Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Butuh Kepastian


__ADS_3

Lambat laun Caca mulai tak bisa lagi menahan gejolak yang dia rasakan, Daniel pun segera membawa Caca ke dalam apartemennya saat mereka tiba di sana. Caca yang sudah berada di bawah pengaruh obat mulai berbuat hal gila, dia pun mencium bibir Daniel dengan sangat panas. Caca bahkan tak mau memberikan waktu sedikit pun untuk Daniel beristirahat


Daniel pun sempat ikut hanyut dalam permainan Caca pada awalnya, bagaimana pun juga Daniel adalah seorang pria dewasa yang masih terbilang normal


"Aku cinta kamu kak, dan bahkan perasaan aku ke kamu ga pernah berubah sedikit pun dari dulu hingga saat ini." bisik Caca dengan mesra


Mendengar pernyataan cinta dari Caca membuat Daniel mendapatkan kembali kesadarannya, dengan cepat Daniel mendorong tubuh Caca menjauh


"Enggak Ca, aku bisa ga lakuin ini sama kamu"


Caca yang sudah di bawah pengaruh obat pun tak mau mendengarkan ucapan Daniel pada saat itu, dia berusaha kembali melanjutkan aksinya. Daniel yang sudah merasa frustasi pun mengangkat tubuh mungil Caca ke arah kamar mandi. Daniel menghidupkan shower dan membiarkan tubuh Caca di basahi siraman air yang keluar


"Kamu ngapain sih kak? lepasin aku kak"


Daniel memeluk tubuh Caca dengan erat dari belakang tanpa mau mendengarkan semua ucapan Caca


"Lepas kak, kalau kamu memang ga bersedia aku ga akan paksa kak. Apa kamu pikir aku ga bisa lakuin itu sama orang lain?"


Caca hanya mengucapkan kata-kata tersebut tanpa ada niat apapun, karena semua kata-kata itu keluar begitu saja. Tetapi lain hal dengan Daniel, mendengar ucapan Caca Daniel pun semakin mengeratkan pelukannya tanpa mengeluarkan suara apapun


"Ga Ca, apapun yang terjadi aku ga akan pernah lepasin pelukan aku Ca. Aku ga akan biarin kamu di sentuh laki-laki lain" bathin Daniel


Sekuat apapun Caca berusaha melepaskan diri hasilnya hanyalah sia-sia karena pelukan yang Daniel berikan sangat erat


"Kamu bilang kamu cinta sama aku, kamu bilang aku calon istri kamu. Tapi kenapa kamu tolak aku kak? rasanya ga nyaman banget kak"


"Karena aku cinta sama kamu makanya aku ga boleh melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya Ca, aku juga laki-laki normal Ca. Aku sendiri sudah hampir gila menahan diri untuk tidak menyentuh kamu saat ini, tapi aku juga ga mau menyakiti hati kamu lagi Ca. Aku akan menyentuh kamu saat kamu sudah sah menjadi istri aku Ca," ucap Daniel dan semakin mengeratkan pelukannya

__ADS_1


Sekali ini Caca langsung terdiam seolah dia mendengarkan semua ucapan Daniel dengan sangat baik, setelah itu hanya ada kebisuan di antara mereka berdua hingga dokter Harun tiba di sana bersama seorang dokter wanita


Caca pun sudah mulai tertidur dengan pulas setelah di berikan obat penawar, dan sang dokter wanita membantu Caca untuk mengganti pakaiannya. Dan kini hanya ada Daniel yang duduk di samping Caca yang sudah terlelap di alam mimpi


"Apa tadi kamu diam karena dengar ucapan aku Ca? aku harap kamu ga akan pergi tinggalin aku saat nanti kamu terbangun Ca, aku benar-benar tulus mencintai kamu Ca"


