Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Kakek Buyut


__ADS_3

Daniel dan Caca sedang larut dalam pikiran mereka masing-masing, tetapi mereka lupa bahwa di sana anak seorang anak kecil yang masih polos terus memperhatikan percakapan mereka berdua


"Apa nanti waktu om nikah sama mama om bisa terima aku?" tanya Faizal dengan lirih


Mendengar hal tersebut Daniel segera menginjak pedal rem mobilnya dan menoleh ke arah belakang, dan Caca pun melakukan hal yang sama. Di bangku belakang ada Faizal yang terlihat memasang wajah bersedih dan menundukkan kepalanya


"Kamu ngomong apa sih sayang?" tanya Caca dengan nada suara lirih


"Aku ga bisa ikut papa pasti karena istri baru papa ga mau urus aku yang bukan anak kandung dia, apa saat nanti om Daniel nikah sama mama om Daniel juga ga mau terima aku?"


Kedua bola mata Faizal sudah mulai berkaca-kaca, selama ini anak itu tak pernah menunjukkan sisi lemah di hadapan Caca sekali pun. Ini adalah pertama kalinya Caca melihat hal tersebut, sedangkan Daniel hatinya benar-benar terluka melihat keadaan buah hatinya seperti itu. Rasanya ingin sekali dia memeluk tubuh Faizal dengan erat dan berteriak mengatakan bahwa dia adalah ayah kandung anak tersebut


"Ical dengerin mama baik-baik, seandainya suatu saat nanti mama akan menikah lagi mama hanya akan menikah dengan seseorang yang bisa menerima keberadaan kamu. Dan seandainya mama ga bisa menemukan orang seperti itu, mama selamanya ga akan pernah menikah lagi dan meninggalkan kamu sayang." ucap Caca dengan lirih dan mulai berkaca-kaca


Hati Daniel semakin tak menentu mendengar ucapan Caca saat itu, akhirnya dia mengetahui dengan jelas alasan Caca memilih untuk tidak menikah lagi di usia dia yang masih terbilang cukup muda. Daniel pun langsung menggenggam tangan Caca dengan erat untuk memberitahukan kepada Caca bahwa dia ada di antara mereka


"Ical apa kamu tau alasannya om ajak kamu ke acara ini?" ucap Daniel dengan lembut sambil tersenyum hangat


Faizal hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Om mau mulai memperkenalkan kamu ke seluruh dunia kalau kamu adalah calon anak om, jadi jangan pernah punya pikiran sedikit pun om akan memisahkan kamu dan mama kamu seandainya om sampai menikah sama mama kamu." ucap Daniel penuh keyakinan


Caca langsung menatap ke arah Daniel dengan perasaan haru, karena Daniel dengan lembut sedang membujuk buah hati mereka


"Om ga bohong kan sama aku?"


"Ya udah kamu bantu om bujuk mama kamu supaya mama kamu secepatnya mau menikah sama om, jadi om bisa buktikan ke kamu kalau kita akan selalu hidup bersama"

__ADS_1


Faizal hanyalah seorang anak yang masih polos tanpa tau apapun tentang masa lalu yang telah terjadi, yang dia tau saat itu dia sedang merasa bahagia karena Daniel bisa menerima keberadaan dirinya. Dia pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


Daniel pun tersenyum tipis melihat sang buah hati sudah kembali tersenyum, dia pun langsung menatap ke arah Caca yang saat itu sudah terlihat salah tingkah. Daniel meletakkan tangannya di ujung kepala Caca dengan lembut


"Aku udah dapat izin dari anak kamu, jadi jangan lama-lama untuk buka hati kamu ke aku ya." ucap Daniel dengan lembut sambil tersenyum hangat


Mereka kembali melanjutkan perjalanan, Daniel berusaha keras semakin mendekatkan diri terhadap Faizal. Dia tak ingin sang buah hati merasa sedih seperti tadi, sedangkan Caca benar-benar merasa tersentuh akan semua sikap Daniel


