
FLASH BACK
Daniel yang merasa bingung pun memilih untuk kembali ke kantor, dia pun sama sekali tak bisa fokus dengan pekerjaan yang menanti di hadapannya sama sekali
"Kenapa dia marah ya? aku rasa belakangan ini hubungan kami berjalan lancar, tapi kenapa dia malah marah ya? mana dia bilang aku kalah saing sama Abian, dan yang paling parah dia bilang aku ga bisa di andalkan"
Daniel pun segera memanggil Abian untuk datang ke ruangannya
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk"
Abian melangkahkan kakinya dngan pasti ke arah meja kerja Daniel
"Anda memanggil saya pak?" tanya Abian dengan sopan
"Duduk," ucap Daniel sambil menganggukkan sedikit kepalanya
Abian pun menuruti perintah Daniel dan mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Daniel
"Apa ada yang bisa saya bantu pak?"
"Apa yang kamu lakukan saat melamar Adel?" tanya Daniel dengan wajah yang serius
Abian hanya bisa menampilkan wajah datar sambil mengerutkan keningnya
"Apa kamu ga dengar pertanyaan dari saya?"
"Saya dengar pak, saya hanya kurang memahami apa tujuan bapak menanyakan hal tersebut kepada saya?" tanya Abian sambil menatap serius
"Ya karena Caca membandingkan saya sama kamu, bahkan dia bilang saya kalah telak sama kamu. Masa di mata dia saya separah itu?"
Abian tampak terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu dan dia pun mulai tersenyum tipis
"Siapa yang suruh kamu senyum?"
__ADS_1
"Apa anda habis melamar Caca pak?" tanya Abian dan sekali ini dia memberikan senyuman yang terlihat sedikit mengejek
Abian tau dengan pasti bahwa selama ini seorang Daniel Putra Perkasa hanya tau tentang bekerja dan didikan yang keras sedari dia kecil, Abian pun langsung menyadari tujuan ucapan Daniel pada saat itu
"Saya cuma bilang sehabis Sindy menikah saya mau meminta kakek menemui keluarga dia untuk melamar dia, lalu tiba-tiba dia marah-marah dan membandingkan saya sama kamu. Dan yang lebih fatal lagi dia bilang saya ga bisa di andalkan"
Abian hanya bisa tersenyum tipis mendengar semua penjelasan Daniel karena dia sudah menduga hal tersebut
"Apa anda tidak menyiapkan apapun saat mengatakan hal tersebut kepada Caca pak?"
Daniel pun langsung terdiam karena ucapan Abian benar adanya
"Wajar sih pak kalau Caca jadi seperti itu"
"Memang kamu menyiapkan apa saat kamu melamar Adel?"
"Saya menyiapkan satu buket bunga mawar merah dan sebuah cincin pak"
"Caca juga bahas masalah bunga dan cincin waktu itu, tapi masa cuma karena itu?" bathin Daniel
Abian pun membuang nafasnya dengan kasar, untuk pertama kalinya Abian melihat Daniel berubah menjadi sosok yang bodoh selama dia mengenal orang tersebut
"Saya juga membuang semua rasa malu saya dan menyanyikan sebuah lagu untuk melamar Adel hadapan banyak orang," ucap Abian
"Dia tinggal bilang aja, saya juga bisa lakuin itu kok"
"Kalau pemikiran anda seperti ini, saya pikir wajar bila Caca akhirnya bersikap seperti itu pak"
"Maksud kamu?" tanya Daniel sambil mengerutkan keningnya
"Astaga Tuhan masa iya aku harus jelaskan secara detail sama orang bodoh yang satu ini? apa dia pikir perempuan yang akan di lamar datang beli bunga dan cincin sendiri dengan kartu yang dia berikan?" bathin Abian
"Apa anda pikir wanita sama seperti kita para pria pak? ini bukan lagi masalah bunga atau cincin yang kita siapkan untuk melamar mereka pak," ucap Abian dengan nada suara serius
"Lalu apa lagi masalahnya?"
__ADS_1
"Mereka hanya mau sesuatu yang berkesan di saat momen seperti itu pak, apa mungkin ada wanita yang merasa tidak bahagia saat pria yang dia suka melamar dia dengan cara yang romantis?"
"Jadi itu alasan Caca marah sama aku, sial!! kenapa aku bodoh banget sih?"
Wajah Daniel saat itu bisa menunjukkan dengan jelas apa yang ada di dalam pikiran nya saat itu, Abian pun hanya bisa menahan tawa di dalam hatinya
"Kalau begitu sekarang juga kamu mendapatkan tugas penting dari saya," ucap Daniel dengan tegas
Abian hanya mengutuk dirinya sendiri di dalam hatinya, karena dia sudah tau dengan pasti tugas apa yang Daniel maksud pada saat itu
"Secepatnya kamu harus mempersiapkan sesuatu yang lebih hebat dari yang kamu lakukan saat kamu melamar Adel, saya mau dia menjadi wanita paling bahagia pada saat itu." ucap Daniel dengan tegas sambil tersenyum bahagia
FLASH OFF
Tak ada kata yang bisa mengungkapkan perasaan Caca dan Daniel pada saat itu, bahkan semua orang yang Caca kenal berada di tempat itu untuk menyaksikan secara langsung Daniel melamar penguasa hatinya. Bahkan sang jagoan kecil berteriak paling keras agar Caca menerima lamaran tersebut
Daniel pun mulai bangkit setelah dia berhasil memakaikan cincin di jari manis Caca, Daniel pun langsung memeluk tubuh mungil Caca dengan sangat erat
"Maaf karena kemarin aku bertingkah seperti orang bodoh yang ga memahami keinginan kamu," ucap Daniel dengan lembut
Caca pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap jauh ke dalam mata Daniel
"Aku memang ga terlalu paham cara untuk bersikap romantis, tapi kamu harus yakin bila di dalam hati aku hanya di penuhi nama kamu. Dan saat ini tujuan hidup aku cuma satu, aku akan membuat hidup kamu dan Ical anak kita bahagia." ucap Daniel dengan lembut tetapi terdengar penuh keyakinan
Air mata Caca pun mengalir semakin deras, Daniel memalingkan pandangan matanya mencari sang jagoan kecil. Dengan senyuman yang hangat Daniel melambaikan tangannya memanggil anak tersebut
Faizal yang melihat hal tersebut pun berlari kecil dengan senyuman bahagia menghiasi bibirnya, dan Daniel langsung mengangkat tubuh mungil Faizal dan menggendong anak tersebut. Tidak ada satu pun orang yang hadir di sana tak merasakan perasaan bahagia dari momen yang Daniel ciptakan, bahkan Rizal pun bisa melihat ketulusan dari tatapan mata Daniel
"Mama kamu udah terima om jadi suaminya nih, jadi mulai sekarang Ical juga harus mulai belajar panggil om dengan sebutan papa ya." ucap Daniel dengan lembut
Faizal pun terlihat memandang ke arah Caca dan terlihat Caca menganggukkan sedikit kepalanya tanda dia memberikan izin, Faizal pun menatap kembali ke arah Daniel
"Wah keren, itu artinya aku punya dua mama dan dua papa." ucap Faizal penuh semangat
Semua orang yang berada di sana hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku Faizal yang sangat polos dan juga menggemaskan, hanya ada suasana kebahagiaan di antara mereka semua yang hadir di sana. Tanpa ada satu pun orang menyadari bahwa salah satu pelayan yang berada di dalam kapal itu terus saja mencuri foto kebersamaan mereka
__ADS_1