Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Bunga Peony


__ADS_3

Daniel pun memberitahukan di mana letak toilet di tempat itu walaupun sudah pasti Caca pun mengetahui di mana tempat itu, Caca segera melarikan diri ke toilet dan berusaha mengatur detak jantung nya di dalam sana


"Wahai hati tolong jangan terlena dengan senyuman dia, ingat Marisa Putri Perdana kamu sudah bertekad untuk melupakan dia selamanya. Kenapa kamu goyah dengan mudah saat melihat senyuman dia?"


Entah sudah seberapa merah wajah Caca saat itu, cukup lama Caca berada di dalam toilet untuk mengatur detak jantung nya yang sedang berdetak dengan sangat cepat. Sedangkan Daniel hanya bisa tersenyum bahagia melihat Caca yang tak juga kunjung keluar dari dalam toilet


Hingga makan siang di antar ke dalam ruangan Daniel Caca masih saja mengurung diri di dalam toilet, Daniel pun segera bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya ke arah toilet


Tok.. Tok.. Tok..


"Ca kamu lagi apa? makan siang sudah di antar, ayo makan dulu tadi kamu juga cuma makan sedikit"


Caca pun semakin merasa kebingungan saat mendengar suara Daniel yang terdengar sangat lembut


"Aduh aku harus gimana sekarang? apa aku keluar terus kabur aja kali ya? aku ga bisa lagi ada di dekat dia lebih lama, aku pikir aku bisa ternyata aku ga bisa"


"Ca kamu kenapa? jangan bikin saya khawatir, kalau kamu ga keluar saya dobrak pintunya"


Daniel di luar sana sudah semakin cemas karena Caca tak mengeluarkan suara apapun, sedangkan Caca yang mendengar ucapan Daniel akan membuka pintu secara paksa memilih untuk langsung membuka pintu. Karena dia tau dengan pasti bahwa Daniel adalah orang yang tak pernah main-main dengan ucapan nya


"Kamu kenapa? apa alergi nya semakin parah? apa ada yang ga nyaman? atau kita ke rumah sakit aja sekarang?"


Tanpa sadar Daniel memegang beberapa bagian tubuh Caca untuk memeriksa keadaan Caca, membuat detak jantung Caca semakin tak beraturan


"Jangan pegang-pegang orang lain sembarangan dong pak, itu namanya ga sopan." ucap Caca dengan tegas


"Tapi wajah kamu merah Ca, apa karena efek dari alergi tadi kamu jadi demam? kita ke rumah sakit sekarang ya"


"Saya baik-baik aja, asal bapak ga sembarang pegang-pegang saya dan..."


Daniel belum sadar arah tujuan ucapan Caca saat itu, dia hanya merasa khawatir melihat wajah Caca yang bersemu merah


"Dan apa Ca? ngomong yang jelas!!" ucap Daniel dengan tegas

__ADS_1


"Tolong jangan sembarangan senyum di depan saya pak," menundukkan kepalanya


Daniel pun akhirnya paham akan arah ucapan Caca saat itu, jika saja Caca tak menundukkan kepalanya maka dia akan melihat senyuman kebahagiaan terlukis di wajah tampan Daniel saat itu


"Kenapa? apa senyuman saya jelek? apa senyuman saya bisa membuat kamu ga selera makan?" ucap Daniel dengan lembut


"Karena saya ga suka lihat senyuman bapak"


"Tapi saya hanya senyum untuk orang-orang yang saya suka"


"Sebaiknya saya pulang saja kalau bapak terus begini"


Caca sudah akan melangkahkan kakinya ke arah sofa untuk mengambil tas nya dan tiba-tiba saja Daniel memegang tangan Caca, sontak saja Caca pun menatap ke arah Daniel dan saat itu Daniel menunjukkan ekspresi wajah penuh kekecewaan


"Apa kamu membenci saya Ca? kenapa saya merasa semua yang saya lakukan ke kamu selalu salah?"


Caca pun menjadi tak sampai hati melihat ekspresi wajah Daniel pada saat itu dia dia pun membuang nafasnya dengan kasar, bagaimana pun juga saat itu Caca masih belum mengetahui bila Daniel sudah mengingat semuanya. Rasanya tak adil bila dia bersikap sekejam itu dengan Daniel yang tak mengingat apapun


"Apa kamu benci orang itu?" tanya Daniel sambil menatap serius


"Maaf pak tapi itu urusan pribadi saya," ucap Caca dengan tegas


"Kalau kamu memang membenci aku yang dulu aku akan jadi orang baru untuk kamu Ca, aku akan lakukan apapun supaya bisa membahagiakan kamu dan anak kita Ca"


"Oke maaf, tapi saya bukan orang itu jadi kamu jangan membenci saya karena senyuman kami sama Ca"


"Ya maafin saya pak"


Daniel pun tersenyum tipis karena akhirnya dia sudah mempunyai jalan untuk lebih dekat dengan Caca walaupun harus menjadi orang yang baru


"Ya udah ayo makan dulu, habis itu kita mau membahas masalah yang harus di bahas"


"Ya pak," tersenyum

__ADS_1


"Tolong Ca jangan sering tersenyum di depan saya, karena saya takut ga bisa mengendalikan diri untuk memeluk kamu"


Dan di tempat yang berbeda ada Vivian yang semakin terbakar oleh api amarah saat melihat foto dari orang-orang yang dia kirim untuk mengikuti Daniel dan Caca


"Dasar perempuan kurang ajar!! kenapa kamu harus kembali lagi ke kota ini? kenapa kamu harus hadir di saat kami belum melaksanakan pernikahan? karena kamu aku kehilangan kesempatan yang susah ada di depan mata!!"


Selesai makan siang Daniel dan Caca mulai membahas beberapa konsep yang akan di gunakan untuk pesta ulang tahun perusahaan Daniel, Caca sebelumnya sudah mengingatkan Daniel bahwa hal seperti itu seharusnya dia bahas dengan orang di bawah Daniel tak perlu sang penguasa gedung tersebut turun tangan. Dan sudah pasti Daniel menolak dengan tegas ucapan Caca tersebut


"Apa ada hal khusus yang bapak inginkan di acara nanti?"


"Saya percayakan semua sama kamu, tapi untuk bunga yang akan di pakai apa saya bisa request?"


"Boleh pak, bunga apa yang bapak inginkan di acara nanti?"


"Ya kemarin saya sempat lihat gambar-gambar bunga, saya mau jadikan bunga peony sebagai dekorasi nya"


Caca pun menganggukkan sedikit kepalanya


"Ya pak bunga peony merah memang punya arti yang bagus, kemakmuran, kekayaan dan kehormatan. Banyak hal positif dari bunga peony merah"


"Tapi saya ga mau yang warna merah Ca," ucap Daniel dengan serius


"Atau bapak mau menggunakan yang warna kuning?"


Daniel menganggukkan kepalanya dan Caca mulai mencatat hal tersebut di buku catatan yang selalu dia bawa untuk urusan pekerjaan


"Di kombinasi kan dengan warna putih ya Ca"


Caca pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Daniel dengan seksama


"Kenapa harus warna putih kak? kamu cuma asal menggabungkan dua warna itu atau kamu memang tau arti dari dua warna itu kak? peony putih identik dengan permintaan maaf sedangkan peony kuning identik dengan babak baru dalam kehidupan, rencana apa lagi yang sedang kamu mainkan sekarang kak?"


Daniel tetap memasang wajah datar walaupun Caca sudah memandang ke arah dirinya cukup lama, Daniel benar-benar memainkan peran yang dia mainkan dengan sangat baik

__ADS_1


__ADS_2