanya, secepat mungkin dia harus segera tiba di tempat yang Daniel katakan. Bukan karena dia takut kehilangan perusahaan yang dia pegang lebih kepada dia harus menyelamatkan Caca dari situasi tersebut
Daniel pun ikut bangkit dari bangku kebesarannya dan menuju ke tempat di mana Caca membuat janji temu dengan keluarga Perkasa, Daniel yang sudah tiba di sana tetap berdiam diri di dalam mobilnya dan hanya memerintahkan orang-orang suruhan nya untuk berjaga di sekitar Caca
Sudah pasti Daniel mendengar semua ucapan mereka terhadap Caca dan yang membuat hati Daniel terasa sangat sakit saat Caca memilih untuk pergi dan menghilang dari dirinya bersama sang buah hati
FLASH OFF
"Kami cuma mau yang terbaik untuk kamu, perempuan itu ga pantas untuk masuk ke dalam keluarga kita"
"Daniel kami sekarang berperan sebagai pengganti orang tua kamu"
Daniel pun membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa emosi yang sedang menguasai hatinya, bagaimana pun juga dia bukanlah Rico yang sudah terbiasa berbuat semaunya
"Aku harap ini yang pertama dan terakhir kalian mengusik kehidupan perempuan itu, kalau kalian benar-benar berperan sebagai orang tua aku seharusnya kalian ingin aku bahagia. Dan satu lagi jangan pernah punya pikiran sedikit pun untuk memisahkan dia dengan anak kami"
"Itu ga mungkin, anak itu memiliki darah keluarga Perkasa dan dia akan jadi pengganti kamu di masa depan. Jadi anak itu harus mendapatkan semua yang terbaik baik pendidikan ataupun segalanya, perempuan itu ga akan sanggup memberikan yang terbaik bagi anak itu"
Daniel pun tersenyum tipis
"Aku yakin dia bisa karena dia perempuan terhebat yang pernah aku kenal, kalau pun dia ga sanggup aku yang akan memberikan itu semua. Bukan cuma untuk anak itu tetapi juga untuk perempuan itu, karena cuma perempuan itu yang akan menjadi pendamping hidup aku." penuh keyakinan
Pernyataan Daniel membuat semua mata yang berada di sana menjadi terbelalak
__ADS_1
"Dan untuk kamu.." menatap tajam ke arah Vivian
"Ini peringatan terakhir untuk kamu, sekali lagi kamu melakukan hal licik di belakang saya. Saat itu berarti kamu sudah siap kehilangan segala yang kamu punya di dalam hidup kamu saat ini"
Sedangkan di tempat yang berbeda di sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit Caca terlihat seperti seseorang yang belum seratus persen mendapatkan kembali kesadarannya, Rico pun mencoba memahami perasaan Caca pada saat itu dan memilih untuk mencoba menghibur Caca
"Lain kali kalau ada masalah kayak gitu di lawan, jangan cuma diam aja. Giliran sama gw aja lu berani? padahal gw ini terkenal sebagai si pembuat masalah" melirik sekilas ke arah Caca sambil tersenyum
Caca seperti mendapatkan kembali kesadarannya melihat sang penyelamat yang berada di sampingnya
"Terima kasih ya, aku ga tau harus berbuat apa kalau tadi kamu ga datang." tersenyum dengan tulus
"Ya mau gimana lagi? dari pada gw harus kehilangan perusahaan gw, ga juga sih gw lebih takut kalau mereka berbuat berlebihan sama lu dan Daniel harus kehilangan lu lagi"
"Tapi kenapa tadi kamu bisa ada di sana?"
Bukan Rico namanya bila dia tak bisa menyelesaikan masalah kecil seperti itu, dia pun tersenyum tipis
"Tadi gw habis ketemuan sama orang di luar, pas gw lewat gw lihat ada mobil mama di parkiran. Ya udah gw mampir, ga taunya lagi ada sidang paripurna." tertawa lepas
Rico menghentikan tawa nya dan melirik sekilas ke arah Caca yang saat itu sedang menatap tajam ke arah dirinya
"Kenapa lu liatin gw begitu?"
"Kamu lagi bohong kan?" Caca menatap serius ke arah Rico
"Gw bohong apa sama lu?"
"Tempat parkir di cafe tadi ga akan kelihatan dari jalan raya"
"Aduh ternyata cewe ini pintar juga ya, akh bukan Rico kalau ga bisa menyelesaikan masalah sekecil ini. Dia ga boleh tau kalau sebenarnya Daniel yang suruh gw datang, sesuai permintaan orang itu"
__ADS_1