Akhirnya mereka pun tiba, setelah turun dari mobil tiba-tiba saja Daniel langsung menggendong tubuh mungil Faizal. Caca yang melihat hal tersebut pun langsung menarik ujung baju Daniel untuk menghentikan aksi Daniel pada saat itu


"Kamu mau ngapain kak? biar Ical jalan aja." ucap Caca berbisik karena di sana sudah terlihat ramai orang


"Aku mau gendong Ical masuk ke dalam, supaya semua orang tau kalau Ical itu calon anak aku. Jadi secara otomatis ga akan ada juga yang berani menggoda kamu nanti di sana"


"Ya tapi ga perlu di gendong juga kak, Ical bukan anak kecil lagi. Cepet turunin Ical"


"Kak..."


"Itu hukuman untuk calon istri yang ga mau nurut sama ucapan calon suami dia," ucap Daniel dengan santai sambil tersenyum puas


"Aku mohon kak jangan membuat hati aku selalu melayang bebas ke angkasa seperti dulu kalau akhirnya kamu cuma mau menyakiti aku lagi, kamu ga tau seberat apa perjuangan aku dulu bertahan hidup tanpa ada kamu di sisi aku kak?" bathin Caca


Entah mengapa Daniel seperti mengerti arah pikiran Caca saat itu


"Ayo kita masuk"


Caca hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya dan tiba-tiba saja Daniel kembali melakukan sesuatu, selain tetap menggendong tubuh mungil Faizal dia juga menggenggam tangan Caca dengan erat. Caca yang merasa panik pun segera menarik tangannya tetapi hasilnya hanya sia-sia karena Daniel semakin menggenggam tangan Caca dengan erat

__ADS_1


Saat mereka mulai memasuki gedung tersebut seluruh mata yang ada di sana langsung tertuju ke arah mereka tanpa ada yang berani memberikan komentar apapun, Daniel tetap melakukan hal yang sama dan langsung menuju ke arah meja sang kakek dan keluarga besarnya berada sambil tersenyum tipis


Sang kakek hanya menunjukkan wajah datar tetapi kedua bola matanya tak bisa berpaling sedikit pun dari anak laki-laki yang sedang di gendong oleh Daniel


"Jadi ini anak dari cucu kesayangan aku yang nakal itu, astaga rasanya aku ingin sekali berlari ke sana dan memeluk cucu buyut aku itu"


Daniel pun mulai menurunkan Faizal saat mereka sudah tiba di hadapan meja yang mereka tuju


"Kek..."


"Ca kenalin ini kakek aku," ucap Daniel sambil menatap ke arah Caca


Caca pun memperkenalkan dirinya dengan sopan dan sang kakek berusaha kuat untuk tetap terlihat biasa saja


"Ical ini kakeknya om Daniel," ucap Daniel menatap ke arah Faizal


Anak tersebut menatap ke arah Daniel dengan tatapan mata sedikit bingung


"Kenapa jagoan? kok kamu kelihatan bingung"


"Kalau kakeknya om, berarti Ical harus panggil apa ya om? Ical takut salah," ucap Faizal dengan polosnya


"Karena ini kakeknya om Daniel, gimana kalau kamu panggil aja kakek buyut?"


Faizal pun menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti, dengan senyuman yang sangat manis Faizal melangkahkan kakinya mendekat ke arah sang kakek dan mencium tangan sang kakek


"Halo kakek buyut, perkenalkan nama aku Faizal." ucap anak itu dengan polosnya sambil tersenyum dengan sangat manis

__ADS_1


Dan akhirnya sang kakek tak bisa lagi mempertahankan wajah datar nya, dia pun langsung tertawa lepas karena merasa bahagia. Dia langsung meminta orang yang duduk di sampingnya untuk berpindah tempat dan meminta Faizal untuk duduk tepat di sampingnya


__ADS_2