Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Bagaimana Aku Bisa Marah?


__ADS_3

Setelah Daniel merasa tenang dia pun memutuskan sambungan teleponnya dan meminta Caca agar segera beristirahat, sedangkan Caca langsung merebahkan tubuhnya di samping sang buah hati sambil menatap wajah polos Faizal yang sudah terlelap


"Kamu hari ini kelihatan bahagia banget sayang, mama ga sangka ternyata di dalam hati kamu punya rasa takut sebesar itu"


Dan akhirnya hari pun berganti Caca berpamitan untuk pergi berbelanja beberapa bahan yang dia perlukan tanpa membawa siapapun, dan hanya ada sang supir yang menemani dirinya untuk mengendarai mobil yang mereka bawa. Caca pun pergi ke sebuah mall yang cukup ternama di kota itu


Caca mulai asik berkeliling dan membeli beberapa barang, Caca pun mulai tersenyum di dalam hatinya karena sosok yang dia cari akhirnya dapat dia lihat di kejauhan


"Bener orang itu lagi!! berarti selama ini ada orang yang selalu ikuti aku, atau jangan-jangan mobil yang waktu itu juga dia. Sekarang aku harus mulai"


Caca mulai masuk ke dalam toilet dan sudah pasti orang itu tak bisa mengikuti Caca masuk ke dalam toilet wanita, Caca pun segera menghubungi Daniel


"Halo Ca"


"Kak kamu ada di mana?" dengan suara yang bergetar


Daniel yang saat itu hendak masuk ke ruang rapat langsung menghentikan langkah kakinya


"Kamu kenapa Ca? jangan bikin aku takut Ca." ucap Daniel dengan nada suara panik


"Tolong kak, aku takut kak"


"Kamu ada di mana sekarang?"


Daniel langsung berlari kecil sambil mendengarkan ucapan Caca yang menjelaskan dia berada di mana saat itu, Daniel melajukan mobilnya dengan sangat cepat dan segera menghubungi seseorang


"Kalian semua ada di mana?!!" Daniel berteriak sekuat yang dia bisa


Orang di seberang sana pun menjelaskan posisi mereka ada di mana pada saat itu


"Bodoh!! kalau kalian ada di sana kenapa sekarang dia bisa ketakutan di dalam toilet?!!"


"Maaf pak sekarang juga kami akan memeriksa keadaan ibu Caca"


Daniel pun segera memutuskan sambungan teleponnya dan kembali menghubungi Caca tetapi Caca mengabaikan panggilan telepon dari Daniel


"Angkat Ca, tolong jangan bikin aku takut Ca. Kamu harus baik-baik aja Ca"

__ADS_1


Daniel pun semakin cepat melajukan mobilnya, sedangkan di dalam toilet orang yang Daniel perintahkan memeriksa keadaan Caca hanya bisa terlihat bingung. Karena saat mereka memaksa membuka pintu kamar mandi terlihat Caca sudah menunggu mereka dengan senyuman kemenangan bibirnya


"Maaf sepertinya kami salah masuk toilet," ucap orang tersebut dengan senyuman canggung


"Kamu bukan salah masuk toilet, tapi kamu lagi cari saya kan." ucap Caca penuh penekanan


Daniel yang merasa semakin khawatir menghubungi kembali orang yang dia kirim untuk melindungi Caca dan buah hatinya, saat orang itu melihat nama orang yang menghubungi dirinya dia pun tak berani untuk menjawab panggilan telepon tersebut. Karena Caca terlihat menatap ke arah dirinya dengan tajam


"Kenapa ga di angkat?"


Orang di hadapan Caca hanya bisa terdiam dan terlihat bingung, Caca pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat dingin


"Tenang aja dia lagi jalan ke sini, saya yang bilang sama dia kalau saya lagi ketakutan di dalam toilet. Itu sebabnya kalian masuk ke sini kan?"


