
Caca yang sudah berada di dalam kamarnya memilih untuk merebahkan tubuhnya di samping sang buah hati, Caca pun memeluk tubuh sang buah hati untuk menenangkan hatinya yang sedang gundah
"Mama ga tau harus merasa senang atau sedih saat ini sayang, tadi papa kamu meyakinkan mama kalau mama adalah perempuan yang kini ada di dalam hatinya. Tapi mama juga harus mulai menyiapkan hati mama bila ternyata anak itu juga anak papa kamu sayang"
FLASH BACK
Saat Caca sudah mulai terlihat bisa mengendalikan air matanya, Daniel pun memilih untuk mulai menceritakan semua yang terjadi terhadap Caca. Daniel mulai menceritakan tentang masa lalu yang pernah dia jalani dengan wanita tersebut
Wanita tersebut adalah seorang gadis yang terkenal paling cantik di kampus mereka dahulu kala, bahkan Daniel membutuhkan perjuangan yang cukup besar untuk bisa menjalin cinta dengan gadis tersebut. Hampir seluruh keluarga besar Daniel sudah mengenal gadis tersebut, karena Daniel berencana menjadikan gadis tersebut sebagai pendamping hidup untuk selamanya
Hari-hari yang indah mulai terjalin antara Daniel dan gadis tersebut, hingga Daniel menyelesaikan kuliahnya dan sang gadis masih harus tetap berada di kota itu untuk menyelesaikan pendidikan nya
Daniel pun sudah melamar gadis sebagai bukti keseriusan cinta yang dia rasakan, dan sesaat sebelum Daniel meninggalkan kota tersebut mereka melakukan sesuatu yang di luar batas
"Aku janji aku pasti akan bertanggung jawab" ucap Daniel dengan lembut sambil memeluk gadis tersebut
Siapa sangka dan siapa yang akan menduga bila tiba-tiba saja Daniel harus menerima kabar bahwa adik kesayangan nya harus kembali ke sisi Tuhan secepat itu, Daniel pun segera kembali ke kota asal mereka untuk melepaskan kepergian sang adik untuk selamanya
Daniel cukup lama berada di kota asal karena sang mama terlihat sangat terpukul, dan dia harus mulai menggantikan sang mama memegang perusahaan keluarga mereka. Di antara seribu masalah yang sedang menghampiri Daniel dia pun menerima kabar bahwa sang gadis ingin mereka mengakhiri hubungan yang telah mereka jalani
"Tapi kenapa?" tanya Daniel melalui ponselnya sambil mengeraskan rahangnya
"Karena aku sudah ga bisa menunggu kamu lagi"
"Aku udah bilang aku akan tanggung jawab sama kamu, setelah kamu lulus kita akan menikah!!"
"Kita lupain aja semua yang pernah terjadi di antara kita, karena sekarang aku ga mau lagi menunggu kamu." ucap gadis itu dengan tegas di seberang sana
Gadis tersebut memutuskan sambungan teleponnya dan Daniel pun segera membuang ponselnya ke sembarang arah, Daniel yang tak bisa begitu saja meninggalkan kota tersebut memerintahkan seseorang untuk menemui gadis tersebut dan ternyata gadis tersebut sudah menghilang entah ke mana
Waktu pun terus berlalu dan tak ada kabar berita tentang gadis tersebut, hingga Daniel melihat Caca untuk pertama kali di tepi jalan saat dia baru kembali dari luar kota. Daniel pun mulai menjalankan rencana nya terhadap Caca
__ADS_1
Daniel menceritakan itu semua terhadap Caca dengan penuh rasa bersalah, sedangkan Caca tak bisa menahan air mata yang terjatuh dari pelupuk matanya
"Apa salah satu alasan kamu dulu mendekati aku karena kamu merasa kecewa sama perempuan itu?" tanya Caca dengan suara yang bergetar
Daniel hanya terdiam dengan tatapan mata semakin merasa bersalah, sedangkan Caca hanya bisa memberikan senyuman getir dan air mata yang menetes semakin deras. Hati Daniel pun semakin terasa sakit melihat Caca seperti itu, dengan cepat Daniel langsung menarik tubuh Caca ke dalam pelukannya
"Tolong maafin aku Ca, aku tau aku sudah banyak berbuat salah sama kamu. Tapi aku berani bersumpah demi apapun, kamu sudah ada di dalam hati aku dari lama Ca. Dan kamu harus tau ga ada tempat untuk perempuan lain di dalam hati aku Ca," ucap Daniel penuh keyakinan
FLASH OFF
Sekuat apapun Caca berusaha untuk tertidur tetap saja kedua bola matanya tak mau terpejam sama sekali, hingga tiba-tiba saja ponselnya pun mulai berdering dan panggilan telepon tersebut berasal dari Daniel. Caca pun berusaha menjauh agar tak mengganggu istirahat sang buah hati
"Halo..."
