Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Calon Suami Masa Depan


__ADS_3

Acara itu berjalan dengan sangat lancar dan saat acara tersebut sudah selesai semua mulai membubarkan diri masing-masing, dan sang kakek terlihat sangat enggan untuk berpisah dengan Faizal. Sang kakek meminta Caca berjanji pada dirinya bahwa dia akan membawa anak tersebut berkunjung ke kediamannya, dan sudah pasti Caca pun menyanggupi permintaan sang kakek


Saat semua sedang memberi salam kepada sang kakek kedua bola mata Caca tertuju ke arah seseorang yang berada cukup jauh dari mereka semua, Caca terus menatap ke arah orang tersebut dengan lekat tanpa ada satu orang pun menyadari hal tersebut


"Aku yakin aku pernah lihat orang itu beberapa kali di tempat yang berbeda, tapi kenapa dia ada di sini? atau jangan-jangan selama ini?"


Caca berusaha sekuat tenaga menutupi apa yang dia pikirkan pada saat itu, karena dia tak ingin membahas sesuatu yang belum pasti di saat keadaan sedang seperti itu. Setelah sang kakek pergi Daniel segera membawa Caca dan Faizal yang mulai terlihat mengantuk untuk kembali. Caca pun memilih untuk memeluk sang buah hati di atas pangkuan nya


"Apa kamu ga merasa capek begitu?"


Caca terlihat menggerakkan bibirnya dengan suara yang terdengar sangat kecil


"Apa Ical udah tidur?"


Daniel pun melirik ke arah Faizal yang sudah tertidur dengan pulas dan menjawab dengan menganggukkan kepalanya


"Ga usah kak, kasihan Ical pasti capek hari ini"


"Apa ga sebaiknya Ical tidur di bangku belakang?"


"Ga usah kak nanti dia bisa bangun sebelum kita sampai kalau dia tidur di bangku belakang, cuma kalau di peluk dia bisa tidur dengan pulas"


Daniel pun tersenyum bahagia melihat kelembutan Caca kepada buah hati mereka


"Seandainya aja aku dulu ga melakukan kesalahan pasti sekarang aku juga tau semua kebiasaan kalian, seandainya aku bisa lebih cepat mengingat kamu pasti saat ini kita sudah hidup bahagia sebagai sebuah keluarga"


Daniel dan Caca hanya berbincang seadanya dengan suara yang sangat pelan agar tak mengganggu istirahat buah hati mereka, dan akhirnya mereka pun tiba di kediaman keluarga Perdana. Saat mobil Daniel berhenti tampak seseorang yang dia kenal mulai menghampiri mobil mereka


"Ngapain dia ada di sini? akh tadi udah ada kakek dan Rico, sekarang dia juga ada di sini. Apa aku harus gila karena merasa cemburu hari ini?" bathin Daniel sambil menatap sinis ke arah orang tersebut


Orang tersebut adalah Yudha yang sedang berada di kota itu karena urusan pekerjaan, dan sudah pasti dia pun memilih untuk bertemu Caca dan Faizal yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Daniel segera turun dari mobil untuk membantu Caca membawa tubuh Faizal, tapi apa yang akan Daniel lakukan kalah cepat dengan Yudha


"Aku bawa Ical ke kamar dulu ya Ca"


"Terima kasih ya kak," tersenyum dengan hangat

__ADS_1


Caca pun turun dari mobil dan melihat Daniel yang sudah memasang wajah masam


"Terima kasih sudah mengantarkan kami pulang kak, udah malam aku masuk dulu ya kak"


Caca belum berhasil melangkahkan kakinya Daniel sudah memegang tangan Caca dan membuat Caca kembali menatap ke arah dirinya


"Kenapa kak?"


"Kenapa kamu ga tawarin aku buat mampir dulu ke dalam?"


Caca melihat ke arah jam tangan yang dia gunakan dan jam tersebut menunjukkan bahwa saat itu sudah sangat malam, Daniel pun langsung memahami pemikiran Caca saat itu


"Tapi kan..."


Daniel seperti ragu untuk melanjutkan ucapan nya


"Tapi apa kak?" tanya Caca dengan wajah polos


"Tapi kan dia juga laki-laki, dia aja boleh ada di sini masa aku ga boleh"


"Karena saya kan mantan suami dia dan juga ayah dari anak dia, sedangkan kamu bukan siapa-siapa bagi dia." ucap Yudha dengan nada suara yang terdengar dingin


Daniel dan Caca langsung menatap ke arah Yudha yang sudah berada di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya


"Ayah kamu bilang? dia anak saya dan Caca bukan anak kamu. Lagi juga kamu cuma mantan suami Caca, aku yang akan jadi suami Caca di masa depan" bathin Daniel sambil menatap tajam


Yudha pun tersenyum mengejek ke arah Daniel


"Masuk Ca udah malam, sekalian ada sedikit yang mau aku bahas sama kamu"


Caca menganggukkan kepalanya dan langsung menatap ke arah Daniel


"Aku masuk dulu ya kak, kamu hati-hati di jalan bawa mobilnya"


Caca berusaha melepaskan tangannya dan Daniel semakin mengeratkan pegangan tangannya

__ADS_1


"Apa lagi kak?" tanya Caca sambil menatap tajam


Tiba-tiba saja Daniel mencium kening Caca dengan sangat lembut


"Aku pulang dulu ya, selamat istirahat." ucap Daniel dengan lembut sambil tersenyum hangat


Caca pun hanya bisa diam membeku di tempat yang sama, sedangkan Daniel langsung melangkahkan kakinya ke arah mobilnya. Dan sesaat sebelum dia membuka pintu mobilnya dia berhenti dan menatap kembali ke arah Yudha


"Oh ya buat kamu, mulai sekarang jangan terlalu dekat sama Caca ya. Kamu memang mantan suami dia, tapi aku calon suami dia di masa depan." ucap Daniel dengan penuh keyakinan


Yudha hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis ke arah Daniel, sedangkan Caca semakin tak tau lagi harus berbuat apa dengan semua sikap yang Daniel tunjukkan. Dengan berat hati Daniel terpaksa meninggalkan Caca, walaupun ingin sekali dia tetap bertahan di sana karena ada laki-laki lain di dekat Caca


Di sepanjang perjalanan kembali ke apartemennya Daniel terus memaki dirinya sendiri yang meninggalkan Caca bersama pria lain, pikiran Daniel pun sudah terbang ke sembarang arah membayangkan laki-laki itu pernah menjalani hidup bersama dengan Caca


Daniel yang sudah tak bisa lagi menahan gejolak di dalam dadanya pun langsung meraih ponselnya dan menghubungi Caca, sedangkan Caca hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat orang yang baru saja pergi sudah menghubungi dirinya


"Halo kak"


"Kamu lagi di mana Ca?"


"Aku lagi di kamar kak"


"Kamu ga lagi di kamar bareng sama dia kan?" tanya Daniel dengan nada suara panik


"Sepertinya besok aku harus bawa kamu ke psikiater kak"


"Maksud kamu Ca?"


"Ya apa maksud kamu bilang aku lagi di kamar bareng kak Yudha? ga lama kamu pergi kak Yudha juga pamit pergi kok." ucap Caca dengan tegas


"Oh, baguslah kalau dia udah pergi"


"Tolong kak, kamu itu udah tua jadi jangan bersikap seperti anak kecil yang cemburu ga jelas gitu"


"Ya aku minta maaf, tapi aku begini karena aku benar-benar mencintai kamu Marisa Putri Perdana." ucap Daniel dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2