
FLASH BACK
Daniel menatap sang kakek tanpa menunjukkan rasa penyesalan atau rasa takut sama sekali, Daniel bahkan membiarkan darah segar yang terasa mengalir melewati pipinya
"Apa maksud kamu Daniel Putra Perkasa?" ucap sang kakek dengan penuh penekanan
"Perempuan itu sudah mewujudkan impian terakhir kakek yang selalu kakek minta dari aku, dia tetap melahirkan buah hati kami walaupun saat itu aku banyak menyakiti hatinya. Apa sekarang kakek akan tetap meminta aku untuk meninggalkan perempuan itu?"
"Apa jaminan nya anak itu adalah anak kamu? dari yang kakek tau anak itu terlahir saat dia sedang berstatus istri orang lain!!" ucap sang kakek sambil menatap dengan tajam
"Aku berani menjamin dengan apapun kalau anak itu darah daging aku kek, karena aku adalah laki-laki pertama bagi dia." ucap Daniel penuh keyakinan
Sang kakek membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna dan langsung melempar Daniel dengan benda yang terlihat oleh matanya sekuat yang dia bisa
"Apa pantas orang seperti kamu menjadi pemimpin dari keluarga Perkasa?!" teriak sang kakek
Sang kakek terlihat berusaha mengatur nafasnya yang memburu, sang kakek terlihat marah dan kecewa dengan penjelasan yang Daniel berikan
"Bagaimana bisa kamu menghancurkan hidup seorang perempuan dan tidak bertanggung jawab Daniel? bagaimana bisa kamu membuat anak kamu hidup tanpa perlindungan seorang ayah di masa kecilnya, kakek benar-benar kecewa sama kamu Daniel"
"Maaf kek karena aku sudah salah dan membuat kakek merasa kecewa sama aku, dan sekali lagi aku akan membuat kakek merasa kecewa sama aku. Karena aku akan tetap memilih perempuan itu sebagai pendamping hidup aku, walaupun kakek menentang hal tersebut." ucap Daniel penuh keyakinan
Tiba-tiba saja sang kakek menepuk bangku kosong di sebelahnya, tanpa menunda waktu Daniel pun mengikuti keinginan sang kakek
"Laki-laki atau perempuan?"
"Laki-laki kek," ucap Daniel sambil tersenyum bahagia
Pancaran mata Daniel bisa menunjukkan dengan jelas perasaan dia saat itu dan membuat sang kakek tersenyum tipis
"Berarti anak itu yang akan jadi penerus kamu?"
Daniel menjawab dengan anggukkan kepalanya
"Kakek akan memaafkan kesalahan kamu yang satu ini tapi dengan satu syarat, kamu harus segera mempertemukan kakek dan anak kamu"
"Aku bukan ga mau kakek ketemu sama anak aku, tapi aku rasa itu bukan hal yang mudah kek. Aku harus cari alasan yang tepat dulu kek"
"Untuk yang satu ini kamu ga bisa tawar menawar lagi sama kakek, kamu harus bawa anak itu ke acara ulang tahun perusahaan kamu. Kakek harus ketemu sama anak kamu di sana"
__ADS_1
"Gimana caranya aku bujuk Caca bawa Ical ke sana?"
Daniel sedang larut dalam pikiran nya sendiri dan tiba-tiba saja sang kakek mulai memasang wajah serius
"Apa kamu mencintai perempuan itu?"
Daniel menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
"Apa kamu yakin itu perasaan cinta bukan sebatas perasaan bersalah?"
