
Hari itu berlalu dengan sangat cepat ada berbagai orang sedang larut dalam perasaan mereka masing-masing, ada Caca yang terus berusaha menguatkan hatinya. Ada Daniel yang terus bertanya kepada hatinya sendiri, dan ada Sindy serta Rico yang merasa cemas akan keadaan Caca
Saat Sindy kembali ke rumah kontrakan nya dia pun menemukan surat yang Caca tinggalkan, dengan cepat dia pun berlari ke arah kamar Caca dan segera memeriksa lemari pakaian Caca. Sindy pun harus menerima kenyataan bahwa Caca sudah tak lagi berada di sana karena tak ada satu pun pakaian Caca yang tersisa di sana
"Kamu kemana Ca? kalau kamu ada masalah, kenapa kamu ga cerita ke mbak?"
Sindy pun segera meninggalkan rumah nya dan mencoba berkeliling untuk mencari keberadaan Caca, akhirnya dia pun mendatangi sebuah rumah yang memiliki banyak kenangan bagi dirinya saat dia masih kecil yaitu kediaman keluarga Perdana
Penjaga yang tak mengetahui mobil Sindy pun menghentikan mobilnya di depan pagar besar rumah tersebut, dan Sindy pun segera keluar dari dalam mobil
"Maaf pak saya mau ketemu om Restu"
"Apa ibu sudah buat janji dengan pak Restu?"
"Saya belum buat janji sama om Restu, tolong sampaikan sama om Restu saya Sindy mau ketemu sama dia. Tolong sampaikan sama om Restu sama mau tanya tentang Caca"
"Tunggu sebentar ya bu," dengan sopan
Salah satu penjaga pun berlari ke dalam rumah mewah tersebut, dan ternyata semua penghuni tempat itu sedang menyantap makan malam mereka
"Maaf pak ada ibu Sindy mau ketemu sama bapak," dengan sopan
Semua orang yang berada di meja makan pun langsung terhenti mendengar nama tersebut
"Setelah sekian lama pergi dan ga pernah mau kembali, akhirnya anak itu pulang juga"
"Mau apa dia?"
"Katanya mau tanya soal non Caca pak"
Mendengar hal tersebut sang pemimpin keluarga Perdana pun langsung bangkit dari duduknya, sedangkan sang nyonya besar dan anak mereka satu-satunya langsung memasang wajah kurang suka. Kini Sindy sudah duduk tepat di hadapan orang yang dulu sangat dia segani tersebut
"Ada perlu apa kamu mencari saya?"
"Maaf kalau saya mengganggu waktu om tapi kedatangan saya ke sini saya cuma mau tanya apa Caca pulang ke sini om?"
Tuan Restu Perdana tampak terdiam dan mengerutkan keningnya, hal tersebut menandakan dengan jelas bahwa Caca tak berada di tempat itu. Hati Sindy pun menjadi semakin tak menentu saat itu
"Kenapa kamu cari Caca di sini? bukannya sekarang belum saat nya dia bebas," menatap dengan serius
"Caca sudah bebas om, dia juga sempat pulang ke sini. Apa om ga tau?"
__ADS_1
Perubahan wajah pemimpin keluarga Perdana menunjukkan dengan jelas apa yang dia rasakan saat itu, Sindy yang tak mau terlalu jauh masuk ke dalam masalah keluarga itu pun memilih untuk segera undur diri
"Kalau Caca memang ga ada di sini sebaiknya saya permisi dulu om"
Sindy pun langsung bangkit dari duduknya dan tiba-tiba saja dia harus menghentikan apa yang akan dia lakukan, karena sang pemimpin keluarga Perdana kembali membuka suara
"Kenapa dulu kamu berbohong?"
"Maksud om?" menatap dengan serius
"Kenapa dulu kamu mengakui hal itu dan tetap diam saat saya meminta kamu pergi dari sini?"
