
Adel pun sudah memutuskan untuk menggunakan konsep apa saat acara resepsi pernikahan nya nanti, mereka mulai berpisah setelah mendapatkan keputusan final. Saat akan kembali Caca melihat sebuah toko roti yang berada di pinggir jalan
"Berhenti sebentar ya pak"
"Baik non," dengan sopan
Sang supir menghentikan mobilnya dan Caca pun segera turun, sedangkan Dira di minta untuk tetap berada di dalam mobil tersebut. Dengan langkah yang pasti Caca mulai memasuki toko tersebut dan memilih beberapa macam roti termasuk roti kesukaan sang buah hati
Saat Caca sudah menyelesaikan pembayaran dan memutar tubuhnya untuk pergi dari toko itu dia pun di buat sangat terkejut dengan orang yang berada di hadapannya
"Astaga!! kota ini kan besar, kenapa aku harus selalu ketemu sama dia? tenang Ca kamu harus bisa kendalikan ekspresi wajah kamu, dia ga ingat sama kamu jadi kamu cukup berpura-pura ga mengenal dia"
Caca mulai melangkahkan kakinya dan sesaat setelah Caca melewati orang tersebut, tiba-tiba saja orang tersebut yang tak lain adalah Daniel langsung memegang tangan Caca dan membuat Caca langsung menatap ke arah Daniel
"Maaf ada apa ya pak?"
"Apa kamu kenal saya?" Daniel menatap ke arah Caca dengan serius
Untuk sesaat detak jantung Caca sempat berdetak dengan sangat cepat, tetapi Caca berusaha dengan kuat untuk bisa mengendalikan itu semua
"Setiap orang yang ada di kota ini pasti akan mengenal bapak," tersenyum dengan sopan
Daniel pun hanya bisa terdiam
"Apa bapak bisa lepaskan tangan saya?"
Bukannya melepaskan tangan Caca Daniel semakin mengeratkan pegangan tangan nya
"Tapi apa saya pernah mengenal kamu?"
Tatapan mata Daniel yang sedang mencari sebuah kebenaran berhasil membuat Caca sulit untuk bernafas, Caca pun membuang nafasnya dengan kasar untuk menutupi itu semua
"Kalau saya pasti mengenal bapak karena bapak orang hebat di kota ini, tapi kalau bapak tanya ke saya apa bapak mengenal saya? sebaiknya tanyakan itu ke diri bapak sendiri, karena walaupun kita saling mengenal saya yakin saya bukan orang penting yang harus bapak ingat"
__ADS_1
Daniel seperti kehabisan kata-kata untuk menjawab ucapan Caca saat itu, karena saat itu dia benar-benar tak bisa mengingat Caca tetapi hati kecilnya dan kedua bola matanya tak bisa melepaskan Caca begitu saja
"Apa sekarang bapak bisa melepaskan tangan saya?" tersenyum dingin
Daniel yang sudah tidak tau harus berbuat apa lagi pun segera melepaskan tangannya
"Kalau begitu saya duluan pak," tersenyum tipis
Daniel pun hanya bisa bisa terdiam dan sedikit menganggukkan kepalanya, dengan cepat Caca segera meninggalkan tempat itu dan menghilang dari hadapan Daniel
Ternyata Daniel melihat Caca saat sedang berpisah dengan Adel, dia pun memerintahkan sang asisten pribadi untuk mengikuti Caca dan mengikuti Caca masuk ke dalam toko tersebut. Setelah Caca menghilang Daniel langsung kembali ke dalam mobilnya tanpa membeli apapun
"Apa kita kembali ke kantor pak?" dengan sopan
"Ga usah, saya mau pulang ke apartemen"
"Baik pak"
Sedangkan di tempat yang berbeda ada Vivi yang sedang duduk di hadapan seseorang
Pria di hadapan Vivi menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada gadis tersebut, dan Vivi pun segera membuka amplop tersebut dan mulai melihat apa saja yang dapat dia ketahui. Lembar demi lembar terus Vivi perhatikan dengan seksama