Daniel pun mencium kening Caca dengan sangat lembut dan mulai keluar dari dalam kamar, Daniel pun mulai merebahkan tubuhnya di atas sofa untuk beristirahat. Pikiran Daniel terus saja memikirkan bagaimana sikap Caca nanti saat dia terbangun, hingga tanpa sadar dia pun mulai tertidur dengan lelap


Saat itu Daniel bermimpi akan kejadian beberapa tahun yang lalu saat Caca pergi meninggalkan tempat itu dengan tatapan mata penuh rasa kecewa, Daniel bahkan sampai terbangun dari tidurnya dengan nafas yang masih memburu. Dia pun segera berlari ke arah kamar dan melihat Caca sedang memandangi foto keluarga Daniel sama persis seperti beberapa tahun yang lalu


"Apa kejadian itu akan terulang lagi? apa dia akan pergi tinggalin aku lagi saat ini? dan apa aku sanggup untuk kehilangan dia lagi?" bathin Daniel


"Kamu sudah bangun Ca?"


Caca hanya terdiam dan menatap ke arah Daniel dengan wajah datar, saat itu Daniel sama sekali tak bisa membaca jalan pikiran Caca. Dan rasa takut pun mulai menyelimuti hati Daniel pada saat itu


"Apa kamu sudah ingat semua kak?" tanya Caca penuh penekanan


Daniel pun menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Jadi apa kamu juga tau kalau Ical itu anak kita?"


Lagi-lagi Daniel menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Jadi apa maksud kamu selama ini berpura-pura tidak mengingat aku kak?" tanya Caca sambil menatap tajam


"Aku cuma mau ada dekat kalian berdua, aku juga ga mau kamu merasa tertekan saat ada di dekat aku Ca. Karena semua kenangan di masa lalu kita cuma meninggalkan luka di hati kamu"

__ADS_1


Cukup lama Caca hanya terdiam sambil menatap ke arah Daniel dengan serius


"Aku paham kak, dan kejadian kemarin membuat aku semakin yakin untuk menerima kamu lagi. Tapi karena kamu sudah mengingat semua kenangan kita di masa lalu, aku juga butuh kepastian tentang perasaan kamu kak" bathin Caca


"Apa kamu yakin perasaan kamu ini bukan hanya sebatas perasaan bersalah terhadap aku kak?"


"Aku yakin kalau perasaan aku ke kamu benar-benar tulus Ca, ini bukan cuma karena perasaan bersalah aku di masa lalu. Kamu harus percaya percaya sama aku Ca," ucap Daniel penuh keyakinan


Hati Daniel sudah tak menentu melihat wajah Caca yang tetap terlihat datar dan tiba-tiba saja Caca pun mulai menampilkan senyuman hangat dari bibirnya


"Terima kasih ya kak"


Hati Daniel seperti mendapatkan sebuah hembusan angin segar saat melihat Caca bisa tersenyum hangat ke arah dirinya


"Apa kamu ga marah sama aku Ca?"


Caca pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


"Gimana aku bisa marah sama kamu kak? kalau jawaban terakhir kamu itu yang selalu aku tunggu dari dulu kak." ucap Caca dengan lembut sambil tersenyum


Daniel pun langsung menarik tubuh Caca masuk ke dalam pelukan hangat nya, dia pun memeluk tubuh Caca dengan sangat erat


"Maaf ya Ca, aku pasti sudah meninggalkan banyak luka di hati kamu. Tapi mulai sekarang aku janji akan membuat kamu dan anak kita bahagia," mencium ujung kepala Caca dengan lembut


Caca pun membalas pelukan hangat Daniel pada saat itu, kini tak ada lagi beban di dalam hati mereka berdua. Daniel pun mencium ujung kepala Caca dengan sangat lembut


"Terima kasih karena kamu bersedia kembali ke sisi aku Ca, kamu mungkin ga akan percaya kalau aku bilang ini adalah hari paling bahagia di dalam hidup aku selama ini Ca." bathin Daniel

__ADS_1


__ADS_2