Daniel berlari sekuat yang dia bisa setelah turun dari mobilnya dan lagi-lagi dia menghubungi Caca, untuk kali ini Caca menjawab panggilan telepon dari Daniel


"Aku udah sampai, kamu sekarang ada di mana Ca?"


"Aku ada di Coffee Shop lantai dua kak"


"Kamu jangan pergi ke mana pun, sekarang juga aku ke sana"


"Kamu baik-baik aja kan?"


"Aku baik-baik aja berkat mereka kak," ucap Caca sambil menunjuk ke arah beberapa orang yang ada di hadapannya


Daniel pun akhirnya mengerti apa maksud Caca saat itu


"Aku bisa jelasin semuanya kok Ca," ucap Daniel dengan wajah sedikit panik


Daniel pun segera memerintahkan orang-orang tersebut untuk pergi, sedangkan Daniel menggantikan mereka duduk di hadapan Caca


"Sekarang jelasin ke aku, kenapa kamu suruh mereka ikuti aku? apa kamu memang sengaja mau memata-matai semua gerak gerik aku?" tanya Caca penuh penekanan


"Aku ga ada niat buat begitu Ca?"


"Terus apa maksud semua ini?"

__ADS_1


Daniel pun membuang nafasnya dengan kasar dan mulai menatap Caca dengan serius


"Aku perintahkan mereka untuk menjaga kamu dan Ical, tapi aku juga minta mereka jaga jarak dari kalian supaya ga mengganggu semua aktifitas kalian"


"Untuk apa?"


"Pasti kamu udah dengar dari pihak kepolisian kalau kecelakaan Ical ga wajar kan?"


Caca pun menganggukkan sedikit kepalanya


"Polisi bilang kemungkinan besar itu sebuah kesengajaan, karena plat motor yang di gunakan palsu"


"Aku cuma ga mau kejadian seperti itu terulang lagi sama kalian berdua"


Caca pun membuang nafasnya dengan kasar, bagaimana pun juga dia tak mungkin menyalahkan Daniel yang berniat baik terhadap dirinya dan sang buah hati


"Kenapa kamu berbuat sejauh itu kak?"


"Karena kalian berdua orang terpenting di dalam hidup aku saat ini Ca," ucap Daniel penuh keyakinan


"Aku ga tau harus marah atau bahagia dengan semua sikap kamu saat ini kak, kamu curang kak. Dengan kamu bersikap seperti ini aku ga memiliki alasan lagi untuk ga membuka hati aku kak"


"Apa sekarang kamu bisa minta berhenti ikuti aku dan Ical?"


"Buat yang satu itu ga bisa Ca, aku harus menjamin keselamatan kalian berdua"


"Oke, kalau gitu minta mereka jangan mengikuti kami secara diam-diam lagi. Kalau aku ga sempat lihat salah satu dari mereka ada di acara kemarin, sampai saat ini aku masih suka ketakutan karena selalu ada mobil yang ikuti aku dari belakang." ucap Caca dengan tegas


"Maaf ya Ca, aku ga kepikiran sampai sejauh itu"


"Gimana juga terima kasih ya kak," ucap Caca sambil tersenyum dengan sangat manis


"Kamu ga marah sama aku Ca?"


Caca hanya menjawab dengan gelengan kepalanya sambil tersenyum tipis


"Bagaimana aku bisa marah sama kamu kak? kalau kamu selalu memikirkan tentang aku dan Ical lebih dulu, Bagaimana aku bisa marah sama kamu? kalau keringat kamu saat ini sudah menunjukkan dengan jelas seberapa penting aku di mata kamu, bagaimana aku bisa marah sama kamu kak? kalau mata kamu menunjukkan semua perasaan kamu terhadap aku" bathin Caca

__ADS_1


"Terima kasih ya Ca," tersenyum bahagia


Caca pun hanya membalas dengan senyuman yang sangat manis yang bisa dia berikan, dan kini Caca sudah benar-benar merasa yakin untuk mulai membuka pintu hatinya untuk orang yang ada di hadapannya tersebut


__ADS_2