
Caca sudah hendak melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu dan tiba-tiba saja sebuah tangan mungil memukul Caca berulang kali sekuat yang dia bisa
"Apa tante yang buat mama aku nangis? kenapa tante jahat sama mama?"
Melihat Caca di pukul oleh Liona membuat hati Faizal sang pangeran kecil menjadi tidak terima, tiba-tiba saja Faizal mendorong tubuh Liona hingga tersungkur dan menyebabkan lutut gadis mungil tersebut sedikit terluka. Liona pun menjadi menangis hebat karena hal tersebut
Caca pun langsung menggendong buah hatinya
"Kamu ga boleh kasar sama perempuan Ical," ucap Caca dengan tegas
"Tapi aku ga suka karena dia berani pukul mama!!"
Caca pun membuang nafasnya dengan kasar dan menatap ke arah Daniel yang tampak kebingungan di tengah semua kejadian tersebut
"Aku minta maaf atas perbuatan anak aku, sebaiknya kamu antar mereka pulang kak. Biar Ical pulang sama aku"
Tanpa menunggu persetujuan dari Daniel terlebih dahulu Caca langsung melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu, Daniel yang berusaha mengejar Caca tak bisa berbuat banyak karena tiba-tiba saja Liona sang gadis kecil langsung memeluk tubuh Daniel dengan erat
"Papa jangan pergi tinggalin aku ya, kaki aku sakit pah. Aku mau di gendong sama papa"
Di sisi lain Caca pergi dari tempat itu dengan seseorang yang sedari tadi mengawasi mereka dari kejauhan dan sudah pasti itu adalah orang-orang yang Daniel perintahkan untuk menjaga mereka
"Perempuan itu ga waras!! kalau dia cuma minta aku terima keberadaan mereka itu masih masuk akal, tapi dia minta mereka menjadi keluarga yang utuh!! itu sama aja dia minta aku merelakan Daniel bersama wanita lain saat kami memiliki sebuah hubungan"
Faizal yang melihat Caca sedang melamun pun langsung memeluk tubuh Caca dengan erat
"Aku minta maaf ya mah, mama jangan marah sama aku ya." dengan lirih
Caca pun langsung menatap ke arah sang buah hati yang saat itu sudah memasang wajah sedikit bersedih
"Kamu kenapa sayang?"
"Pasti mama lagi kepikiran karena tadi aku berbuat nakal kan," dengan suara yang mulai bergetar
__ADS_1
Caca pun langsung memeluk tubuh sang buah hati dengan sangat erat dan mencium ujung kepala Faizal
"Ga kok sayang, mama ga marah sama kamu"
Di sisi lain Daniel pun mengantarkan Diana dan buah hati mereka, sesampainya di sana Daniel segera berpamitan untuk pergi ke kantor. Upaya apapun yang Diana dan buah hatinya lakukan tak berhasil menahan Daniel di tempat itu
Saat perjalanan ke kantor Daniel sempat beberapa kali menghubungi Caca tetapi semua panggilan telepon tersebut di abaikan oleh Caca
"Kamu kenapa sih Ca? lama-lama aku bisa gila sendiri kalau begini terus!! mungkin Caca butuh waktu untuk menenangkan diri dulu"
Sesampainya di kantor Daniel langsung memanggil seseorang untuk datang ruangan nya
"Mana?"
Orang tersebut menyerahkan sebuah ponsel kepada Daniel, Daniel pun mulai melihat rekaman sebuah video di ponsel tersebut. Ternyata Daniel sudah memerintahkan orang yang mengawal Caca untuk merekam semua yang terjadi saat dia pergi dari sisi Caca
"Kurang ajar!! apa Diana udah gila meminta itu dari Caca? dia juga seorang perempuan apa dia ga membayangkan perasaan Caca?" mengeratkan gigi nya
Hingga saat video tersebut mulai memutar tentang jawaban yang Caca berikan, ada sebuah perasaan lega yang tak bisa Daniel ucapan dengan kata-kata. Senyuman tipis langsung menghiasi bibir Daniel pada saat itu
"Sepertinya mereka memang terkait pak, kami sedang mengumpulkan semua bukti yang akurat"
"Saya mau hasilnya secepatnya ada di tangan saya, saya ga ingin masalah ini semakin runyam." ucap Daniel dengan tegas
"Baik pak"
"Kapan hasil tes dna nya keluar?"
"Kami sudah meminta pihak rumah sakit untuk menyelesaikan secepat mungkin pak"
Daniel pun menganggukkan sedikit kepalanya dan memberikan kode agar orang tersebut keluar dari ruangan nya
"Aku tau kamu perempuan hebat Ca, dan aku janji aku akan menyelesaikan semua masalah ini secepat mungkin"
__ADS_1
Daniel tak lagi mempunyai semangat untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di depan matanya, dia pun segera bangkit dari bangku kebesarannya dan pergi ke kediaman Caca
Sesampainya di sana hanya ada sang buah hati yang sedang bermain dengan sang nenek, ternyata sesampainya mereka di sana Caca mengajak sang buah hati agar tidur siang. Caca pun tertidur dengan pulas dan sang buah hati meninggalkan Caca begitu saja, hal tersebut juga yang membuat Caca mengabaikan panggilan telepon yang berasal dari Daniel
Saat Caca mulai terjaga dari tidurnya dia pun segera meraih ponselnya dan melihat beberapa panggilan telepon dari Daniel, dia pun segera menghubungi Daniel
"Kamu tadi telepon ya kak? maaf aku baru bangun." ucap Caca dengan suara khas bangun tidur
"Ga apa kok sayang"
Secara samar Caca mendengar suara anak kecil yang bermain di kejauhan, mendengar hal tersebut hati kecil sedikit merasa sakit. Yang ada di pikiran nya saat itu Daniel masih bersama Diana dan buah hati mereka
"Kalau kamu udah bangun, siap-siap ya. Kita makan malam di luar ya," ucap Daniel dengan lembut
"Ga perlu kak, sebaiknya kamu makan malam sama anak kamu aja. Udah dulu ya kak, bye." ucap Caca dengan nada sinis
Caca yang sedang merasa sedikit cemburu langsung menutup panggilan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari Daniel terlebih dahulu, masih dengan wajah yang kucel Caca pun langsung bangkit dan mencari keberadaan sang buah hati
Caca membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna saat melihat Daniel sedang duduk di salah satu bangku di taman belakang mereka sambil tersenyum ke arah dirinya, Caca pun langsung merapikan rambut seadanya dan langsung menghampiri Daniel
"Kamu kok ada di sini kak?" tanya Caca dengan wajah canggung
"Ya kan mau makan malam sama anak aku," jawab Daniel dengan santai sambil tersenyum menggoda
"Aduh malu banget kalau gini!! jadi suara anak-anak yang tadi aku dengar di telepon ternyata suara Ical ya." bathin Caca
Daniel pun tersenyum puas melihat tingkah Caca yang seperti itu, dia pun bangkit dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Caca dengan sangat erat
"Rencana nya sih aku memang mau makan malam sama anak aku, tapi ga mungkin berdua aja kan? aku juga mau ajak calon istri aku buat makan malam juga dong." ucap Daniel dengan lembut
Caca yang merasa malu pun mendorong tubuh Daniel
"Kenapa kamu ada di sini?"
__ADS_1
"Ya karena memang sudah seharusnya seorang calon suami berada di dekat calon istrinya," ucap Daniel dengan lembut dan berakhir dengan sebuah ciuman di ujung kepala Caca