
Daniel pun segera mengantarkan Caca ke ruangannya dan meminta Caca untuk menunggu dirinya di sana, sedangkan dia langsung menemui orang-orang yang sudah sedari tadi menunggu kehadiran dirinya
Di tengah pertemuan itu Daniel masih sempat mengirimkan pesan kepada sang sekretaris agar mengantarkan makan siang untuk Caca, Daniel hanya tak ingin Caca terlambat makan sedangkan dia tak tau kapan pertemuan tersebut akan berakhir
Bukan hal yang sulit bagi seorang Daniel Putra Perkasa membuat orang-orang yang sudah menunggu dirinya merasa puas, dan Daniel pun segera kembali ke ruangannya setelah mengantarkan orang-orang tersebut. Saat Daniel masuk ke ruangannya ternyata Caca sudah tertidur dengan posisi duduk sambil memegang ponselnya
Daniel mendudukkan tubuhnya secara perlahan tepat di samping Caca dan mengambil ponsel Caca agar tidak terjatuh, Daniel pun membuang nafasnya dengan kasar saat melihat menu makan siang yang sudah di siapkan sedari tadi masih belum di sentuh sama sekali
"Kenapa kamu belum makan? apa kamu sengaja tunggu aku datang?"
Daniel mengirimkan pesan untuk mengantarkan lagi dua porsi makan siang ke ruangannya, dan tak selang berapa lama seorang office boy sudah ada di sana membawakan makanan tersebut. Kedatangan office boy tersebut pun membuat Caca terbangun dari tidurnya
"Udah bangun?" tanya Daniel dengan lembut sambil tersenyum hangat
"Maaf kak aku ketiduran," Caca membenarkan posisi duduknya dengan sempurna
"Cuci muka kamu dulu, habis itu kita makan dulu ya"
Caca pun segera bangkit dari duduknya untuk membasuh wajahnya dan kembali ke sisi Daniel
"Kenapa makanan kamu yang tadi ga di makan?"
"Kan aku udah bilang mau makan siang bareng kamu kak," ucap Caca sambil tersenyum tipis
Daniel pun langsung tersenyum bahagia
"Kamu memang ga pernah berubah sedikit pun Ca, kamu perempuan yang berhati lembut dan selalu memegang ucapan kamu"
Mereka menghabiskan makan siang mereka yang terlambat di selingi percakapan ringan, setelah makan siang selesai Daniel pun mulai menatap ke arah Caca dengan serius
"Sekarang kamu bisa mulai memikirkan untuk jadi pendamping hidup aku Ca, karena aku berhasil membuat orang-orang itu merasa puas dan ga kecewa sama aku seperti permintaan kamu"
Wajah Caca langsung berubah menjadi semu merah mendengar ucapan Daniel yang sangat lembut tetapi terdengar penuh keyakinan
__ADS_1
"Kamu ga mungkin ingkar sama ucapan kamu sendiri kan Ca?" tanya Daniel sambil menatap serius ke arah Caca
"Apa kamu ga akan pernah menyesal kak?"
"Aku harus menyesal untuk apa Ca?"
Caca pun mulai menundukkan pandangan matanya
"Karena orang seperti kamu bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari aku dengan mudah kak, sedangkan aku pasti akan sangat terluka bila tiba-tiba kamu merasa menyesal kak." ucap Caca dengan nada suara lirih
"Lihat mata aku Ca," ucap Daniel dengan suara yang lembut
Caca pun mulai menatap ke arah mata Daniel sesuai permintaan Daniel
"Aku Daniel Putra Perkasa ga pernah main-main dengan ucapan dan perasaan aku Ca, aku ga akan pernah menyesal untuk memilih kamu menjadi pendamping hidup aku Ca. Kamu tau?"
Caca hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
Caca hanya bisa terdiam dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca
"Aku minta maaf karena mungkin di masa lalu aku adalah orang yang bodoh yang sudah menyakiti perasaan kamu Ca, tapi tolong beri aku satu kesempatan Ca. Dengan itu aku bisa buktikan ke kamu kalau aku benar-benar tulus mencintai kamu wahai Marisa Putri Perdana"
Air mata yang sedari tadi sudah Caca tahan pun akhirnya mengalir dengan sendirinya karena perasaan haru, dengan lembut Daniel pun menghapus air mata Caca dengan kedua ibu jarinya
"Tolong kasih aku kesempatan untuk menjaga kamu dan Ical Ca, aku janji selama nafas aku masih berhembus selama itu juga aku akan selalu mencintai kalian dan melindungi kalian berdua"
"Apa kamu bisa janji ga akan sakiti hati aku lagi kak?" tanya Caca dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
"Bahkan saat aku ga mengingat apapun tentang kamu aku hampir gila memikirkan kamu Ca, bagaimana aku bisa menyakiti hati kamu lagi saat aku sudah mengingat semua kesalahan aku di masa lalu Ca?" bathin Daniel
Daniel pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
"Aku janji Ca, apa kamu bisa kasih aku kesempatan untuk mewujudkan semua itu Ca?"
__ADS_1
Caca pun menganggukkan kepalanya, sedangkan Daniel langsung menarik wajah Caca agar berlabuh di dada bidang nya
"Terima kasih ya Ca, aku janji aku akan selalu menjaga kamu dan anak kita dengan baik"
Caca bisa merasakan perasaan yang tulus dari pelukan hangat seorang Daniel Putra Perkasa pada saat itu, Caca yang sudah memutuskan untuk membuka kembali hatinya untuk Daniel pun membalas pelukan Daniel
"Aku harap keputusan aku untuk membuka hati aku lagi ke kamu ga salah kak, aku yakin kamu bisa menerima keberadaan Ical dengan baik. Saat kamu ga mengingat kami pun kamu bisa memperlakukan dia dengan baik"
Hari itu seharian penuh Daniel meminta Caca untuk menemani dirinya bekerja, Daniel yang sedang sibuk di depan laptop miliknya pun kembali menjadi Daniel sang penggila kerja seperti biasanya. Sedangkan Caca yang memilih untuk tetap duduk di sofa melihat ke arah Daniel sambil tersenyum tipis
"Kamu ga berubah sama sekali kak, saat kamu asik dengan pekerjaan kamu pasti kamu akan melupakan keberadaan aku. Tapi kamu yang sedang bekerja benar-benar terlihat tampan kak"
"Udah puas belum?"
Caca yang tersadar pun langsung menghilangkan senyuman di bibirnya
"Kamu lagi ngomong sama aku kak?"
Daniel segera bangkit dari duduknya dan menarik bangku yang ada di depan bangku kebesarannya, lalu memindahkan bangku tersebut tepat di samping bangku kebesarannya. Daniel pun mendudukkan kembali tubuhnya di bangku kebesarannya
"Sini" ucap Daniel sambil menepuk bangku yang baru saja dia pindahkan
"Aku di sini aja kak, aku takut ganggu kerjaan kamu kak"
"Atau aku aja yang pindah ke situ biar bisa temenin kamu"
" Ga usah kak, kamu lanjutin aja kerjaan kamu"
"Makanya sini," menepuk kembali bangku kosong di sebelahnya
Dengan berat hati Caca pun melangkahkan kakinya ke arah Daniel dan mendudukkan tubuhnya di tempat yang telah Daniel sediakan, Daniel pun mulai menatap ke arah Caca sambil tersenyum tipis
"Kalau dekat begini kan kamu ga perlu curi pandang lagi ke aku Ca, lagi pula kalau kamu ada di dekat aku begini aku jadi makin semangat untuk kerja." ucap Daniel dengan lembut
__ADS_1