"Karena Caca adik saya om," tanpa rasa ragu sama sekali
Pemimpin keluarga Perdana hanya bisa terdiam, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia mengucapkan kata maaf dengan tulus kepada gadis kecil yang ada di hadapannya tersebut
"Kalau gitu saya permisi dulu om"
"Kamu harus tau sekalipun itu adalah kesalahan kamu, sampai kapan pun rumah ini akan tetap jadi rumah kamu karena kamu anak pertama di rumah ini"
"Terima kasih om"
Sindy pun kembali mengitari kota itu mencari keberadaan Caca, sedangkan Caca sudah berada jauh dari kota itu. Sindy yang sudah merasa lelah pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya, saat dia merebahkan tubuhnya tiba-tiba saja dia teringat akan Adel. Dengan harapan terakhir dia pun segera menghubungi Adel
"Del apa Caca ada sama kamu?"
"Ga ada mbak, memang Caca ke mana mbak?"
Sindy pun terpaksa menceritakan semua yang dia tau, dan sudah pasti Adel benar-benar merasa khawatir dan dia pun segera mengabarkan hal tersebut kepada Rizal. Dia meminta bantuan Rizal untuk mencari tau keberadaan Caca
Adel yang sedang khawatir bercampur marah pun lupa bila itu sudah tengah malam dan langsung menghubungi Abian, setelah beberapa kali panggilan telepon darinya akhirnya Abian pun terbangun dan menjawab panggilan telepon dari Adel
"Ya"
"Aku udah minta kamu untuk jaga Caca!! apa itu aja permintaan yang berat untuk kamu?"
"Kamu ngomong apa sih?"
Adel dengan sangat menggebu menceritakan semua hal yang dia dengar dari Sindy
"Sial!! apa aku kecolongan? berarti waktu dia minta aku cari posisi pak Rico"
__ADS_1
"Aku benar-benar kecewa sama kamu kak," dengan nada suara lirih
"Maaf.."
Untuk pertama kalinya Abian mengucapkan kata-kata yang enak terdengar oleh Adel
"Kenapa kamu minta maaf sama aku?"
"Karena aku gagal memenuhi permintaan kamu"
"Apa kamu sadar kak? baru sekarang kamu bisa ngomong dengan baik sama aku"
"Maaf"
"Apa sih kak dari tadi kamu minta maaf terus? apa kamu tau biasanya orang cuma berubah saat dia akan mati"
Abian pun sempat terdiam sejenak lalu secara samar terdengar dia membuang nafasnya dengan kasar
"Ya rasanya saat ini aku mau mati Del, rasanya aku mau mati saat aku ingat kamu sudah berhenti untuk berjuang mendapatkan aku"
Duar.. Serasa jantung Adel akan meledak saat itu juga mendengar ucapan Abian yang seperti itu, Adel sampai lupa bila saat itu dia sedang merasa cemas dengan menghilang nya Caca
"Apa kamu ngomong itu cuma supaya aku ga marah sama kamu?"
"Ya, aku takut kamu marah dan semakin menjauh dari aku Del"
"Sejak kapan kamu perduli sama perasaan aku kak? selama ini kamu ga pernah perduli dengan apapun yang aku lakukan untuk kamu"
"Dari awal Del, aku cuma ga punya keberanian untuk..."
Tiba-tiba saja Adel pun langsung berteriak untuk menghentikan ucapan Abian
"Stop!!"
Abian pun dengan patuh langsung terdiam
"Aku mau kamu ngomong langsung di depan aku kak, aku takut saat ini kamu masih tertidur dan ga sadar dengan semua yang kamu omongin saat ini"
"Oke, besok pulang kerja aku jemput kamu ya." penuh keyakinan
"Kamu ga lagi bercanda kan kak?"
__ADS_1
"Aku udah cape nahan semua ini Del, apapun hasilnya nanti setidaknya aku udah coba berjuang untuk dapatkan kamu"
Di balik hilangnya sosok Caca ada seorang Abian yang telah membuat keputusan untuk mulai memberanikan diri mengejar gadis yang selama ini telah mencuri hatinya