"Kamu belum tidur?"
"Belum"
"Aku ga tau kak, yang pasti saat ini aku ga bisa berpikir apapun"
"Tolong kasih aku sedikit waktu Ca, aku pasti akan menyelesaikan masalah ini." ucap Daniel dengan lirih
"Aku cuma butuh satu kepastian dari kamu kak? seandainya anak itu benar-benar anak kamu, apa kamu akan menikahi perempuan itu juga?"
Cukup lama Daniel hanya terdiam di seberang sana, hingga terdengar suara Daniel membuang nafasnya dengan kasar
"Seandainya anak itu benar-benar darah daging aku, aku harus memberikan hak yang sama terhadap anak itu sama seperti yang aku berikan terhadap Ical"
Entah mengapa hati Caca sedikit sakit mendengar hal tersebut, ada sebuah perasaan takut langsung menyelimuti hatinya
"Tapi aku juga ga mungkin menikahi dia Ca, karena saat ini cuma kamu satu-satunya perempuan yang aku harapkan jadi pendamping hidup aku untuk selamanya Ca." ucap Daniel penuh keyakinan
__ADS_1
"Apa aku bisa pegang omongan kamu kak?"
"Kamu harus percaya sama aku Ca"
Caca pun sempat terdiam sejenak
"Bagaimana pun juga aku seorang ibu, aku juga sempat berbohong tentang Ical karena takut Ical di pisahkan dari aku. Sebaiknya aku ga boleh terlalu egois untuk kesalahan kak Daniel di masa lalu"
"Apa aku boleh ketemu mereka kak?"
Daniel seperti sulit untuk menelan saliva nya sendiri saat mendengar pertanyaan yang Caca ucapkan
"Boleh.. Tapi untuk apa ya Ca?"
"Gimana juga aku harus mulai mengenal anak itu, karena aku harus mulai siap seandainya memang benar anak itu anak kandung kamu." ucap Caca penuh penekanan
Kata-kata yang Caca ucapkan berhasil membuat seorang Daniel Putra Perkasa merasa tertekan tanpa harus berhadapan langsung dengan Caca pada saat itu
"Atau kamu memang ga mau izinkan aku ketemu mereka?"
"Bukan gitu Ca..." jawab Daniel dengan cepat
"Terus apa masalahnya?"
"Apa kamu bisa terima keberadaan anak itu Ca?" tanya Daniel dengan hati-hati
"Gimana juga aku seorang ibu kak, aku ga mungkin abaikan anak itu seandainya dia memang anak kandung kamu. Lagian aku baru tau kalau kamu punya hobi yang cukup unik ya kak," ucap Caca dengan nada sedikit mengejek
"Maksud kamu hobi apa ya Ca?"
"Hobi menanamkan benih kecebong di mana-mana," ucap Caca dengan nada sinis
__ADS_1
Daniel di seberang sana hanya bisa terdiam sambil mengelus dada nya, dia memilih untuk diam dari pada harus memperpanjang masalah yang ada