Lagi-lagi Daniel menganggukkan kepalanya
"Lalu apa lagi yang kamu tunggu?" ucap sang kakek sambil menatap serius ke arah Daniel
"Karena kesalahan aku di masa lalu terlalu besar kek," ucap Daniel dengan lirih
Sang kakek pun membuang nafasnya dengan kasar
"Perempuan adalah makhluk yang terlihat lemah, sebab itu tugas kita para laki-laki membuat mereka merasa bisa nyaman dan aman ada di samping kita. Tapi kamu juga harus tau saat perempuan merasa kecewa baik dengan sebuah kebohongan atau apapun itu, mereka bisa berubah menjadi sosok yang benar-benar berbeda dengan yang kita kenal"
Daniel pun menundukkan kepalanya dengan guratan kesedihan yang terlukis dengan jelas di wajahnya, sang kakek yang melihat itu seperti mengerti apa yang Daniel rasakan saat itu dan menepuk bahu Daniel
"Kalau perempuan itu memang berharga untuk kamu maka tunjukkan keseriusan kamu di hadapan perempuan itu, berikan dia rasa nyaman dan buat dia merasa kalau dia berharga di mata kamu. Dengan begitu semoga saja dia bisa membuka hatinya lagi untuk kamu"
"Itu baru cucu kesayangan kakek, jangan mudah menyerah untuk memperjuangkan hal yang berharga di dalam hidup kamu. Atau selamanya kamu akan hidup di dalam penyesalan"
"Semua ucapan kakek benar sekarang Caca benar-benar menjadi sosok yang berbeda, dan itu artinya rasa kecewa dia terhadap aku terlalu besar. Tapi apa pun yang terjadi aku ga akan pernah menyerah untuk memperjuangkan kamu Ca, karena kamu adalah cahaya hidup aku"
FLASH OFF
Daniel menaruh beberapa lauk di dalam piring Caca membuat Caca menatap ke arah Daniel dengan tatapan mata yang sedikit aneh
"Kenapa? apa ga suka lauk itu?"
"Aku bisa ambil sendiri pak, ga usah berlebihan begini." ucap Caca dengan nada suara sedikit sinis
Daniel pun tersenyum tipis
"Aku cuma mau melayani kamu dengan baik aja kok, siapa tau dengan begitu ga butuh waktu yang lama untuk kamu membuka hati kamu ke aku"
__ADS_1
Secara refleks Caca meletakkan tangannya di kening Daniel membuat Daniel hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Ga panas kok"
"Kamu ngapain sih?"
"Demam bapak benar-benar sudah turun kok, tapi kelakuan bapak kenapa semakin aneh ya?" cibir Caca
Daniel yang mengerti arah ucapan Caca hanya bisa tersenyum dan dengan cepat mengambil tangan Caca yang berada di keningnya lalu mencium telapak tangan Caca dengan lembut
"Aku sudah sehat kok, yang masih kurang sehat cuma hati aku aja. Itu karena kamu dari tadi masih belum kasih jawaban apapun ke aku"
Caca yang menjadi salah tingkah pun langsung menarik paksa tangan nya
"Ayo kita makan pak"
Caca langsung mengambil piring nya dan memakan makan yang berada di dalam piring nya tanpa berani menatap ke arah Daniel
"Bisa gila aku kalau kelamaan ada di dekat dia, jantung aku bisa lari dari tempatnya. Aduh Ca kamu udah tua bahkan sekarang udah punya anak, kenapa hati kamu masih kayak anak abg yang baru jatuh cinta sih?"
"Besok ajak anak kamu ke acara ulang tahun perusahaan aku ya"
Caca yang merasa terkejut dengan ucapan Daniel sampai tersedak makanan yang berada di dalam mulutnya
"Ya ampun hati-hati dong Ca"
Daniel segera memberikan Caca air minum dan setelah merasa lebih baik Caca langsung menatap tajam ke arah Daniel
"Buat apa anak aku datang ke acara itu pak?"
"Selain kakek mau ketemu sama dia, aku juga mau mulai memperkenalkan dia ke seluruh dunia Ca. Kalau di masa depan dia adalah orang yang akan menjadi penerus aku" bathin Daniel
"Kan tadi aku udah bilang cuma kamu dan aku kamu yang bisa membuat aku nyaman, di acara besok pasti kamu sibuk. Ya jadi aku mau Ical nemenin aku sepanjang acara itu, boleh ya Ca?" ucap Daniel dengan santai
"Aku ga setuju," ucap Caca dengan tegas
"Ya udah kalau gitu acara untuk besok di batalin aja"
Caca menatap tajam ke arah Daniel seakan ingin sekali melahap habis Daniel saat itu juga
__ADS_1
"Tapi pak..."
"Kamu jadi penentu untuk acara besok Ca, aku serahin semua keputusan di tangan kamu"