
Detik demi detik terus berlalu hari bahagia bagi Adel dan Abian sudah berada di depan mata, segala persiapan terakhir pun sudah rampung. Saat hari itu tiba seluruh rangkaian acara yang tersaji benar-benar sempurna, karena Caca ingin Adel mendapatkan semua yang terbaik di hari bahagianya
Satu persatu tamu yang berasal dari golongan orang-orang penting di kota itu mulai hadir di tempat itu, bagaimana tidak Adel adalah anak seorang pengusaha yang cukup ternama dan Abian adalah sosok muda yang cukup di segani
Caca dan Dira berada di sana untuk memastikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar, dan sudah pasti Caca juga ingin mengucapkan kata selamat secara langsung walaupun ada kemungkinan dia akan bertemu kembali dengan Daniel. Caca benar-benar sudah memantapkan hatinya untuk tak takut berhadapan dengan Daniel
Dan saat Daniel tiba di tempat itu Caca tetap memasang wajah datar seperti seseorang yang sama sekali tak pernah mengenal Daniel, lain hal dengan Daniel yang selalu berusaha mencuri pandang ke arah Caca
Dan di kediaman keluarga Perdana sang buah hati memilih untuk menemani sang nenek, karena mereka merasa sedikit bosan mama Diana pun mengajak Faizal untuk pergi keluar
Caca memang sudah siap untuk berhadapan dengan Daniel tetapi dia pun lupa akan seseorang yang mungkin akan dia temui di tempat itu, siapa lagi bila bukan Rico sang pembuat masalah. Rico tiba di tempat itu dengan menggandeng seorang gadis yang sangat cantik
Kedua bola mata Rico langsung membulat dengan sempurna begitu melihat sosok Caca di tempat itu, dia pun segera melepaskan tangan sang gadis dan menghampiri Caca dengan senyuman di bibirnya
"Hai..." melambaikan tangannya di hadapan Caca
Caca memutar bola matanya dengan malas
"Kenapa aku bisa lupa sama orang ini sih?"
"Kamu apa kabar?" tersenyum ramah
"Maaf saya sedang sedikit sibuk, saya permisi dulu." tersenyum ramah
Baru saja Caca akan melangkahkan kakinya menjauh, tangan Caca langsung di pegang oleh Rico membuat Caca langsung menatap ke arah Rico dengan tajam. Melihat tatapan mata Caca Rico pun segera melepaskan tangan Caca
"Sorry tapi gw cuma mau ngomong sebentar sama kamu"
"Saya rasa ga ada yang perlu di bicarakan antara kita berdua, kalian juga sudah tau semua kebenarannya." dengan tegas
"Ya karena itu gw ngerasa semakin bersalah sama lu"
Secara tak sengaja tatapan mata Caca melihat ke arah Daniel yang saat itu sedang menatap ke arah mereka dengan tajam
"Bisa bahaya kalau dia dengar percakapan kami, bukan hal yang sulit untuk dia melakukan apapun. Aku harus bawa cowok bajingan ini menjauh"
__ADS_1
"Kalau memang ada yang mau di omongin sebaiknya kita keluar dari tempat ini"
Tanpa rasa ragu sedikit pun Rico menganggukkan kepalanya, bagaimana pun juga dia harus meminta maaf terhadap Caca atas perbuatan dia di masa lalu. Dan mereka pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu, sedangkan Daniel langsung membisikkan sesuatu ke asisten pribadi nya
"Kamu mau ngomong apa?" menatap tajam ke arah Riko
"Gw mau minta maaf secara tulus sama lu, sebenarnya sebelum gw tau tentang itu pun gw udah cari lu ke kantor Daniel buat minta maaf sama lu. Tapi waktu itu lu udah ga ada di sana"
Caca hanya terdiam sambil terus memandang ke arah Rico dengan sinis
"Ya gw tau kelakuan gw waktu itu udah sedikit keterlaluan," tersenyum canggung
"Sedikit kamu bilang?" dengan nada suara yang mengintimidasi
"Oke gw tau, intinya mengaku salah dan gw mau minta maaf sama lu. Karena sampai detik ini gw ga pernah merasa tenang karena masih merasa bersalah sama lu," dengan yakin
"Saya sudah lupakan semua kejadian itu pak"
"Jadi lu mau maafin gw?"
"Kalau kamu memang mau saya maafkan, saya harap mulai sekarang jangan pernah lagi membahas masalah kejadian waktu itu"
"Ya mah"
"Ca..." dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
"Mama kenapa mah?"
Caca sudah mulai menunjukkan wajah panik, sedangkan Rico masih setia berdiri di hadapan Caca
"Ical Ca..."
"Ical kenapa mah? tolong jangan bikin aku takut mah." dengan mata yang mulai memerah dan suara yang bergetar
Saat itu rasa takut langsung menyelimuti hati Caca
__ADS_1
"Ical tertabrak motor Ca dan sekarang kami ada di rumah sakit Ca.." tangisan mama Diana pun pecah
Caca hampir saja terjatuh saat mendengar hal tersebut dan dengan sigap Rico langsung menangkap tubuh Caca
"Gimana keadaan Ical mah?" meneteskan air matanya
"Dokter bilang Ical butuh transfusi darah Ca, mama sudah hubungi papa kamu dan kita ga ada yang memiliki golongan darah seperti Ical Ca"
Serasa seluruh dunia Caca runtuh saat itu juga dan tanpa sadar ponsel nya pun terlepas dari tangannya, Caca sudah menangis dengan hebatnya dan Rico langsung meraih ponsel Caca yang tergeletak di atas lantai
"Yang aku takuti sekarang harus terjadi"
"Maaf saya teman Caca, sekarang posisi kalian ada di mana?"
Mama Diana menyebutkan sebuah nama rumah sakit di kota tersebut, dan dengan sigap Rico langsung membawa Caca masuk ke dalam mobilnya tanpa tau apa yang sedang terjadi sebenarnya. Dia hanya melihat Caca saat itu benar-benar terpukul dan dia merasa harus membantu Caca
Lain hal dengan sang asisten pribadi Daniel yang segera melaporkan kepada Daniel apa yang terjadi di luar, ternyata Daniel meminta sang asisten pribadi untuk mengawasi mereka karena dia tak ingin Rico melakukan sesuatu terhadap Caca
Di sepanjang perjalanan Caca seperti buntu akal dia tak mengucap sepatah kata pun hanya ada air mata yang terus mengalir dari mata indahnya, Rico yang menjadi tak tega pun segera memberikan Caca beberapa lembar tisu
"Lu tenang dulu ya, rumah sakit itu ga terlalu jauh kok dari sini"
Caca langsung menoleh ke arah Rico dan tersadar masih ada satu harapan yang tersisa
"Apa golongan darah kamu?"
"RH Null, kenapa?"
"Berikan darah kamu untuk menolong anak saya dan saya akan memaafkan kamu sepenuh hati, tolong selamatkan anak saya"
Rico langsung menghentikan mobilnya dan menatap ke arah Caca dengan tajam, saat itu yang terpikirkan oleh Caca adalah menyelamatkan nyawa sang buah hati. Tetapi dia tak sadar bila dia sudah membuka sebuah rahasia di hadapan Rico
"Anak kamu?"
Caca yang belum mendapatkan kembali kesadarannya langsung menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"Bergolongan darah RH Null?"
Caca yang tersadar pun hanya bisa menundukkan kepalanya