"Oh.. Jadi dia adalah perempuan yang menyebabkan adiknya meninggal dunia, tapi kenapa dia ga ingat gadis itu sama sekali? dan aku yakin tatapan mata dia ke gadis itu bukan tatapan mata membenci seseorang"
"Sisa bayaran kamu sudah saya transfer, tapi saya mau kamu mencari lebih dalam tentang perempuan itu"
"Tenang aja, selama bayaran yang kamu berikan sesuai saya akan menjalankan perintah kamu"
Di tempat yang lain Caca merasa sedikit tenang karena saat dia kembali ke kediaman sang papa dia melihat sang buah hati sedang bermain dengan mama Diana dengan sangat gembira, Caca yang kini sudah menjadi seorang ibu pun bisa melihat tatapan mata mama Diana kepada sang buah hati penuh kasih sayang
Lain hal dengan Daniel yang baru saja tiba di apartemennya dan memilih untuk segera membersihkan diri, setelah menyelesaikan beberapa laporan yang harus dia periksa dia pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan terus teringat akan Caca
"Kenapa aku bisa bertindak seperti orang bodoh dan mengikuti perempuan itu?"
__ADS_1
Seribu pertanyaan hadir di dalam benak Daniel pada saat itu, dia sendiri pun merasa heran akan sikap yang dia lakukan hari itu. Dan tanpa terasa akhirnya dia pun mulai terlelap ke alam mimpi
Dan sebuah kenangan yang pernah terjadi antara Caca dan Daniel hadir di alam mimpi Daniel saat itu, Daniel bermimpi akan malam panas yang sudah mereka berdua lalui. Sebuah mimpi yang dulu selalu hadir menghiasi tidur Daniel, tetapi sekali ini Daniel dapat melihat dengan jelas wajah sang gadis
Setelah menyelesaikan mimpi tentang malam panas itu Daniel pun mulai membuka kedua matanya dan kembali ke alam nyata
"Dulu aku selalu mimpi seperti ini tapi ga pernah bisa lihat wajah perempuan itu, ini cuma secara kebetulan karena aku baru ketemu dia atau memang perempuan itu ada hubungannya dengan aku?"
Daniel segera meraih ponselnya dan menghubungi asisten pribadi nya
"Selamat sore pak," dengan sopan
"Sore, kamu ingat gadis yang tadi saya minta kamu ikuti?"
"Iya pak"
"Cari semua informasi dia dengan detail dan saya mau data itu secepatnya ada di tangan saya," dengan tegas
"Baik pak"
"Dan saya mau kamu cari semua informasi tentang dia tanpa ada satu orang pun yang tau, termasuk Abian." penuh penekanan
"Baik pak, apa ada yang bapak perlukan lagi?"
"Saya rasa cukup"
"Baik pak, secepatnya saya akan segera serahkan informasi tentang perempuan itu"
"Oke," Daniel pun memutuskan sambungan teleponnya
"Saya ga tau kamu cuma khayalan saya atau sebuah kenyataan yang pernah terjadi di dalam hidup saya, saya memang ga mengingat kamu dan bahkan kamu bersikap seperti tak mengenal saya. Tapi hati saya selalu merasakan sakit saat melihat wajah kamu"
Daniel memutuskan untuk mulai mencari tau semua tentang Caca karena hati kecilnya selalu berkata untuk melihat ke arah Caca, Daniel sudah memutuskan untuk mengetahui semua kebenaran yang ada. Karena hatinya selalu berkata Caca adalah sesuatu yang terpenting yang sudah dia lupakan
__ADS_1
Rasa sakit di kepala yang Daniel rasakan bahkan tak bisa menghentikan dia untuk terus berusaha mengingat tentang Caca, walaupun hasilnya masih saja sia-sia Daniel tetap akan mencari tau semua tentang Caca