
Dengan sedikit desakan dari semua orang akhirnya mama Diana pun setuju untuk kembali ke kediaman mereka, tetapi dengan catatan bahwa dia harus segera di kabari jika Faizal tersadar dan jika anak tersebut belum juga tersadar esok pagi dia akan kembali lagi ke rumah sakit
Kini mama Diana dan papa Restu pun sudah berada di dalam kamar mereka, mereka hanya saling membisu setelah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Saat itu papa Restu bingung harus memulai dari mana? sedangkan mama Diana tak ingin memikirkan hal lain selain keadaan Faizal
Setelah cukup lama saling berdiam diri tanpa bisa tertidur sama sekali, papa Restu akhirnya mengambil langkah lebih dulu dan mulai mendekatkan tubuhnya ke arah istrinya. Papa Restu pun memeluk tubuh sang istri dari belakang dengan sangat erat
"Papa minta maaf ya mah," dengan nada suara yang pelan dan penuh penyesalan
Mama Diana memilih untuk tetap diam
"Waktu dulu kita menikah papa sudah berjanji akan membuat hidup kamu bahagia, karena kamu ga pernah mempermasalahkan selisih umur kita yang terpaut cukup jauh. Ternyata papa memberikan luka yang sangat dalam di hati kamu"
Mama Diana yang merasa tak tega pun memutar tubuhnya agar kedua mata mereka dapat saling bertemu
"Selama ini mama menyimpan rapat cerita ini supaya kamu ga merasa bersalah atau pun sedih pah, mama bersedia menikah dengan kamu bukan karena harta kamu atau apapun. Mama bersedia menikah sama kamu karena kamu pah," dengan tulus
Papa Restu pun memeluk tubuh mama Diana dengan sangat erat, bagaimana mungkin dia tak tau kejadian sebesar itu telah menimpa istri tersebut
"Jadi ternyata ini alasan kamu ga suka dengan Caca? kesalahan yang papa buat terlalu besar sama kamu mah"
Mama Diana merasakan tubuh suaminya mulai bergetar menahan tangisan, mama Diana pun membalas pelukan papa Restu dengan lembut
"Dia udah tenang di sana pah, sekarang kita harus lanjutkan hidup kita dengan baik karena kita punya Caca dan Ical yang harus selalu kita jaga"
Dan drama antara suami istri itu pun berakhir dengan baik, tidak ada lagi sedikit pun rasa amarah yang tersimpan di hati mama Diana kepada Caca
Lain hal dengan Daniel yang tetap tak bisa memejamkan kedua bola matanya di dalam apartemennya, Daniel yang mulai merasa tak sabar pun tak memperdulikan waktu dan langsung menghubungi sang asisten
"Selamat malam pak," dengan nada serak
"Kenapa masih belum ada hasil apapun?" penuh penekanan
__ADS_1
Sang asisten melirik ke arah jam yang berada di dalam kamarnya dan melihat bahwa saat itu hampir jam satu malam
"Ya Tuhan tinggal hitungan jam juga kita akan ketemu pak"
"Maaf pak sampai detik ini belum ada kabar terbaru yang saya terima pak," dengan sopan
"Jadi sudah sejauh apa informasi yang sudah kamu dapatkan?"
"Sepertinya dugaan bapak benar, karena kami ga bisa menemukan data apapun tentang kendaraan tersebut pak. Semua data tentang kendaraan tersebut palsu pak"
"Kenapa kamu ga lapor ke saya secepatnya?!!"
Sang asisten hanya bisa memasang wajah malas mendengar suara teriakan Daniel dari seberang sana
"Maaf pak saya juga baru menerima laporan tersebut hampir tengah malam pak, saya hanya takut mengganggu waktu istirahat bapak. Jadi saya memutuskan untuk memberitahukan hal tersebut kepada bapak besok pagi"
"Tambahkan orang di sekeliling mereka, saya ga mau ada kecolongan seperti ini lagi." dengan tegas
Tanpa rasa bersalah sama sekali Daniel memutuskan sambungan teleponnya
"Rasanya saat ini juga aku mau ada di samping dia, pasti dia lagi sedih memikirkan keadaan anak kami. Tapi aku ga mungkin lakukan itu, dan terima kasih karena kamu tetap mempertahankan buah cinta kita." tersenyum tipis
Di tempat yang berbeda Caca tetap setia berada di samping sang buah hati, kedua bola matanya tak mau berpaling dari wajah sang buah hati. Dan secara perlahan anak polos itu pun mulai membuka kedua bola matanya
"Mah..." dengan suara yang lemah
Caca tak bisa berkata-kata karena perasaan bahagia melihat sang buah hati sudah mulai tersadar, Caca hanya bisa mengeluarkan air mata bahagia pada saat itu
"Mama jangan nangis dong mah, aku ga apa kok mah"
"Mama ga nangis kok sayang, mama cuma merasa senang karena kamu sudah bangun"
__ADS_1
Anak polos itu pun tersenyum bahagia melihat kasih sayang yang Caca tunjukkan, tanpa dia tau apa saja yang harus Caca lalui dengan kejadian itu. Caca yang tak ingin membuat mama Diana khawatir langsung memberikan kabar tentang Faizal, tetapi mama Diana sudah tertidur dengan lelap di dalam pelukan sang suami
Pagi yang indah pun menyapa mama Diana langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit karena mengetahui bahwa Faizal sudah terbangun, sedangkan papa Restu memutuskan untuk tidak pergi ke kantor dan menemani sang istri
Sesampainya mama Diana di rumah sakit Faizal langsung menampilkan senyuman terbaik yang dia punya, dan mama Diana tak bisa lagi menahan air matanya
"Nenek jangan nangis dong soalnya aku ga apa kok, cuma tangan aku aja nih di ikat sama dokter." tersenyum dengan tulus sambil memperlihatkan tangan kanannya yang di gips
"Nenek minta maaf sama kamu ya Ical, harusnya kita ga main di luar dan harusnya kita main di rumah aja"
"Nenek ga salah kok, kan Ical yang nakal lari ke arah jalan uber bola itu. Nenek jangan sedih lagi, kalau nenek sedih Ical juga ikut sedih"
"Kamu ga marah sama nenek?"
Faizal pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Aku ga mungkin bisa marah sama nenek, aku kan sayang sama nenek"
Baik Caca maupun papa Restu bahagia melihat adegan yang di tampilkan oleh cucu dan nenek tersebut, papa Restu pun langsung mendekat ke arah mereka berdua
"Jadi ternyata cuma nenek aja yang di sayang ya? kakek ga di sayang sama kamu ya? aduh kakek jadi sedih nih." tersenyum
Faizal pun memberikan senyuman terbaik yang dia punya
"Aku juga sayang kok sama kakek, kita semua kan keluarga jadi kita harus saling sayang." dengan polosnya
Hati mama Diana benar-benar tersentuh dan Caca pun bisa merasa lega karena sang buah hati mendapatkan kasih sayang yang tulus dari banyak orang, saat semua sedang berbincang ringan tiba-tiba saja seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah sedikit cemas. Dan semua mata pun langsung tertuju ke arah orang tersebut
"Kenapa kalian semua terlambat kasih tau aku kabar tentang Ical?"
Dan dia adalah Yudha yang langsung menuju ke kota itu saat mengetahui apa yang menimpa Faizal
__ADS_1