Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Keinginan Daniel


__ADS_3

Malam itu Caca bisa tertidur dengan lelap, sedangkan Daniel yang sudah dalam keadaan mabuk berat tak bisa lagi menahan perasaan yang sedang dia rasakan. Dan tanpa dia sadari ternyata dia mengendarai mobilnya ke arah rumah Sindy


Daniel pun tak memperdulikan waktu lagi, saat itu dia mengetuk pintu rumah Sindy dengan sangat kuat sambil terus memanggil nama Caca. Sindy yang sudah terlelap pun hingga terbangun oleh sikap Daniel, dengan penuh rasa jengkel Sindy pun memutuskan untuk membuka pintu rumahnya


"Ngapain kamu ada di sini?" melipat kedua tangannya di di depan dada


"Apa Caca udah pulang?" lirih


Sindy pun menatap ke arah Daniel dengan tatapan mata penuh amarah, sedangkan Daniel menatap ke arah Sindy dengan mata yang merah karena pengaruh alkohol. Tetapi di balik itu semua Sindy masih dapat merasakan bahwa tatapan mata Daniel saat itu penuh harap


"Apa-apaan sih orang ini? kenapa sekarang seolah dia adalah manusia yang paling menderita? apa dia ga sadar kalau dia yang menyebabkan Caca pergi entah ke mana"


"Tolong kasih tau saya Caca ada di mana? saya tau saya salah dan saya benar-benar menyesal dengan semua yang sudah saya lakukan." menatap ke arah Sindy dengan tatapan sendu


"Saya ga tau dia ada di mana, tapi seandainya pun saya tau saya ga akan pernah kasih tau kamu di mana Caca saat ini." dengan penuh keyakinan


Sindy pun terlihat sedikit bingung akan sikap Daniel saat itu, Daniel adalah sosok orang yang selama ini di jadikan panutan oleh Sindy. Selain seorang pebisnis muda yang hebat, Daniel juga terkenal sebagai seorang yang terlihat berwibawa. Tetapi Daniel yang ada di hadapan Sindy saat itu benar-benar menjadi sosok yang berbeda dengan sosok Daniel yang selama ini dia tau


"Sepertinya kamu lagi mabuk, jadi sebaiknya kamu pulang dan jangan membuat masalah di sini." dengan tegas


Jauh di dalam lubuk hati Sindy merasa sedikit iba terhadap Daniel saat itu, dia pun memilih untuk meminta Daniel pergi dari tempat itu. Sindy sudah hendak masuk kembali ke dalam rumahnya dan tiba-tiba saja Daniel berlutut tepat di hadapan Sindy dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Kamu ngapain?" menatap ke arah Daniel dengan serius


"Seumur hidup saya belum pernah sekali pun saya memohon kepada seseorang, tapi sekali ini saya akan memohon sama kamu. Tolong kasih tau saya Caca ada di mana?" meneteskan air mata


Sindy pun hanya bisa terdiam melihat itu semua, bagaimana mungkin sosok orang hebat seperti seorang Daniel Putra Perkasa sanggup melakukan itu semua


"Saya ga bisa begini terus, saya benar-benar membutuhkan Caca." menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Karena dia adalah cahaya di dalam hidup aku, dia mampu membuat hidup aku yang terasa gelap menjadi kembali bersinar"


"Tolong jangan berbuat sampai sejauh ini"


Sindy pun mulai menurunkan volume suaranya, seolah dia bisa ikut merasakan apa yang di rasakan Daniel saat itu. Sedangkan Daniel mulai mengangkat wajahnya dan kembali menatap ke arah Sindy walaupun masih dalam keadaan berlutut


"Karena apapun yang kamu lakukan saya ga bisa kasih tau ke kamu sekarang ini Caca ada di mana, karena sampai saat ini saya juga ga tau Caca ada di mana"


Air mata Daniel pun kembali menetes


"Apa lagi yang harus aku lakukan supaya aku bisa ketemu kamu Ca? aku benar-benar membutuhkan kamu di dalam hidup aku"


Setelah berhasil meyakinkan Daniel dan beberapa kali meminta Daniel untuk berdiri akhirnya Daniel pun mulai bangkit dengan wajah penuh kekecewaan


"Kalau ada kabar dari dia tolong kasih tau saya, sampaikan juga ke dia saya mau ketemu dia dan saya benar-benar menyesal waktu itu ragu untuk memilih. Tolong sampaikan ke Caca saya benar-benar membutuhkan dia"


"Terima kasih," tersenyum getir


Daniel pun hanya bisa pergi dari sana dengan perasaan penuh kekecewaan, dia pun mulai mengendarai mobilnya dan sesekali air mata terjatuh dari mata tegas Daniel


"*Seharusnya hari itu aku ga boleh ragu, seharusnya hari itu aku bisa meyakinkan hati Caca supaya tetap di samping aku. Sekarang aku harus cari ke mana lagi Ca? hati aku benar-benar terasa sakit membayangkan ga akan pernah melihat kamu lagi"


"Seandainya waktu dapat di putar kembali aku akan memilih kamu tanpa ragu sama sekali Ca, dan seandainya aku bisa ketemu kamu lagi aku akan buat kami selamanya ada di samping aku. Karena sekarang aku sadar aku benar-benar membutuhkan kamu*"


Daniel boleh saja berharap apapun di dalam hatinya, sedangkan Caca yang jauh di sana sedang terlelap di dalam mimpi indahnya. Caca berusaha membuat seluruh tenaga yang dia miliki terkuras habis agar tak ada waktu yang tersisa untuk memikirkan Daniel sama sekali


Saat pagi menyapa Daniel pun membuka kedua bola matanya dengan hati yang terasa sakit, dia pun kembali terbayang saat Caca tertidur lelap di sampingnya pada malam itu


"Kamu sebenarnya ada di mana? kenapa kamu sama sekali ga pernah menghubungi aku? apa di dalam hati kamu ga ada sedikit pun tersisa nama aku?." lirih

__ADS_1


Daniel segera membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor, sesampainya dia di kantor dia segera memanggil Abian ke ruangan nya


"Apa masih belum ada kabar?"


"Maaf pak"


"Saya ga perduli bagaimana cara kalian mencari dia, sekali pun kalian harus masuk ke lubang semut kalian harus bisa menemukan dia." dengan tegas


Abian pun akhirnya mulai menatap Daniel dengan serius


"Seandainya kami berhasil menemukan dia? lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Tiba-tiba saja Daniel pun menundukkan kepalanya


"Seandainya aku tau dia ada di mana apa yang harus aku lakukan? apa sebuah kata maaf bisa membuat dia memaafkan aku begitu saja? dia pasti kecewa dengan sikap aku hari itu"


Cukup lama Daniel terlihat terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu


"Tapi apa aku harus menyerah gitu aja? salah pertanyaan nya bukan itu, tapi apa aku sanggup melepaskan dia begitu aja setelah apa yang sudah kami lalui?"


Daniel pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap Abian dengan serius


"Saya tau arah omongan kamu, tapi saya sudah tanya hati saya berkali-kali dan saya hanya menemukan satu jawaban." tersenyum tipis


Abian hanya bisa terdiam dana menatap Daniel dengan serius


"Dengan cara apapun saya akan membuat dia kembali ke sisi sama dan berada di sisi saya untuk selamanya, karena saya adalah lelaki pertama dia. Dan saya benar-benar membutuhkan dia" penuh keyakinan


"Kalau memang kamu sudah yakin saya akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menemukan dia untuk kamu" tersenyum puas

__ADS_1


__ADS_2